The Detective And The Doctor

The Detective And The Doctor
Side Story - Iwan Aradhana



Danisha menatap Ezra dengan tatapan bingung.


"Kenapa kamu menanyakan hal itu?"


"Karena jika kamu belum punya kekasih, aku bisa bebas mendekati mu." Ezra menatap teduh ke mata coklat Danisha.


Danisha hanya memandang mata hijau Ezra.


"Convince me that you're the one for me." Danisha menatap Ezra dengan penekanan penuh.


"I will convince your father first that I fell in love with his daughter."


Danisha melongo. "Fell in love with his... AAAPPAA?"


Ezra tertawa melihat ekspresi Danisha. "Kamu boleh mentertawakan aku tapi aku sudah jatuh cinta padamu saat kamu membuatku nyaman setelah kecelakaan itu."


Astaga! Astagaaaaa!


Danisha menatap Ezra panik. "Apa kamu yakin bisa meyakinkan papa?" Mengingat Ghani begitu rumpinya soal putrinya.


Pria tampan itu hanya bersidekap menatap lurus ke Danisha. "I'm so sure, Nisha. Jika aku mau putrinya, maka aku harus mendekati papanya dulu kan? Karena ayah adalah cinta pertama anak perempuannya."


Danisha hanya bisa tersenyum menatap Ezra tanpa mengatakan apapun. Memang benar, papa adalah pria yang aku anggap paling sempurna dan papa adalah pria pertama yang aku kenal.


"Aku akan datang ke Mr Giandra dan meyakinkannya." Ezra tersenyum ke arah Danisha.


"Kalau papa sudah yakin?"


"Langkahku untuk mengejar anaknya lebih enteng karena restu sudah ditangan."


Danisha tersenyum. "Yakinkan papa, yakinkan aku dan setelahnya kita serahkan pada Allah."


"Apakah kamu akan melakukan apa itu... sholat istikharah?" tanya Ezra.


Danisha mengangguk. "Karena dengan melaksanakan sholat itu, aku tahu jawaban terbaiknya."


***


Ezra dan Danisha melihat bagaimana kinerja AJ Corp dalam mengekspor batik-batik tulis pilihannya dan pria itu kagum dengan feeling dan mata jeli yang dimiliki gadis itu untuk melihat mana batik berkualitas tinggi dan mana yang gradenya di bawah.


"Ada tingkatan dalam teknik membatik meskipun aku tidak bisa membatik namun aku mempelajari saat masih di Oxford sebab aku sangat menyukai batik. Dan Tante Sabrina lah yang banyak membantu dan mengajariku."


"Meskipun kamu tahu tingkatannya tapi jika kamu tidak memiliki mata jeli dan feeling, juga tidak bisa berjalan seperti ini" senyum Ezra.


"Tante Sabrina pun mengatakan demikian."


Danisha dan Ezra berjalan sambil diiringi oleh Tom Howard dan Iwan dibelakang nya. Iwan sendiri merasa kesal melihat bossnya kedatangan pria tampan lagi yang tampaknya tertarik dengan Danisha.


Sainganku kenapa berat-berat begini sih? Kemarin pria Turki, sekarang pria Amerika. - batin Iwan.



Iwan Aradhana adalah pegawai AJ Corp yang berkarier dari bawah hingga bisa menjadi manager quality control di usia 28 tahun. Ayahnya adalah seorang perajin batik yang dibantu oleh AJ Corp hingga batik-batik buatannya bisa diekspor ke berbagai negara.


Setelah ayahnya meninggal, otomatis kualitas batik-batik produksi rumahan milik ayahnya pun turun drastis karena ayahnya lah yang memiliki bakat dalam mendesain.


Sabrina yang mendengar bakat Iwan pun, mengangkat sebagai asisten manajer guna membantu manager lama yang sudah masuk masa pensiun. Ketika manager lama pensiun, Iwan menggantikan jabatannya.


