The Detective And The Doctor

The Detective And The Doctor
Otw Sah - versi Ghani



Ghani dan Alexandra pulang ke apartemen masing-masing setelah sampai di New York. Tiga sopir keluarga Duncan tadi memang menjemput ketiga pasang suami istri itu dan masing-masing mengantarkan ke rumah.


Alexandra menikmati apartemennya setelah membersihkan diri dan sudah segar sekarang lalu menjatuhkan tubuhnya diatas kasurnya.


"Aaaahhhh kasurku! Kamarku!" teriaknya bahagia. "Beli online saja deh makan malamnya." Alexandra lalu mengambil ponselnya dan segera memesan makanan untuk dinner.


Usai memesan makanan, ponsel Alexandra berbunyi dan tampak nama Ghani disana. Gadis itu kemudian menerima panggilannya.


"Assalamualaikum Daniswara" senyumnya.


"Wa'alaikum salam. Sudah mandi? Sudah segar?" tanya Ghani yang tampak masih mengeringkan rambut hitamnya.


"Sudah dan sudah pesan makanan."


"Iya, mending gitu saja. Capek kan 18 jam di pesawat" ucap Ghani.


"Kamu pesan makanan juga?"


"Tadi habis ngantar kamu, aku mampir beli makanan jadi nggak online."


Alexandra tersenyum. "Daniswara."


"Apa baby?" tanya Ghani.


"Terimakasih sudah mengajakku bertemu dengan keluargamu. I really appreciate that."


Ghani tersenyum. "Sama-sama sayang."


***


Waktu berlalu dan sekarang adalah Minggu Ghani akan melangsungkan pernikahan. Abi dan Dara sudah datang seminggu sebelumnya bahkan melakukan acara lamaran resmi ke Dr Robbins sebagai wali Alexandra di sebuah restauran.


"Saya sangat bersyukur, cucu saya mendapatkan calon suami yang saya tahu anaknya baik" ucap Dr Robbins waktu itu.


Acara lamaran resmi itu hanya dihadiri oleh Abi, Dara, Ghani, Alexandra dan Dr Robbins karena Duncan dan Rhea ada acara di Boston. Kini mereka berada di apartemen Alexandra karena Dara ingin mereka lebih private daripada di restauran.


"Saya juga bersyukur Ghani sudah mendapatkan tambatan hatinya sebab anak ini sulit untuk membuka hatinya karena terlalu kaku" kekeh Abi. "Biarpun sekarang sudah banyak berubah sih!"


"Mr Giandra bisa saja" kekeh Dr Robbins.


"Jadi nanti pas acara ijab Kabul, Dr Robbins sebagai saksinya Alexandra kan?" tanya Dara kepada Abi.


"Iya Adara karena satu-satunya keluarga kan memang Dr Robbins sedangkan sebagai wali nikah nanti ada wali hakim karena almarhum orang tua Alexandra berbeda agamanya" papar Abi.


"Saya memang berbeda dengan Alexandra jadi saya menghormati aturan agama anda, Mr Giandra dan saya sangat berterima kasih menjadi saksi cucu saya."


"Nanti saat Alexandra hendak duduk di kursi ijab Kabul, saya minta Dr Robbins yang menggandeng Lexa. Karena bagaimanapun, seorang putri pasti ingin diantar oleh ayahnya namun anda juga sebagai pengganti ayah Alexandra selama ini" ucap Dara lembut.


Ghani dan Alexandra hanya mendengarkan bagaimana para orang tua menyusun acara. Mereka menyerahkan semuanya ke Abi dan Dara karena pasti tahu yang terbaik.


***


Ghani dan Alexandra memutuskan untuk tidak membeli rumah seperti yang mereka rencanakan awal karena mereka berdua tidak menemukan yang cocok. Abi sendiri lebih suka jika mereka tetap di apartemen.


"Bukan apa-apa, apartemen kalian juga aman. Jika nanti punya anak, pindah saja ke apartemen lebih besar atau ke penthouse" usul Abi karena kemarin mereka berempat berkeliling mencari rumah, Abi dan Dara agak ngeri dengan lingkungannya.


Ghani pun menyetujui usul sang Daddy karena dia sendiri berkecimpung di kepolisian jadi tahu sekali bagaimana disana.


"Kan seru tuh, kamu bosan disini bisa ke apartemenmu G" kekeh Abi santai.


