The Detective And The Doctor

The Detective And The Doctor
Side Story - Danisha



Danisha datang ke perusahaan AJ Corp yang terletak di jalan Slamet Riyadi Solo dengan terburu-buru. Gara-gara semalam asyik nonton drama Jepang Hero Takuya Kimura, malah membuat kesiangan. Sang Tante Rhea adalah fans berat aktor Jepang itu dan mengompori keponakannya agar jangan terpaku dengan drama Korea melulu.


Hari ini harusnya dia ada janjian dengan pengusaha asal Turki yang merupakan rekan bisnis dari Oom Senna di Dubai.


"Haaaddeeh gara-gara Takuya Kimura! Lama-lama gue datangi kuburannya! Gue bakar menyan disana!" umpat gadis bule itu. ( ingat ya gaeeesss ini generasi ke empat ya Anggep aja kimutaku dah bubye padahal aslinya masih sehat wal Afiat ).


Mobil Range Rover Evoque Putih miliknya terparkir di tempat parkir khusus dirinya. Pagi ini dia mengenakan blus brokat biru tua, rok hitam, sepatu boot, blazer hitam dan tas coklat.



Gadis berusia 25 tahun itu bergegas menuju ruang kerjanya di lantai tiga setelah menyapa semua pegawainya. Kantor AJ Corp di Solo memang hanya tiga lantai, tidak sebesar di Tokyo atau Dubai namun omsetnya tidak main-main.


Setelah Opa Rudy Akandra meninggal, perusahaan memang full diambil alih oleh Sabrina putrinya yang membawa perusahaan menjadi lebih dari sang ayah. Danisha sendiri masuk karena kemampuannya sendiri dan Sabrina baru sadar kalau gadis itu adalah salah satu keponakannya setelah setahun gadis itu bekerja.


Kepintaran dan feeling bisnis Danisha yang mengagumkan membuat Sabrina mengangkat nya menjadi general manager dan memang dipersiapkan untuk menggantikan dirinya setelah pensiun. Dan kini, Danisha lah yang memegang AJ Corp setelah Keia, putra Mamoru Al Jordan lebih memilih masuk PRC group.


"Pagi Bu Danisha" sapa Yanti asistennya.


"Pagi Yanti. Tamunya sudah datang?" tanya Danisha sembari membenahi bajunya.


"Sudah bu. Sekitar sepuluh menit yang lalu." Yanti lalu berbisik. "Ibu nonton Dorama lagi?"


"Ssshhh!" Danisha meletakkan telunjuknya di bibirnya yang bewarna peach.


Yanti terkikik. "Tamunya ganteng lho!"


"Ah paling cakep itu tetap Ogan Abi dan Papa Ghani" cengir Danisha. Yanti hanya mengangguk karena dia sudah melihat foto keluarga Danisha dan memang opa dan papanya waktu muda memang ganteng.


Danisha pun membuka pintu ruang kerjanya.


"Selamat pagi Tuan Asen Alibek. Maaf saya terlam..." suara Danisha menghilang ketika melihat seorang pria dengan wajah khas Turki menatap tajam ke arah dirinya.



"Jadi begini CEO AJ Corp Solo kalau datang terlambat?"


Danisha hanya terdiam menatap pria itu.


***


Asen memandang gadis cantik di hadapannya. Sebenarnya dia tidak masalah jika CEO AJ Corp terlambat karena hanya lima menit saja. Tapi entah kenapa, dirinya merasa ingin membuat gadis itu merasa bersalah.


Gadis itu lalu berjalan ke arah meja kerjanya.


"Maafkan saya, tuan Alibek. Maaf saya terlambat datang lima menit dan itu memang kesalahan saya. Apa kita bisa membicarakan kerjasama yang Oom Senna bilang kemarin?" Gadis itu menatap Asen dengan mata coklat bulatnya.


Cantik! Cute dan menggemaskan. Asen! Ayo otakmu difokuskan!


"Baik dengan nona...?"


"Danisha Giandra" ucap gadis itu sambil mengulurkan tangannya yang disambut oleh Asen. Jabat tangannya tegas dan tangannya halus sekali.


"Baik, nona Giandra. Mari kita bicarakan bisnis sekarang."


***


Keduanya kini telah menemukan kesepakatan kerjasama ekspor batik tulis dari AJ Corp yang akan di jual di mall-mall di kota besar Turki milik perusahaan Asen.


