
Hari ini adalah hari kehebohan keluarga keturunan Pratomo karena Kristal akan menikah dengan pria pilihannya Ashley Sky bersamaan dengan Danisha dan Iwan.
Keempatnya kini sudah duduk di meja yang disediakan di hadapan seorang penghulu dan kedua ayah mereka masing-masing, Raymond Ruiz dan Ghani Giandra.
Siapa sangka dulu Raymond dan Ghani adalah partner di NYPD, berubah hubungan menjadi ipar karena Raymond menikah dengan Valora Arata, sepupu Duncan suami Rhea adik Ghani. Dan kini keduanya sama-sama menikahkan kedua putrinya.
Eiji dan Bara rupanya satu server dalam melemparkan rumor bahwa Raymond sengaja minta bareng acara pernikahan Kristal dengan Danisha agar terjadi pengiritan pengeluaran.
Tentu saja rumor itu menjadi pembicaraan tidak penting di keluarga besar karena mereka juga tahu bahwa akan kesulitan mengumpulkan banyak anggota keluarga besar seperti ini. Acara resepsi yang akan dilakukan di hotel Lor In pun dilakukan bersama.
Ghani dan Raymond mengacuhkan gosip di kalangan keluarga soal pengiritan karena sebenarnya mereka sama-sama mengeluarkan uang bahkan Ashley dan Iwan pun memberikan dana untuk membantu calon mertua masing-masing.
Kini mereka sudah siap dengan acara ijab qobul yang didampingi saksi Duncan Blair, Joshua Akandra, Jeremy McCloud dan Mamoru Al Jordan.
Iwan terlebih dulu yang akan melakukan ijab kabul. Pria itu tampak tampan dengan mengenakan beskap putih sama dengan Danisha yang memakai sanggul tatanan Jawa lengkap paes dan cunduk mentul.
Ghani mengulurkan tangannya yang disambut oleh Iwan.
"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Iwan Aradhana Yustiono bin almarhum Yustiono dengan anak saya yang bernama Danisha Gayatri Giandra dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat, perhiasan kalung emas dan rumah di Mojosongo, Tunai.”
"Saya terima nikah dan kawinnya Danisha Gayatri Giandra binti Daniswara Ghani Giandra dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi?"
"SAH!"
Hanya dengan sekali tarikan nafas, Iwan mengucapkan kalimat ijab qobul dengan mantap namun mas kawin yang diberikan membuat Danisha melongo. Iwan memberikan mas kawin seperangkat alat sholat, sebuah kalung emas berliontin hati dan sebuah rumah di daerah Mojosongo
Bukannya kami akan tinggal dengan ibu Kinanti ya?
Iwan hanya tersenyum melirik istrinya. Nanti aku ceritakan. Seolah Iwan mengatakan demikian melalui mata hitamnya.
Setelah Iwan dan Danisha sah menjadi pasangan suami istri, giliran Ashley yang akan melaksanakan ijab qobul. Mata hazel Raymond menatap tajam mata biru Ashley seolah ada ketidakrelaan memberikan Kristal menjadi istri pria yang sudah dihajar olehnya dan Valora.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Ashley Matthew Sky dengan anak saya yang bernama Kristal Lara Ruiz dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat dan apartemen di Soho, Tunai.”
"Saya terima nikah dan kawinnya Kristal Lara Ruiz binti Raymond Ruiz dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi?"
"SAH!"
***
Usai acara tukar cincin dan penandatanganan surat nikah dan berkas lainnya, semua keluarga besar duduk di kursi tamu undangan hotel dan menikmati acara sarapan usai ijab dan dilakukan beberapa sesi foto keluarga. Setelah acara keluarga selesai, Kristal dan Danisha berganti pakaian yang memang mereka siapkan untuk acara garden party.
Awalnya mereka ingin di rumah Al Jordan namun Mamoru yang memiliki ide untuk melaksanakan di Lor In intimate wedding party. Alasannya adalah agar tidak pusing memikirkan sampah pesta di rumah Al Jordan.
Tentu saja permintaan mendadak klan Al Jordan tidak bisa ditolak dan pihak hotel pun mengiyakan. Dan kini kedua pasang pengantin pun sudah siap menemui para keluarga dan tamu undangan yang sudah pada hadir.