Pertemuan pertama dengan Danisha Giandra adalah ketika melakukan meeting bulanan dua tahun lalu saat Sabrina memperkenalkan general manager baru. Di kalangan para pegawai AJ Corp, nama Danisha dikenal sebagai manager bisnis yang kompeten dan mampu membuka kerjasama yang lebih luas di seluruh dunia.


Iwan jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis bule yang ramah itu namun dia tahu seperti pungguk merindukan bulan karena perbedaan status apalagi setelah semua orang tahu gadis itu masih keponakan Sabrina.


Danisha sendiri tidak terlalu mengumbar siapa keluarganya dan orang-orang hanya tahu kedua orangtuanya berada di Amerika Serikat. Iwan semakin jatuh cinta dengan gadis itu ketika dengan mata kepalanya sendiri dia melihat bagaimana Danisha tanpa peduli siapa, mengacungkan pistolnya ke kepala seorang pejabat publik yang hampir melecehkannya.


Berita itu pun menjadi konsumsi publik karena Joshua Akandra dan Senna Al Jordan, CEO AJ Corp Jepang dan UAE datang ke Solo mengajukan komplain setelah sebelumnya Danisha melaporkan dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan ke pejabat publik itu.


Joshua dan Senna marah besar karena keponakannya dilecehkan meskipun pada saat itu sang pejabat mengelak bahkan akan menuntut balik karena Danisha berani mengacungkan Glocknya. Namun semuanya menjadi bumerang ke orang itu ketika Joshua membeberkan semua kebusukan orang bejat itu. Iwan sendiri menjadi saksi bagaimana orang itu memegang pan*tat Danisha dan mere*masnya. Hal itu dibuktikan dengan adanya rekaman CCTV di hotel Alila.


Semenjak itu, tidak ada yang berani mengusik Danisha Giandra setelah sang pejabat itu dipecat dan publik mengetahui bagaimana bejatnya dia.


Dan kini, Iwan hanya bisa mencintai Danisha dalam hati dan diam serta hanya bisa memberikan atensi kecil yang mungkin bagi Danisha biasa tapi bagi Iwan melihat bossnya mau menerima atensi kecilnya, itu sudah sesuatu sekali.


Haaaahhhh! Aku tahu Bu Danisha cantik dan perfect tapi apa aku tidak boleh berharap dia jodohku?


***


Ezra sudah melihat bagaimana produksi batik AJ Corp yang mengambil dari UMKM di Solo dan Jogja, merasa puas karena memang kwalitas yang distandarkan oleh perusahaan milih keluarga Al Jordan memang tinggi.



Pria tampan itu pun merasa bahwa kerjasama antara perusahaan milik Hamilton dan perusahaan Al Jordan sesuai dengan prediksinya. Danisha memang masih muda tetapi dia memiliki insting yang bagus dalam mengembangkan bisnis yang sudah berjalan bertahun-tahun.


"Ternyata aku nggak salah pilih, Nisha jika aku mengajukan kerjasama dengan perusahaan AJ Corp."


Danisha melirik. "Kenapa Hamilton Co baru sekarang mengajukan kerjasama dengan AJ Corp?"


"Kami sebelumnya memang memiliki kerjasama ekslusif dengan perusahaan batik dari Jogja yang sudah berjalan cukup lama namun seiring berjalannya waktu, kwalitasnya semakin menurun dan membuat kami kecewa."


Danisha mengangguk karena tahu perusahaan yang dimaksud oleh Ezra karena memang salah satu kompetitornya.


"Sebenarnya aku sudah meminta Daddy sejak tahun lalu untuk mengajukan proposal kerjasama dengan AJ Corp namun Daddy menolak karena mereka masih ada kontrak kerjasama hingga tiga bulan lalu dan setelahnya kami memutuskan untuk tidak melakukan perpanjangan kontrak."


"Dan sekarang kamu mengajukan ke AJ Corp?" tanya Danisha.


"Yup dan sekalian bertemu dengan dirimu setelah sekian tahun kita tidak bertemu."


Danisha hanya mengangguk.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️