
Ghani dan Alexandra sekarang sudah mulai masuk kerja seperti biasa namun Ghani mengernyitkan dahinya melihat Raymond tampak kusut.
"Kamu kenapa Ray?" tanya Ghani.
"Apa semua wanita hamil itu menyebalkan?" tanya Raymond.
"Mana aku tahu soalnya Lexa belum hamil" cengir Ghani.
Raymond mencebik. "Kalau Alexandra sudah hamil sekarang, kamu sudah habis di tangan Oom Abi karena DP duluan!"
"Iyalah! Aku bisa digorok Daddyku!" ucap Ghani dengan meringis. "Lora kenapa?"
Raymond menghela nafas panjang. "Setiap hari aku harus menemani dirinya makan pasta. Biarpun aku masih ada darah Italia, tapi tiap hari makan pasta kan ya eneg juga!"
Ghani tertawa kecil. Dia tidak berani meledek Raymond karena belum tentu Alexandra jika hamil nanti lebih baik dari Valora. Kalau lebih parah, bisa-bisa habis dia dijadikan bulan-bulanan.
"Dinikmati saja Ray. Kata mommy bawaan bayi memang begitu."
"Tante Dara waktu hamil kamu ngidam apa?"
Ghani nyengir. "Mommy tuh ngidam cireng sama kayak Rhea dulu waktu hamil Kaia. Kamu tahu, Duncan sampai mengirimkan George ke Jakarta naik pesawat pribadi D hanya untuk mengambil cireng yang sudah dibuat oleh Rain."
"Parah deh Rhea" kekeh Raymond. "Untung suaminya sultan."
"Mommy dulu sukanya nonton detektif Conan dan semua serial tv crime gitu. Kalau diganti sama Daddy, mommy bisa nangis dramatis gitu" senyum Ghani mengingat cerita Daddynya.
"Ish masih mending nonton film, lha ini?" keluh Raymond.
"Sabar pak, sabar" senyum Ghani.
"Udah deh! Anak aku kan nanti begitu keluar langsung dua, habis itu nggak mau nambah lagi. Aku takut sifat bar-bar Val akan menurun nanti aku yang pusing!" Raymond lalu membuka berkas kasus yang harus ditangani.
"Yuk konsentrasi kerja bro!"
***
Alexandra pulang sendiri ke apartemen Ghani karena tadi suaminya mengatakan akan pulang malam. Dokter itu pun langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah mengikat rambutnya, Alexandra menyalakan bluetooth spekar untuk menyetel lagu-lagu favoritnya sembari memasak untuk Ghani.
Alexandra menyetel lagu dari film Lion King versi kartun. Dibandingkan yang live action, entah kenapa dirinya lebih suka versi pertama.
Can you feel the love tonight?
The peace the evening brings
The world, for once, in perfect harmony
With all its living things
Can you feel the love tonight?
You needn't look too far
Stealing through the night's uncertainties
Love is where they are
Alexandra membuka buku resep dari sang mama mertua. Dara memang mengirimkan berbagai macam resep masakan yang sesuai kesukaan Ghani. Mengetahui di New York terbatas bahan makanannya untuk masakan Jawa, jadi sang mama memberikan resep yang sekiranya Alexandra bisa menemukan di Asian market.
Malam ini masak telur balado dan sayur tumis sayuran saja ah yang cepat.
Alexandra pun segera menyiapkan semua bahan sesuai dengan resep Dara. Sambil bersenandung dia mulai acara masak sampai dia tidak mengetahui sang suami sudah masuk ke dalam apartemen.
"Sayang?" panggil Ghani.
Alexandra terlonjak kaget.
"Astaghfirullah Mas! Kaget aku!" ucapnya. Ghani hanya tersenyum lalu mencium pipi dan bibir istrinya sekilas.
"Mandi dulu sana mas. Nanti selesai mandi, makanan sudah siap." Ghani pun mengangguk patuh lalu masuk ke dalam kamarnya dan melihat istrinya sudah menyiapkan semua keperluan dirinya.
Suara Katy Perry terdengar di apartemen Ghani dan Alexandra pun ikut bernyanyi sambil menumis sayuran.
"Unconditional, Unconditionally... I will love you Unconditionally... There is no fear now..."
Ghani hanya menggelengkan kepalanya. Untung apartemen ku kedap suara. Meskipun Ghani tahu suara Alexandra tidak terlalu jelek namun bisa saja ada yang terganggu.
