The Detective And The Doctor

The Detective And The Doctor
Ngidam Kok Aneh-aneh



Ghani terbangun ketika mendengar suara panci dan wajan beradu. Dirabanya tidak ada tubuh istrinya disana. Pria cool itu pun turun dari tempat tidur hanya mengenakan boxernya tanpa kaos menunjukkan perut kotak-kotak nya.



"Astaghfirullah Lexa? Kamu ngapain?" tanya Ghani yang melihat istrinya masak di dapur dengan santainya.


"Bikin bubur ala mama Dara. Kok nggak jadi ya?" ucap Alexandra sambil mengernyitkan alisnya.


Ghani melihat bubur nggak jelas hasil buatan istrinya.


"Kamu ingin bubur mirip punya mommy?" tanya Ghani. Alexandra mengangguk. "Kamu ngidam ya?" Alexandra mengangguk lagi.


Ghani tersenyum. "Dah, kamu bikin toppingnya saja, aku yang bikin buburnya."


Alexandra menatap Ghani. "Mas Daniswara bisa memang?"


"Aku sering lihat mommy membuatnya. Insyaallah bisa lah." Ghani lalu membaca resep sang mommy lalu memulai membuat bubur seperti buatan Dara.


Hampir satu jam Ghani membuatnya dan akhirnya pun jadi bubur yang mirip buatan Dara.



Alexandra yang duduk manis menunggu buburnya siap pun mencoba memakannya. Ghani menatap istrinya.


"Gimana?" tanya Ghani.


Alexandra menangis. "Nggak mirip kayak punya mama!" Ghani melongo. Masa harus minta mommy kesini sih? Mommy di Jakarta, kita di New York bukan di Bandung.


"Mau bubur kayak punya mama!" rengek Alexandra yang membuat Ghani terkejut melihat istrinya bisa nangis kayak anak kecil.


"Sayang, mama tuh di Jakarta. Perjalanan dari Jakarta ke New York itu 18 jam lho!"


"Pokoknya mau bubur buatan mama!" teriak Alexandra. Ghani mengusap wajahnya kasar.


Ya Allah gini amat ya punya bini lagi hamil.


***


Dua hari kemudian Dara pun sampai di New York bersama Abi setelah Ghani meminta kedua orangtuanya datang karena Alexandra nangis terus minta bubur buatan Dara.


"Mom, Dad. Maaf bikin kalian harus ke New York soalnya Lexa nangis terus ini" ucap Ghani yang sudah pusing menghadapi istrinya yang menjadi gembeng.


"Namanya juga Gawan bayi, Sayang" ucap Dara lembut. "Mana menantu mommy?"


"Ada di kamar. Ngambek nggak mau keluar kalau mommy nggak datang" jawab Ghani sambil manyun.


Abi tertawa. "Selamat ya nak ngalamin ngidam aneh-aneh." Ghani menatap melas ke Daddynya.


***


Dara mengetuk pintu kamar Ghani lalu membukanya pelan. Tampak Alexandra tiduran di kasur besar Ghani dengan wajah sedih.


"Lexa" panggil Dara pelan yang membuat bumil cantik itu menoleh dan bangun dari tempat tidurnya.


"Mamaaa" seru Alexandra sambil memeluk Dara.


Dara memeluk menantunya yang cantik.


"Kamu kenapa?" tanya Dara sambil mengusap punggung Alexandra.


"Pengen bubur buatan mama. Mas Ghani kemarin bikin tapi nggak sama rasanya."


Dara terkikik. "Ya ampun cucu Necan benar-benar deh! Ya udah, mama bikinin buburnya."


Wajah Alexandra langsung sumringah.



***


Ghani dan Abi melongo melihat Alexandra memakan bubur buatan Dara seperti orang tidak pernah makan seabad.


"Hhhmmm enaknyaaaaa" seru bumil cantik itu.


Abi sampai terkejut melihat panci pun kosong sama sekali.


"Lexa, kamu tuh lapar atau memang doyan?" tanya Abi.


"Ini kan memang maunya debay, Pa. Jadi maafkan Alexandra kalau habiskan buburnya" cengir Alexandra tanpa dosa.


"Udah? Enak?" tanya Ghani. Alexandra mengangguk semangat. "Anakku nggak bakalan ngeces deh!"


