The Detective And The Doctor

The Detective And The Doctor
Mulai Bergerak



Kota New York digegerkan dengan banyaknya kematian anggota klan Martinez yang membuat para pers berspekulasi adanya serial killer yang dendam dengan klan Martinez.


Edward dan Yuna saling membahu untuk berkoordinasi dengan para klan sekutu mereka. Duncan dan Elang membantu dari balik layar dengan beberapa wakil dari para klan. Mereka bekerja sama dengan detektif NYPD yang dipercaya kapten Briscoe mencari markas asli Guillermo Martinez karena seringnya dia berpindah markas.


Sementara para klan memiliki urusan sendiri, Ghani dan Alexandra menunggu hasil uji toksikologi dari FBI untuk kasus Juanita Hicks. Butuh waktu seminggu untuk FBI meneliti dan mereka membantu karena Ghani sering membantu mereka.


"Masih belum masuk hasilnya G?" tanya Joshua.


"Belum." Ghani manyun di depan laptop menunggu kabar itu, kalau terbukti berarti benar si Chaz membunuh istrinya dan motifnya uang asuransi.


"Iiihhh gemeeessss! Mana ini hasilnyaaaaa!" teriak Ghani kesal. Joshua dan Alexandra hanya menggelengkan kepalanya.


"Kebanyakan valium ya gitu deh!" umpat Joshua. Kini para cucu Pratomo sudah hampir tiga Minggu di New York dan Ghani sudah diijinkan pulang ke mansion Blair.


Pagi ini Eiji dan Javier harus pulang ke Tokyo sebentar untuk mengurus pekerjaan mereka, sedangkan Ryoma dan Abian masih harus bolak-balik New York - Boston untuk mengurus pekerjaan IT milik Abian dan Masayuki.


"Apakah kalian tahu banyak anak buah Martinez ditemukan tewas atau ditangkap oleh polisi?" ucap Alexandra membaca berita di media online.


"Berarti mereka sudah bergerak" sahut Joshua.


"Maksudnya apa Josh?" tanya Ghani.


"Tante Yuna mengkoordinasi gerakan para klan. Mereka yang bekerja dengan senyap."


Ghani dan Alexandra hanya saling memandang. Jangan macam-macam sama singa betina Pratomo.


"Josh, kamu juga harus berhati-hati dengan Miki" goda Ghani.


"Kenapa?"


"Karena dia memiliki darah Pratomo" cengir Ghani.


"Sialan!" umpat Joshua. "Mungkin Miki nggak, tapi entah kedua anak kembarku."


Ting!


Suara notifikasi dari laptop Ghani berbunyi dan pria itu bersorak meskipun setelahnya mengerenyitkan dahinya karena rusuknya masih terasa ngilu.


"Makanya nggak usah pecicilan lah, G. Sabar dulu kenapa?" omel Alexandra.


"Benar kamu, sayang. Succinylcholine!"


Alexandra dan Joshua pun menatap email hasil laporan laboratorium FBI di Quantico.


"Wah Lex, pantas kamu jadi pasangan Ghani. Cocok kalian berdua, Sherlock Holmes dan Dr Watson. Tapi kok Dr Watson nya cantik ya" gumam Joshua.


"Nggak masalah. Yuk Josh, temani ke NYPD. Aku harus menangkap penjahat!" cengir Ghani.


***


Ghani dengan Raymond Ruiz berhasil menangkap Chaz Hicks di rumah simpanannya. Kedua detektif itu menginterogasi Chaz yang awalnya menyangkal namun bukti-bukti yang dikumpulkan oleh Ghani selama menjadi kaum rebahan termasuk akses Chaz yang bisa mengambil succinylcholine, membuat pria paruh baya itu tidak berkutik.


"Sebenarnya anda bisa kok hidup enak asal tidak jajan kesana kemari saja tuh bird!" omel Ghani yang tidak habis pikir ada seorang suami tega membunuh istrinya yang sudah mendampinginya selama 20 tahun.


"Aku tidak puas dengan Juanita" kilah Chaz.


"Ceraikan dia. Selesai!" ucap Raymond Ruiz gemas. Mendapatkan Valora saja sulit kok tega menyakitinya.