"Mending kalian mencari penthouse kan sama saja membeli rumah harganya atau kamu hubungi Keanu, kan dia memegang PRC group di Amerika. Siapa tahu ada penthouse dijual oleh mereka" usul Dara yang tahu PRC group bergerak di bidang real estate.


"Nanti aku hubungi mas Keanu tapi kan nggak buru-buru juga mom kita membeli penthouse. Itu rencana jangka panjang lah" ucap Ghani.


"Senyamannya kamu saja G yang penting kalian berdua saling terbuka dalam komunikasi apapun" sahut Abi.


"Iya Dad."


***


Acara pernikahan Ghani pun diselenggarakan di mansion Blair karena luas dan pula itu atas permintaan Rhea. Bukan tanpa alasan tapi demi kenyamanan semua anggota keluarga yang datang.


Panji tidak bisa datang karena masih harus mengurus peresmian apartemen di Surabaya milik PRC group. Savitri juga berhalangan hadir karena harus mengawasi ujian semester genap.


Dara merasa bersyukur sang Kakak Andra dan istrinya Marissa bisa hadir di acara pernikahan Ghani di New York karena Andra bekerja sebagai dokter di Chicago.


"Mas Andra, Mbak Marissa. Apa kabar?" sapa Dara kepada kedua kakaknya.


"Alhamdulillah baik. Akhirnya pada mentas semua ya dik" senyum Andra.


"Alhamdulillah. Udah lega aku, anak-anak sudah mendapatkan jodohnya masing-masing" senyum Dara.


"Mas Andra!" sapa Abi sambil tersenyum lalu memeluk kakak iparnya. "Sehat mas? Mbak?"


"Alhamdulillah."


"Lho dokter Andra Haryono?" sapa Nabila melihat rekan sejawatnya.


"Wah dokter Nabila?" senyum Andra melebar melihat dokter senior yang terkenal galak tapi bobrok kalau sudah bercanda. "Anda tamu undangan juga?"


Nabila tertawa. "Ya iyalah, wong Ghani jadi keponakan saya. Suaminya Rhea kan keponakan ku."


"Owalaahhh" ucap Andra dan Marissa berbarengan.


"Lho dokter Andra?" sapa Mike.


"Dunia sempit ya dokter Mike" kekeh Andra.


"Ini kenapa jadi pertemuan para dokter ya?" gumam Abi sambil menggaruk kepalanya.


***


Brandon dan Sean sudah datang dan asyik ngobrol dengan Vivienne dan Valora.


"Jadi anakmu kembar Lora?" tanya Brandon.


"Iya Oom. Hasil USG ada dua titik. Doanya mas Kenzo terkabul tuh!" cebik Valora manyun.


"Bagus dong! Bener doanya Keanu, supaya bar-bar mu berkurang" kekeh Sean.


"Kalian serius mau ke Broadway?" tanya Vivienne.


"Iya. Rhea mengajak nonton Phantom of the Opera. Rencananya lusa. Kalian mau ikut?" tanya Sean.


"Nggak Oom, Lora mau di rumah saja" ucap Valora.


Mereka semua menoleh ketika beberapa mobil polisi NYPD memasuki halaman mansion Blair. Tampak kapten Briscoe turun bersama kapten Benson dan kapten Smith. Abi, Edward, Dr Robbins dan Duncan lalu menghampiri ketiga kapten yang dibantu Ghani memecahkan kasus Cypress.


"Akhirnya saya bertemu dengan ayah Giandra. Senang bertemu dengan anda Mr Giandra" ucap kapten Briscoe yang terpaksa mundur pensiunnya karena masih belum mendapatkan pengganti yang kompeten.


"Terimakasih kapten Briscoe" ucap Abi yang kemudian menyapa dua kapten lainnya. Mereka tidak mengira bahwa Ghani memiliki hubungan keluarga konglomerat karena setahunya hanya Edward Blair yang menjadi kerabat Ghani. Sewaktu Raymond menikah dengan Valora, dilaksanakan di Manchester Inggris bukan di New York jadi mereka tidak ada yang datang.


"Ngomong-ngomong, mana nih pengantin prianya?" tanya Kapten Benson.


"Disini kap" sahut Ghani yang muncul dengan mengenakan tuxedo.



***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Semoga bisa tambah chapter lagi


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️