Danisha menjanjikan akan segera mengirimkan dua Minggu lagi karena batik tulis terbaru sudah ready stock separo dari permintaan Asen dan akan jadi pada Minggu ini.


"Terimakasih atas kepercayaan tuan Alibek pada batik tulis kami" ucap Danisha.


"Saya melihat batik anda di mall milik tuan Senna dan Kai yang ternyata adalah masih Oom anda ya."


"Oom dari pernikahan sebenarnya tapi kami menjadi keluarga besar."


"Anda keturunan Pratomo atau Al Jordan?"


Danisha tertawa dan Asen terpukau dengan tawanya yang seperti lonceng terdengar renyah.


"Tidak keduanya." Danisha berdehem sejenak. "Tante saya Rhea, menikah dengan Oom Duncan Blair yang merupakan putra Yuna Pratomo dan Edward Blair."


"Bukankah Mr dan Mrs Edward Blair yang meninggal akibat kecelakaan pesawat itu?"


"Betul. Mereka Opa dan Oma kami."


"Betul. Apakah anda mengenal Kaia atau Rhett?"


"Saya pernah hadir di peluncuran produk mesin pesawat mereka yang generasi kedua."


Danisha mengangguk.


***


Asen kembali ke arah hotel Alila tempat dia menginap dan sesampainya di kamar, dia bergegas membuka laptop dan mencari tahu siapa Danisha Giandra.


Danisha Gayatri Giandra, usia 25 tahun, lulusan bisnis Oxford, putri bungsu dari Ghani Giandra seorang kapten NYPD dan Alexandra Cabbot Giandra kepala koroner NYPD. Memiliki seorang kakak laki-laki bernama Sambara Ganendra Giandra seorang fotografer profesional yang bekerja di National Geographic.


Asen melihat foto-foto Danisha di akun Instagram miliknya yang kebanyakan adalah bersama dengan orang tua dan kakaknya. Ada beberapa dengan pria-pria tampan yang berbeda dan dirinya tampak akrab dengan mereka bahkan seorang pria bule dan seorang pria Asia mencium pipi Danisha kiri kanan.


Siapa pria-pria ini? Dasar cewek murahan!


Entah kenapa melihat Danisha dipeluk dan dicium oleh pria-pria tampan yang berbeda itu membuat Asen tidak suka. Apakah aku cemburu?


***


Danisha menerima telepon video dari sang Oom yang berada di Dubai dengan wajah takut-takut.


"Danisha, mbok ya dikurangi nonton drakornya. Untung cuma telat lima menit. Asen itu orangnya on time lho" tegur Senna.


"Danisha nggak nonton Drakor kok" eyel gadis cantik itu.


"Lha terus nonton apa?"


"Drama Jepang" cengirnya.


"Sarua wae atuh neng!" cebik Oomnya yang sejak menikah dengan Tante Ruby yang orang Sunda sekarang jadi fasih bahasa Sunda.


"Iisshhhh. Arab Jepang ngomong Sunda... Kacau dunia Oom!" gelak Danisha.


"Jadi Asen deal ambil batiknya?" tanya Senna.


"Jadi Oom, Alhamdulillah."


"Ya udah, besok lagi jangan sampai malam nonton Drakor nya!"


"Dorama Jepang, Oom."


"Sama saja lah!" umpat Senna sebal.


***


Danisha sampai di rumah 3M dengan wajah lelah setelah dia harus melakukan pengecekan kwalitas produk yang dikirimkan oleh para pengrajin batik tulis di bawah bendera AJ Corp.


Meskipun dia memiliki asisten bagian quality control, tapi Danisha tetap memeriksa nya sendiri seperti kebiasaannya sejak masuk ke AJ Corp. Tante Sabrina sendiripun dulu juga sama jadi nama AJ Corp tetap baik di dunia bisnis.


"Non Danisha mau makan?" tanya bik Yati.


"Aku mandi dulu bik baru nanti makan. Siapkan saja di meja makan" ucap Danisha sambil naik ke lantai dua.


"Assyiaaapp non!"


Tanpa sepengetahuan Danisha, sebuah pesan masuk ke ponselnya dari nomor tidak dikenal.


Bisa kita makan malam sekarang?


***


Yuhuuu Up Danisha yaaaaa


Biasa author galau lagi dapat wangsit jadinya begini deh.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️