"Iya anakmu nggak ngeces, tapi Ogannya ngeces ini kelaparan!" sahut Abi sarkasme yang membuat Dara terbahak.


"Tenang mas, sudah aku buatkan kimbab kok." Dara mengeluarkan nasi ala Korea itu untuk Abi.


"You're the best, sayang. Lexa! Nggak boleh minta punya papa!" Abi menatap judes ke Alexandra.


"Nggak pa. Lexa sudah kenyang kok." Tiba-tiba Alexandra bersendawa agak keras yang membuat semua orang melotot.


"Alexandra!"


"Maaf" cengir bumil itu.


***


Dara pun terpaksa harus berada di New York selama sebulan demi menantunya yang ingin makan aneh-aneh asal buatan mama mertuanya. Dan kini, Alexandra membuat Ghani semakin pusing karena meminta Yuna datang ke New York.


"Sayang, Tante Yuna nggak mungkin datang kalau tidak ada sesuatu yang urgent" bujuk Ghani.


"Ini juga urgent mas! Aku mau jalan-jalan ke museum dengan Tante Yuna!" Alexandra melotot judes ke Ghani.


Ya Allah, ini mah lebih parah dari Valora!


"Ya sudah, mas coba ngomong sama Tante Yuna bisa apa nggak datang ke New York buat menemani kamu jalan-jalan ke museum."


Wajah Alexandra langsung bahagia mendengar ucapan Ghani.


Keduanya sudah mengetahui jenis kelamin si jabang bayi yang ternyata memang laki-laki.


"Ini besok kalau si boy hobinya jalan-jalan kayak Tante Yuna, Awas deh!" umpat Ghani sebelum menelpon Tante nya.


***


Yuna pun menyanggupi bumil cantik itu untuk jalan-jalan ke museum di New York. Mereka berjalan ke museum of the city of New York, American Museum of natural history serta ke berbagai tempat lainnya.


Ghani dan Edward hanya mengikuti kedua wanita cantik beda usia itu dari belakang. Sengaja Ghani mengambil cuti satu hari demi sang istri.


"Kayaknya anakmu bakalan ikutan Yuna deh soal jalan-jalan kemanapun" kekeh Edward yang duduk bersama Ghani di sebuah cafe area museum sambil menunggu Alexandra dan Yuna puas memutari museum.


"Gawat kalau begitu Oom. Soalnya Ghani inginnya anak Ghani mengambil alih perusahaan Daddy karena Ghani nggak ada keinginan disana."


Edward tertawa. "Kamu tuh mirip Mike dan Mario. Mereka yang anak kandung Duncan McGregor malah tidak mau mengambil alih malah Oom dan Duncan yang tidak ada hubungan darah yang mengambil alih."


Ghani hanya tersenyum kikuk. "Jika anak Ghani tidak mau mengambil alih, akan Ghani paksa lah!"


Edward menepuk bahu keponakannya. "G, jangan lah memaksa anak. Lagipula perusahaan Daddymu kan sudah merger sama perusahaan Oom jadi tidak ada masalah kan. Lagipula, Duncan menantu Abi jadi nggak lari kemana lah arah perusahaan. Tetap di tangan kita-kita juga G."


"Tapi G khawatir jika tidak ada yang meneruskan, kasihan perusahaan Daddy. Kalau G ambil alih sekarang, G tidak mampu."


"G, masih ada Kaia. Nanti Oom dan Daddymu doktrin agar Kaia mau mengambil alih MB Enterprise dan Giandra Otomotif Co. Kayaknya cucu cantik Oom itu jiwanya ke bisnis juga." Edward tersenyum.


"Bukannya tadi Oom bilang jangan memaksa anak Yaaa?" tanya Ghani bingung.


"Memaksa anak memang tidak boleh tapi memaksa cucu boleh lah!" ucap Edward sambil terbahak.


Ghani menatap Edward dengan tatapan horor.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Eniwaiii Vivienne sudah launching.



Jangan lupa di like n favorite yaaaa.


Eniwaiii Elang dan Rain sudah tamat. Kalau tanya apa Arjuna ada cerita nya, nanti ya setelah kelar semuanya. Insyaallah kalau ingat ... Ahahaha.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️