"Tidak bisa begitu karena jika aku bercerai, separuh hartaku diambil Juaniata. Aku bisa bangkrut" ucap Chaz.


Sumpah demi apapun Ghani dan Raymond ingin menyunat pria di depannya sampai habis.


"Dan sekarang apa yang anda dapatkan? Istri pertama meninggal, istri kedua pasti minta cerai, dan gundikmu akan mencari sasaran baru yang bisa diporotin." Ghani menatap sinis ke Chaz Hicks.



Ghani menatap tajam. "Mr Hicks, saya memiliki kekasih yang akan saya nikahi dan untuk mendapatkan dirinya, saya hampir kehilangan nyawa. Apa saya akan bosan dengan kekasih saya yang akan menjadi calon istri dan calon ibu anak-anak saya? Saya harap tidak karena saya mencintainya dan jika, insyaallah tidak terjadi, kami sudah saling bosan, lebih baik berpisah baik-baik bukan dengan jalan membunuhnya. Tapi doa saya, kami akan selalu langgeng mengingat jalan terjal untuk bisa bersatu itu sulit."


"Kehilangan harta lebih baik daripada anda menanggung dosa seumur hidup anda dan anda harus dipenjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati karena New York masih memberlakukan. Saya harap anda dihukum mati agar bisa menghadapi nyonya Juanita disana." Ghani membereskan berkasnya dan keluar dari ruang interogasi.


Raymond Ruiz menatap Chaz Hicks yang melihat Ghani dengan tatapan marah.


"Semua perbuatan ada konsekuensinya. Anda membunuh, anda harus bertanggung jawab." Raymond pun keluar dan memanggil officer Tam untuk menahan Chaz Hicks.


***


Joshua masih duduk manis di sebelah Ghani yang termenung.


"Gila tuh orang!" umpatnya kesal.


"Sabar G, yang penting feeling Alexandra dan Budhe Nabila benar. Setidaknya Juanita bersyukur kematiannya bisa terungkap dan suaminya tertangkap."


"Apa aku terlalu idealis ya Josh menganggap menikah satu kali untuk seumur hidup?"


Joshua menatap Ghani. " Look bro, aku apa kabar? Mencintai Miki sejak usiaku 10 tahun baru berani melamarnya di usia 25 tahun dan sekarang aku berumur 30 tahun. Setiap hari aku selalu jatuh cinta dengan Miki."


"Duncan juga. Sulit mencari pria seperti Duncan yang sudah mencintai adikmu meskipun belum brojol. Betapa dia menjaga Rhea sedemikian rupa. Tidak semua orang seperti Chaz tapi banyak orang yang seperti aku dan Duncan." Joshua menepuk bahu Ghani.


"Daddyku menikah dua kali" ucap Ghani.


"Konteksnya berbeda G. Daddymu ditinggal Tante Yanti yang meninggal baru menikah dengan mommymu. Apa kamu tahu Dad Hiro juga hampir berpisah dengan mom Shanum? Tapi jujur G, di keluarga kami rata-rata menikah sekali seumur hidup."


Ghani hanya mengangguk. "Insyaallah aku dan Alexandra akan selalu bersama."


"Aamiin."


***


"Jadi? Benar dia pembunuhnya?" tanya Nabila yang datang ke mansion Blair bersama Mike Cahill, suaminya.


"Siapa bunuh siapa Ghani?" tanya Yuna bingung.


Nabila, Alexandra dan Ghani gantian bercerita tentang kasus Chaz Hicks.


"Gila! Demi uang asuransi?" Edward dan Mike menatap ketiga orang disana tidak percaya.


"Tidak semua orang lahir dengan silver spoon. Banyak okb yang lupa bagaimana susahnya mencari uang dan siapa yang mendampingi disaat kamu susah" ucap Yuna dingin.


"Darling, apakah kamu memiliki pemikiran sendiri dengan orang seperti itu?" tanya Edward.


Yuna mengerling ke arah suaminya. "Oh Mr Edward, jika anda berani macam-macam dengan saya, sudah bisa saya pastikan, bird anda saya potong habis dan dagingnya saya berikan pada burung Nasar."


Semua pria disana secara reflek memegang pusaka masing-masing.


"Ingatkan aku agar tidak macam-macam dengan istriku ini" ucap Edward dengan suara agak tercekik.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️