The Detective And The Doctor

The Detective And The Doctor
Side Story - Fitting



Danisha dan Kristal sama-sama terkejut melihat baju kebaya yang sudah dibuat dengan penuh Payet serta Swarovski.


"Danisha, ini terlalu mewah" bisik Kristal yang membuat Danisha melotot.


"Seriously Kristal? Kamu itu keturunan siapa? Kalau tidak mewah begini bisa ramai" ucap Danisha.


"Hei! Aku kan sama dengan mu D, sama-sama tidak suka kemewahan!" Kristal pun manyun.


"Mau gimana? Ini hasil karyanya Tante Savitri dan Tante Sabrina" sahut Danisha.


Keduanya kini sama-sama berada di ruang ganti dengan dibantu oleh asisten dari butik teman Savitri.


"Maafkan kedua orangtuaku ya D" bisik Kristal.


"Kenapa?"


"Aku dan Ashley kesannya menjadi nebeng ke kalian deh!" senyum sedih Kristal.


Danisha tertawa. "Tak apa, malah ramai jadinya dan menurut mama mending sekalian biar capeknya barengan."


"Masih bagus Tante Alexandra bilang gitu. Bara malah bilang 'apa papamu lagi keluar mode pelitnya'?" keluh Kristal yang membuat Danisha terbahak.


"Mas Bara memang sama ma papa kalau sudah keluar sarkasme nya" kekeh Danisha.


"Apa Iwan akan tetap menjadi GM di tempat mu, D? Dan kamu tetap menjadi CEO?" tanya Kristal usai fitting kebaya yang diikuti oleh Danisha.


"Sementara masih begitu, K" jawab Danisha.


Keduanya keluar dari kamar ganti dan sama-sama menahan nafas karena takjub dengan cantiknya kebaya mereka.


"Wow!" seru keduanya dan sama-sama saling berpandangan. "Cantiknyaaaa!"


***


Danisha dan Kristal kini sudah sampai di rumah sedangkan calon pengantin pria masih melakukan fitting dengan diantar Bara dan Levi.


"Arjuna datang besok bersama Sekar, Jendra, Oom Jeremy dan Tante Rain. Mereka semua menginap di Alila" ucap Levi yang membaca pesan dari ponselnya.


"Papa dan mama datang lusa bersama Oom Duncan, Tante Rhea, Kaia, Rhett, si kembar dan Aidan. Oom Abian dan Bryan juga ikut dengan mereka." Bara membaca pesan dari sang mama.


Levi membaca lagi. "Keia datang dengan Ezra lalu Oom Mamoru datang bersama Tante Ingrid dan Fuji. Oom Joshua dan Tante Miki datang lusa bareng duo JM dan dobel M suami mereka." Wajah Levi cemberut.


Bara yang melihat wajah sepupunya cemberut langsung kepo. "Kenape lu, Vi?"


"Bokap datang besok dan minta bertemu dengan Yanti. Apa hubungannya ma Yanti coba?" keluh Levi sebal.


"Kok tahu soal Yanti? Apa ada yang membocorkan?" gumam Bara.


Levi hanya mengedikkan bahunya.


Ashley dan Iwan sudah mengenakan tuxedo masing-masing yang langsung mendapatkan jempol dari Bara dan Levi.


Suara ponsel Levi berbunyi dan wajahnya langsung tampak malas begitu tahu siapa yang menelpon.


"Assalamualaikum Pa" jawab Levi malas.


"Wa'alaikum salam Toyib" sapa Eiji dari seberang.


"Astaghfirullah pa! Aku laporin ke mama lho kalau papa ganti namaku seenaknya!" ancam Levi sebal.


Bara hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar keributan sepupunya dengan papanya.


"Laporin saja wong kamu memang bang Toyib, Vi" kekeh Eiji. "Gimana kabar Yanti, calon menantu papa?"


Levi melongo. "Hah? Papa habis minum sake terus sekarang mabok?"


"Eh! Nggak lah! Papa tidak mabuk, Levi sayang. Papa juga ingin merasakan mantu tahu!"


"Kok papa langsung bilang Yanti calon menantu papa?" protes Levi.


"Lha sekarang cewek mana yang bisa dekat sama kamu kecuali Yanti. Papa juga tahu kamu beberapa kali ke rumahnya makan satai, dan ke kantor Danisha buat ajak makan siang. Ternyata anak papa beberapa hari ini sibuk ya?" kekeh Eiji.


