The Detective And The Doctor

The Detective And The Doctor
Relief



Senin pagi ini Ghani sudah bersiap di atas gedung dengan senapan sniper di tangan. Baru-baru ini dia mendapatkan laporan bahwa dokter Tan Liu masuk ke markas Martinez. Dokter itu membawa putri Luis yang baru berusia 11 tahun sebagai tamengnya.



Polisi yang bertindak sebagai pengintai markas Martinez itu pun melaporkan bahwa Dokter Tan Liu mengamuk di dalam markas dan hendak membunuh gadis cilik itu.


Ghani bersama para anggota kepolisian NYPD dan SWAT pun bergegas kesana. Setibanya di lokasi, kapten Briscoe maju ke depan pintu markas Martinez untuk berunding dengan dokter psycho itu.


"Buka passcode itu atau anak ini aku bunuh!" ancam dokter Tan Liu yang sekarang juga dikejar-kejar oleh Triad yang mengetahui bahwa dia dobel agen klan.


Edward Blair memang memberitahukan hasil penyadapan NYPD kepada Mr Chen yang membuat ketua Triad itu murka luar biasa. Sejak itu anak buahnya dikerahkan mencari si pengkhianat. Dokter Tan Liu yang akhirnya tahu menjadi buronan Triad, menculik putri Luis dan membawanya ke markas Martinez.


Dan disini Ghani harus membidik pria gila itu karena menyandera gadis tidak berdosa. Adrenalin nya terpacu kencang.


"Menyerahlah Dokter Tan. Kamu sudah terkepung!" teriak Kapten Briscoe. "Lepaskan gadis itu!"


"Beri dulu passcodenya!" teriak dokter itu.


"Apa kau tahu passcode itu untuk apa?" kapten Briscoe mencoba mengulur waktu agar para anggota SWAT bisa mengepung via belakang.


"Jangan banyak bac*ot kamu kakek tua!" teriak dokter Tan yang membuat wajah kapten Briscoe menjadi ungu. Sialan!


Ghani dan Raymond nyaris tergelak mendengar ucapan dokter edan itu.


Ya benar kapten Briscoe sudah berumur, dua tahun lagi pensiun tapi ya nggak diharafiahkan jugaaa! - Batin Ghani.


"Siapa yang tertawa, harus membelikan aku kopi dan donut sebulan!" desis kapten Briscoe melirik ke anak buahnya yang tersenyum-senyum melalui earpiece masing-masing.



"Berikan passcodenya!" teriak Dokter Tan.


Beruntung Ghani sudah mengganti passcodenya dengan passcode yang baru karena dia tidak rela tanggal ulang tahun Alexandra menjadi passcode penjahat.


"Lepaskan anak itu!" balas kapten Briscoe. "Kuberikan passcode nya!" sambil menunjukkan sebuah kertas ke dokter Tan.


Kapten Briscoe berjalan menuju tempat dokter Tan berdiri sambil memberikan sebuah kertas yang berisikan passcode yang baru.


"Berikan kertasnya!"


"Serahkan anak itu dulu!"


"Kap, berikan kertas itu pada si Tan lalu kau tarik anaknya Luis!" suara Ghani terdengar di earpiece Kapten Briscoe. "Aku sudah membidiknya."


Kapten Briscoe lalu menyerahkan kertas berisikan passcode dan secepat kilat meraih anak kecil itu ketika dokter Tan menerima kertas dengan tangan satunya karena tangan satunya memegang pistol.


Dengan langkah terburu, kapten Briscoe membawa putri Luis itu menuju mobil box milik SWAT. Mereka menunggu reaksi dokter Tan ketika membuka lemari rahasia yang hanya disisakan satu emas batangan.


Terdengar teriakan frustasi dari dalam markas itu yang menunjukkan bahwa dokter Tan kecewa tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Brengsek kalian!" Dokter Tan keluar dari kamar Martinez dan menuju ke arah depan dan hendak menembak kapten Briscoe yang berdiri menantang Dokter Tan.


Dor!



Dokter Tan pun tumbang setelah sebutir peluru menembus kepalanya. Kapten Briscoe hanya memandang ke arah tempat Ghani membidik.


"Dia mencoba menembak mu, Kap" ucap Ghani santai.


"I know. Thanks Giandra" ucap Kapten Brisco yang terdengar di earpiece Ghani.


Kelamaan - batin Ghani. Setidaknya aku bisa membuang rasa lelahku dengan menghabisi orang gila itu!


Raymond yang ada di sebelah Ghani hanya tersenyum smirk. Keduanya lalu melepaskan alat komunikasi agar tidak terdengar siapapun.


"Lega G?" tanya Raymond. Ghani tersenyum smirk.


"Yeah" ucapnya sambil tiduran diatas atap. "Lega luar biasa."


***


Setidaknya ada kelegaan buat Daniswara.


Dr Robbins memeluk cucunya. "It's over Alexandra."


"Yes Grandpa. Alhamdulillah" bisik Alexandra sambil membalas pelukan Dr Robbins.


"Semoga kalian bisa hidup tenang, sayang" ucap Dr Robbins tulus.


"Aamiin. Setidaknya yang membuat kami lelah dan nightmare sudah tidak ada di planet ini." Alexandra menangis karena lega luar biasa hari ini.


***


Luis akhirnya mendapatkan kekebalan dari FBI setelah menunjukkan lokasi dimana organ-organ tubuh itu diawetkan. Ghani menolak ikut memeriksa lokasi karena harus membuat laporan.


Aku terlalu lelah. Yang aku inginkan hanya minum kopi berdua dengan Lexa.


Luis dan keluarganya diberikan identitas baru dan ditempatkan di sebuah kota yang semua orang tidak mengenalnya. Setidaknya Luis mendapatkan kesempatan kedua untuk menjalani hidup yang lebih baik bersama istri dan anaknya.


Ghani masih harus membuat laporan baik kepada kapten Briscoe dan bagian disiplin NYPD karena dia menembak mati tersangka.


Jadwal memberikan pernyataan pertanggungjawaban Ghani atas keputusan menembak Dokter Tan akan dilakukan Senin depan.


***


Hari Sabtu pagi ini Ghani memang tidak ada jadwal kerja dan begitu pula Alexandra. Ghani ingin menghabiskan waktu dengan tunangannya setelah seminggu ini sibuk dengan laporan dan laporan.


Alexandra memutuskan memakai baju hitam dengan berkerah tinggi dan celana hitam. Ghani memang menawarkan Alexandra untuk berkunjung ke makam kedua orang tuanya setelah kasus ini selesai.


Gadis itu berjalan keluar dari lobby apaartmennya mencari tunangannya. Tampak Ghani bersandar di mobilnya sembari melihat ponselnya.



Alexandra tersenyum lalu menghampiri pria yang sudah membuatnya bahagia selama ini.


"Daniswara" sapanya dan Ghani menoleh dengan senyum terkembang.



"Halo sayang" balasnya.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Alexandra.


Ghani menghampiri gadisnya dan memeluknya erat yang dibalas Alexandra sama eratnya.


"Alhamdulillah sudah selesai" bisiknya.


Alexandra mengangguk di dalam pelukan Ghani. Pria itu lalu memegang wajah Alexandra lalu mencium bibir gadis itu lembut.


"Love you dokter Jalapeno ku."


"Love you too Detektif mesumku" kekeh Alexandra.


"Aku nggak mesum!" protes Ghani yang membuat Alexandra tertawa.


Keduanya lalu masuk ke dalam mobil Ghani dan pergi membelah jalan di Manhattan.


*** END ***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


End dulu yaaaa gaeeesss...


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️