Danisha tampak cantik dengan gaun Lace bewarna putih sedangkan rambutnya dia gerai dan wajah tampak bahagia bergandengan dengan Iwan yang menatap istrinya dengan kagum.
Ghani dan Alexandra beserta Bu Kinanti menyambut anak dan menantunya dengan wajah bahagia. Setelah sekian lama menanti, akhirnya mereka bersatu juga.
Di belakang Danisha dan Iwan, Kristal dan Ashley pun berjalan dengan wajah sumringah. Beraneka drama diantara keduanya membuat berakhir di pelaminan.
Kristal memilih gaun pengantin milik sang mama Valora pada saat menikah dengan Raymond setelah dilakukan beberapa modifikasi.
"Pa sudah deh! Nggak malu apa dilihat orang, kalau papa mewek!" goda Kris sambil nyengir.
Raymond menatap judes ke anak tampannya. "Kamu akan merasakannya kalau kamu punya anak perempuan Kris!"
Kris tertawa. "Whoah! Dad! Jangan galak-galak, nanti brewoknya tambah ubanan lho!"
Raymond memukul bahu putranya. "Nanti papa cat!"
Kris semakin terbahak membayangkan papanya mengecat brewoknya dengan cat rambut.
***
Bara tampak asyik memotret semua aktifitas keluarga besarnya termasuk para keponakannya. Si kembar Abi, Reana, Rajendra bersama Joey putra Josephine dan Mario, serta Luca putra Marissa dsn Marco tampak asyik bermain bersama.
Reana menjadi putri sendiri yang dikelilingi oleh para bocah-bocah tampan. Untung mereka semua bersaudara, tidak tahu apa yang terjadi kalau mereka tidak bersaudara.
"Putriku jadi cantik sendiri ya Ra" ucap Rhett sambil membawa minuman untuk Bara.
"Kebayang Kai membawa pukulan baseball kalau ada anak laki-laki yang berani mendekat Reana" kekeh Bara sambil menerima gelas dari Rhett.
"Masih bagus pukulan baseball. Kalau Glocknya? Kacau deh!"
"Ya, namanya juga cucu Oma Yuna. Jadi terima sajalah Rhett" senyum Bara.
"Ngomong-ngomong, kapan kamu menyusul adikmu?"
Bara menoleh ke arah pria Irlandia itu.
"Masih belum tertarik aku, Rhett. Aku lebih suka seperti ini, bebas keliling dunia, bertemu dengan orang banyak, mendapatkan pengalaman yang tidak bisa kamu peroleh di bangku sekolah, belajar budaya dan bahasa baru" ucap Bara sambil menerawang.
"Jangan lama-lama menjomblo. Ada kalanya kamu harus shettle dan menikmati hidup berumah tangga" senyum Rhett.
"Tampaknya menikah dengan Kai membuatmu lebih bahagia ya Rhett?"
"Ohya, dia Scarlett O'Hara ku, Ra."
***
Kedua pengantin wanita sudah bersiap-siap untuk acara melempar bunga ke arah para jomblowan dan jomblowati yang sudah menunggu. Levi, Aidan, Arya, Nathan, Fuji dan Bara tampak ogah-ogahan ikut namun melihat tatapan tajam orangtua mereka, mau tidak mau mereka haru ikut.
"Sudah siap ya?" teriak Danisha. "1,2,3!"
Bunga yang dilemparkan Danisha mendarat dengan mulus di tangan Levi yang reflek menangkapnya membuat Eiji berteriak heboh.
"Habis ini kamu yang ijab Kabul, Toyib!" teriak Eiji bahagia yang sontak membuat keluarga besar itu heboh. Levi hanya menatap horor ke papa durjananya lalu menatap Yanti yang tersenyum ke arahnya.
"Masih ada satu bunga lagi!" Kristal berteriak. "Siap ya! 1,2,3!"
Bunga itu mendarat dengan sukses di tangan Bara yang langsung melongo.
"Mati aku!" keluh Bara yang membuat Ghani dan Alexandra tertawa.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️