Alexandra lalu menata meja dan menyiapkan semua untuk acara makan malam mereka.
Ghani yang sudah segar tampak berbinar melihat masakan istrinya.
"Wah! Tampaknya enak!" Ghani pun duduk bersebelahan dengan Alexandra.
"Nasinya segini mas?" tanya Alexandra. Ghani mengangguk.
Keduanya lalu makan dengan tenang dan Ghani tak henti-hentinya memuji masakan istrinya.
"Resepnya dari mama, mas. Kata mama masak saja yang gampang dicari di Asian market" ucap Alexandra.
"Kenapa mas?"
"Roti sobekku bisa hilang ini" Ghani melihat perutnya yang masih rata.
Alexandra terbahak.
***
Weekend ini Ghani dan Alexandra memutuskan untuk ride with Vespa. Setelah berdebat seperti biasanya, keduanya akhirnya naik Vespa pink mas kawin Ghani untuk Alexandra.
(Anggep saja gini ya gaeeesss )
"Duh kok ya pakai Vespa pink sih?" keluh Ghani.
"Nyesel kasih mas kawin begini?" ledek Alexandra.
"Nggak gitu juga Lexa" wajah Ghani langsung panik.
"Udah! Ayo berangkat!"
***
Keduanya pun naik Vespa pink Alexandra menuju Central Park dan memutuskan piknik disana. Alexandra sudah menyiapkan kimbab dan beberapa botol minuman.
Sesampainya di taman itu, Ghani pun menggelar alas untuk mereka. Alexandra membuka keranjang yang memang sudah dia siapkan untuk acara piknik mereka.
Ghani memang tadi pagi membantu Alexandra untuk membuat banyak makanan buat mereka. Dan sekarang keduanya mulai menata.
"Seru juga piknik begini Lexa. Sederhana tapi menyenangkan" ucap Ghani.
"Terimakasih mas Daniswara" senyum Alexandra.
"Terimakasih untuk apa?" tanya Ghani bingung.
"Sudah membantu aku membuat makanan untuk piknik. Jujur aku memang ingin melakukan piknik seperti ini dengan pasanganku dan Alhamdulillah sekarang terlaksana" ucap Alexandra bahagia.
"Bucket list mu apalagi yang kurang Lexa?" tanya Ghani sambil menyenderkan tubuhnya di batang pohon.
"Punya Anak" senyum Alexandra.
Ghani mengelus rambut Alexandra. "Insyaallah kita akan diberikan nanti."
Keduanya pun memulai memakan kimbab dan beberapa makanan lainnya yang sudah disiapkan.
"Kamu tahu Lexa, Raymond kemarin mengeluh soal mood swingnya Lora." Keduanya kini menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi.
( Anggep saja gini ya gaeeesss )
Alexandra menatap Ghani. "Kenapa?"
"Setiap hari Raymond harus makan pasta dan kalau tidak, Valora bisa nangis kejer" kekeh Ghani. "Sayang, aku berdoa agar besok kamu hamil janganlah aneh-aneh permintaannya."
"Aku tidak bisa menjamin itu mas Daniswara, karena hormon ibu hamil itu berbeda satu dengan lainnya."
"Aku jadi ingat omongan Daddy yang pernah berdoa agar aku tidak menjulid sama Daddy padahal aku masih dalam perut mommy" kekeh Ghani.
"Mas, apa papa memang lucu begitu aslinya?" tanya Alexandra yang kadang bingung melihat papa mertuanya begitu receh kalau bertemu dengan besannya Edward Blair.
"Kata mommy dulu Daddy kaku orangnya tapi lama-lama karena nyaman dnegan mommy malah jadi seperti ini sekarang. Apa kamu tahu mommy adalah istri kedua Daddy setelah istri pertama Daddy meninggal?"
Alexandra terkejut.
"Tapi aku lihat papa begitu bucin ke mama" ucap Alexandra.
"Daddy mah memang bucin maksimal ke mommy."
"Kalau mas gimana?"
Ghani menoleh ke Alexandra. "Aku nggak bucin banget tapi aku sangat mencintai dokter Jalapeno ku."
"Lama-lama kamu akan bucin padaku mas" senyum Alexandra.
"I know" bisik Ghani sambil mencium Alexandra.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️