Levi menepuk jidatnya. Ayahnya tidak pernah melepaskan dirinya dari pengawal bayangan jika di luar New York.


"Pa, bukan berarti aku dan Yanti pacaran lah!" bantah Levi.


"Itu sudah pacaran, Levi Anthony Reeves! Sudah, papa nggak mau kalian lama-lama pacaran! Besok selesai acara Danisha dan Kristal, kamu bawa kami bertemu dengan ayah Yanti!"


"Pa, kami itu baru penjajakan belum ke tahap serius!"


"Yeeee, wong papa yang punya karep! Sudah, kamu dah terlalu lama jadi bang Toyib jadi sekarang papa yang maju!" putus Eiji.


"Biar junior mu nggak karatan, Vi!" sahut Eiji cuek.


Levi terbengong mendengar ucapan Eiji. "Astaghfirullah! Papaaaaa!"


***


Bara, Ashley dan Levi telah sampai di rumah Savitri yang luas. Selama acara pingitan, Ashley memang tinggal bersama Savitri dan Jaehyun beserta dengan Nathan. Iwan sendiri sudah kembali ke rumahnya di Mojosongo.


Kini bersama Nathan dan Jaehyun, kelima pria itu duduk di gazebo halaman belakang rumah sambil berbincang.


"Beneran Vi, Oom Eiji minta ketemuan sama Yanti?" tanya Nathan yang geli melihat muka kusut sepupunya.


"Papa tuh memang kok! Menyebalkan!" sungut Levi.


"Oom jadi ingat waktu kita semua kumpul setelah Jeremy dan Rain menikah. Kamu masih belum lahir Vi" kekeh Jaehyun.


"Jangan bilang papa bikin perkara! Karena Vi sudah kenyang diceritakan oleh Tante Rhea soal kenakalan papa" ucap Levi sambil manyun.


"Memang Oom Eiji ngapain Dad?" tanya Nathan.


Jaehyun pun menceritakan bagaimana Eiji berbuat ulah kepo soal malam pengantin Jeremy dan Rain yang membuat Levi semakin manyun.


"Untung Oom Kenzo dan Oom Keanu sabar ya ngadepin papa, meskipun secara awu Jawa, papa kakak mereka karena Oma Alexa adalah adik Opa Alex, papanya papa" ucap Levi.


"Eiji itu memang biang rusuh!" kekeh Jaehyun.


"Prinsip papa, have fun dimana saja!"


Bara, Nathan dan Ashley hanya tertawa mendengarnya.


***


Iwan menelpon Danisha setibanya di rumah dan merasa jantungnya berdebar ketika mendengar suara lembut gadisnya.


"Sudah fittingnya tadi, mas?" tanya Danisha.


"Sudah sayang. Kakakmu dan lainnya pada kerumahnya Bu Savitri sedangkan mas memilih pulang saja sekalian istirahat" jawab Iwan.


"Mulai besok akan banyak tamu datang, mas. Dihapalkan semua ya mas" kekeh Danisha.


Iwan menghela nafas panjang. "Ya Allah, Nisha, kenapa keluargamu banyak sekali? Mas sampai pusing menghapalkannya."


Danisha tertawa. "Maafkan aku jika kami dari keluarga besar, mas."


"Tidak apa-apa, sayang karena tanpa mereka, kamu tidak akan lahir dan tidak bakalan menjadi calon istriku" kekeh Iwan.


"That's right."


"Ohya tadi mas mendengar percakapan Levi dengan papanya" ucap Iwan.


"Kak Levi dan Oom Eiji? Soal apa?" tanya Danisha bingung karena tahu Levi dan Eiji tidak pernah akur.


"Papanya Levi tahu kalau Levi sering bertemu dengan Yanti dan langsung ingin bertemu dengan pak Heri, ayah Yanti."


Danisha terkejut. "Kak Levi dan Yanti? Bukannya Yanti selalu judes ke Kak Levi ya?"


"Entahlah sayang tapi tampaknya tuan Eiji tahu banyak tentang kegiatan Levi."


Danisha memijit pangkal hidungnya. "Ya jelaslah tahu karena Oom Eiji mengirimkan pengawal bayangan ke kak Levi."


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️



Mampir Yaaaa. Thank you.


Bara setelah Danisha dan Arjuna tamat karena setting nya setelah itu.


Thank you