
*Masih acara meritnya Rain di Jakarta*
Alexandra berjalan-jalan di sekitar mansion Ryu Reeves dan menikmati suasana disana. Gadis itu tidak menyangka bahwa Ghani memiliki keluarga yang super heboh, super reseh dan super gesrek. Benar-benar berbanding terbalik jika orang-orang membaca majalah bisnis tentang mereka yang dikenal dingin dan tanpa pandang bulu akan menghajar siapa pun.
"Alex!" sebuah suara membuat Alexandra menoleh dan tampak Miki Al Jordan Akandra datang menghampiri. Hot mommy dua putri kembar itu mengenakan gaun warna merah menyala. Blazer yang dipakainya tadi entah kemana.
Miki Al Jordan Akandra
"Miki" sapa Alexandra ramah.
"Yuk duduk" ajak Miki santai karena ini toh rumah Oomnya.
Alexandra pun duduk bersebelahan dengan Miki. Seorang pelayan meletakkan dua buah minuman dan makanan di hadapan mereka.
"Kaget ya melihat keluarga ku?" kekeh Miki.
"Sejujurnya, iya. Aku kira keluarganya Ghani sudah ramai, ternyata keluarga Duncan jauh lebih ramai" senyum Alexandra.
"Beginilah kami. Orang di luaran tahunya kami itu pengusaha dingin, kejam dan kaku padahal aslinya ya begini deh!" Miki menyesap minumannya.
"Ohya aku belum hapal siapa-siapa saja. Jadi kamu istrinya Joshua?" tanya Alexandra takut salah.
"Hu um. Aku istrinya bang Joshua dan Abang kemarin cerita banyak soal kamu dan Ghani. Anakku dua dan sumpah, aku tidak tahu kenapa gen bar-bar mommy nurun ke kedua anakku" senyum Miki.
"Kembar cantik itu kan anakmu? Josephine dan Marissa ya?"
Miki mengangguk. "Kok hapal?"
"Rhea yang memberi tahuku. Semalam sempat belajar silsilah keluarga Duncan." Alexandra melihat dua orang pria yang seumuran dengan budhe Nabila dan keduanya bergandengan.
"Miki Mousekuuuu" seru Sean sambil menghampiri Miki.
"Oom Sean! Enak saja manggil aku Miki Mouse" cebik Miki.
"Wah pantas Joshua bela-belain 15 tahun dapatin kamu, lha hot begini rupanya si mama cantik satu ini" senyum Brandon.
"Ini siapa Miki?" tanya Sean ke Alexandra.
"Alexandra ini calonnya Ghani, kakaknya Rhea istrinya Duncan." Alexandra mengulurkan tangan dan disambut oleh Sean dan Brandon.
"Duncan anaknya Yuna sama mafia kampret itu kan?" gelak Sean.
"Ish Oom Sean! Kalau Oom Edward denger, bisa ramai tar" kekeh Miki. "Alexandra, perkenalkan ini Oom Sean, dokter sahabat budhe Nabila, sedangkan ini suaminya Oom Brandon, musuhnya Tante Vivienne."
Alexandra melongo. "Maksudnya? Maaf kalian berdua ..."
Sean tertawa. "Yeah, we're g*y."
Alexandra mengangguk paham.
***
Ghani sudah melepaskan jas dan dasinya yang entah ditaruh dimana karena para pria sebayanya pun sama saja main lempar jas mahal mereka Kini dia sedang mengambil makanan karena perutnya semakin lapar.
Mata tajamnya memindai kerusuhan yang terbagi dua kelompok, grup tetua dan grup sebayanya. Meskipun dia termasuk bukan klan langsung Pratomo, namun mereka tidak pernah membeda-bedakan. Bahkan Daddynya, Abi, juga dengan cueknya ribut dengan Oom Edward, sang besan dan harus dilerai oleh Oom Stephen dan Oom Antasena. Keluarga Sultan kok bobroknya ampun begini sih!
"Masnya kakaknya mbak Rhea ya?" sebuah suara membuat Ghani menoleh.
"Iya mbak. Mbak siapa ya? Maaf saya kurang begitu hapal keluarga Duncan" jawab Ghani ramah.
"Saya Sinta mas, pegawainya mbak Rain. Mbak Rhea dan Mbak Maira. suka main ke toko kue mbak Rain jadi kenal mbak Rhea."
Ghani hanya manggut-manggut.
"Mas Ghani tinggal dimana?" Ghani melongo menatap gadis yang usianya dibawah Rhea.
"Kenapa memangnya mbak?" tanya Ghani santai.
"Soalnya mas Ghani nggak pernah kelihatan di toko" ucap Sinta lagi.
"Ya iyalah aku nggak pernah ke tokonya Rain, soalnya aku tinggal di New York sama ma dik Rhea. Lagipula aku kan kerjanya nggak bisa seenaknya cuti seperti Duncan." Ghani tersenyum smirk.
Sinta melongo. "New York? New York Amrik?" Ghani mengangguk.
"Mas Ghani, ayo aku kenalin sama Oomnya Duncan yang belok!" ajak Rhea. "Halo Sinta."
"Halo mbak Rhea" balas Sinta dengan tersenyum manis.
"Mas Ghani habiskan ini dulu dik, sebentar. Dikit lagi." Rhea pun mengangguk lalu duduk menemani kakaknya.
"Senang mbak. Kapan lagi bisa masuk ke lingkungan elite tapi ramai begini" kekeh Sinta. "Menyenangkan ya?"
"Bikin pusing sih tapi ya gitu deh" kekeh Rhea.
"Sudah habis. Mas mau diajak kemana Thow dik?" tanya Ghani lembut.
"Kenalan sama Oom Brandon dan Oom Sean" ucap Rhea. "Mbak duluan ya Sin."
***
Ghani melongo melihat tunangannya dengan santainya ngobrol dengan dua Oom yang saling duduk bersebelahan. Tampak Miki dan Joshua yang sudah menyusul duduk disana.
"Oom Sean, Oom Brandon, kenalin ini Kakaknya Rhea, Ghani. Mas Ghani calonnya Mbak Alexandra" ucap Rhea. Ghani menyalami Brandon dan Sean sopan lalu duduk bersebelahan dengan Alexandra.
"Hai Josh" sapa Ghani ke Joshua.
"Hai G."
"Jadi kalian tinggal di New York?" tanya Sean. "Oh I love New York!"
"Apalagi Broadway ya Oom" senyum Rhea.
"Nah bener!" Sean semakin semangat mendengar cerita Rhea tentang Broadway karena pernah disana sebelum mengalami kecelakaan.
"Aku merasakan ada yang aneh diantara dua pria itu" bisik Ghani ke Alexandra.
"Ya karena mereka couple yang you know lah" balas Alexandra sambil tersenyum. Ghani langsung paham dan terkejut bukan kepalang ternyata keluarga suami adiknya penuh dengan surprise.
"Kalian kapan menikah?" tanya Brandon ke Ghani dan Alexandra.
"Insyaallah dua bulan lagi" jawab Ghani.
"Dua bulan lagi G?" tanya Joshua.
"Iya J. Mencari jeda setelah Rain menikah biar nggak terlalu dekat" sahut Ghani.
"Semoga kita bisa datang, ya Sean. Aku tahu kamu kangen Broadway kan?" ucap Brandon.
"Iya semoga."
***
Ghani dan Alexandra beserta Abi dan Dara sampai di rumah dengan tubuh lelah. Hari ini memang penuh kehebohan dan kerusuhan tetapi hubungan kekeluargaan semakin erat diantara mereka.
Duncan dan Rhea memutuskan pulang ke mansion milik Edward dan Yuna karena sudah lama tidak kesana meskipun rumah Abi lebih dekat.
Ghani masuk ke dalam kamarnya yang ditempatinya sejak kecil. Tidak banyak yang berubah, sang mommy masih suka meletakkan potpourri di lemari pakaiannya hingga selalu wangi.
Pria itu tersenyum melihat foto-fotonya waktu kecil.
"Daniswara" panggil Alexandra sambil mengetuk pintu kamar Ghani. Pria itu membukanya dan tampak gadisnya sudah mandi dan memakai kaos rumahan plus celana jeans selutut.
Ghani pun menarik tangan Alexandra. "Sini aku tunjukkan kamarku waktu kecil hingga mau kuliah."
"Tapi mama Dara minta kamu turun buat makan..."
"Sebentar saja!"
Alexandra melihat kamar Ghani yang bernuansa hitam putih dan abu-abu.
"Benar kata Rhea. Kamu tuh terlalu monochrome."
Ghani mendelik.
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaa
Entah apa yang aku ketik ini... wkwkwkwkwk
Sabar yaaaa Ghani otw halal.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️