The Detective And The Doctor

The Detective And The Doctor
Side Story - Karena Wanita Ingin Dimengerti



Iwan pulang mengantarkan Danisha setelah tadi sebelumnya keduanya berdebat untuk siapa yang membayar wedhangan. Bagi Iwan pantang baginya dibayarin perempuan kecuali kalau dompetnya memang ketinggalan. Setelah acara eyel mengeyel itu selesai dan dimenangkan oleh Iwan, Danisha pasrah saja dibayari.


Menurut Danisha karena dia yang mengajak, harusnya dia yang membayar bukan Iwan apalagi nanti dia harus mengantarnya ke Solo Baru lalu dia kembali pulang ke rumahnya yang berada di Mojosongo.


Namun Iwan tetap menolak. "Kalau Bu Danisha mengajak saya makan di Alila atau Diamond, baru saya minta dibayari" kekeh Iwan sambil membuka dompetnya yang dimata Danisha sudah jelek.


Keduanya pun pulang dan Iwan menikmati pelukan Danisha di pinggangnya. Dan dalam hatinya Iwan bertekad bisa menaklukkan hati bossnya.


***


Kini di depan rumah Al Jordan, Danisha turun dari Vespa Iwan dan lagi-lagi dia kesulitan membuka kaitan helmnya.


"Saya bantu Bu Danisha" ucap Iwan setelah memarkirkan Vespanya. Sekali lagi wajah tampan itu mendekati Danisha untuk membukakan kaitan helmnya dan kali ini jantung Danisha yang berdebar-debar melihat wajah Iwan yang begitu dekat.


Kenapa dengan Iwan, jantungku berdebar begini tapi dengan Ezra ataupun Asen tidak. Oh come on Danisha! Kamu kok seperti ABG ?!


"Sudah Bu Danisha" suara Iwan membuat mata coklat Danisha mengerjap.


"Ini helmnya pak Iwan" Danisha menyerahkan helm warna pink itu.


"Dibawa saja Bu. Kalau Bu Danisha mengijinkan, bolehkah saya menjemput ibu besok untuk berangkat kerja?" Iwan menekadkan diri demi bisa berdekatan dengan bossnya.


Danisha tertegun. Ini terlalu cepat.


"Atau gini saja, helmnya aku bawa jadi kalau misal aku malas ke rumah produksi, naik Vespa saja gimana?"


Iwan tahu dirinya terlalu nekad tapi mendengar solusi dari Danisha, ada ketenangan tersendiri meskipun sedikit ambigu.


"Baik Bu Danisha."


"Terimakasih pak Iwan" penjaga rumah sudah membukakan pintu gerbang ketika melihat sang nona datang. "Sampai ketemu besok di kantor." Danisha membawa helm warna pink itu


"Selamat malam Bu Danisha. Selamat beristirahat."


Danisha mengangguk sambil tersenyum manis lalu masuk ke dalam rumah. Iwan menunggu sampai gerbang kokoh itu tertutup baru dia menaiki Vespa nya dan sepanjang jalan wajahnya selalu tersenyum.


This is the best night ever!


***


Asen melihat Danisha pulang diantar oleh seorang pria yang mengendarai Vespa dan wajahnya mengeras ketika pria itu terlihat mencium Danisha sambil melepaskan helm yang dipakainya.


Brengsek! Beraninya dia mencium Danisha ku!


***


Danisha sudah membersihkan diri dan sekarang memakai daster batik kesayangannya. Otaknya masih memikirkan ketiga pria yang dalam waktu bersamaan memiliki perasaan cinta untuk dirinya.


Asen, jelas Danisha merasa tidak nyaman akibat pelecehan yang dia lakukan menganggap dia wanita murahan dan malam ini dia berani muncul kembali. Danisha tak habis pikir dengan jalan pikiran pria itu.


Ezra, pria dari masa kecilnya yang dia tolong dan jujur mendengar dia ingin bertemu dengan papa Ghani, membuat Danisha respek tapi ada sesuatu yang membuatnya ragu-ragu untuk menerima Ezra entah apa itu.


Iwan. Danisha tersenyum mengingat pria itu. Bukan dari kalangan keluarga kaya, anak yatim dan ibunya hanya berjualan toko kelontong di rumahnya. Pria sederhana, pria yang selalu memberikan perhatian padanya sekecil apapun itu. Pria yang mampu membuat jantungnya berdebar-debar.


Suara notifikasi laptop nya membuatnya terkejut. Penasaran siapa yang mengirimkan pesan, Danisha membuka MacBook nya. Email dari Iwan.


Danisha pun membuka attachment yang dikirimkan dan ternyata sebuah lagu lawas dari Ada Band.


Ingin kuajak engkau menari


Bermandi hangat cahaya bulan


Sebagai tanda kebahagiaan


Bagi semesta cinta kita


Karena wanita ingin dimengerti


Lewat tutur lembut dan laku agung


Karena wanita ingin dimengerti


Bintang terang itulah dirimu


Janganlah redup dan mati


Aku dibelakangmu memeluk dan menjagamu


Wajah Danisha merona. Baru kali ini ada seorang pria memberikan lagu romantis seperti ini. Danisha membaca pesan yang ada di bawah attachment.


Lagu ini aku persembahkan untuk wanita yang membuat aku tidak bisa berpaling ke wanita lain sejak pertama kali melihatnya dua tahun lalu.


*Semoga nona Danisha memberikan kesempatan bagi aku untuk membuktikan perasaanku dan ini baru awalnya...


I.A*


Danisha menutup mulutnya yang melongo. Dua tahun lalu? Selama itu kah kamu memendam perasaan? Danisha terharu dengan cara Iwan mendekatinya yang sederhana namun membuat hatinya menghangat.


Mama, aku jatuh cinta dengan seorang pria sederhana ... Tanpa sadar, airmata Danisha mengalir, hatinya tersentuh. Mungkin Iwan tidak bisa memberikan aku semua barang yang branded tapi aku tidak butuh itu! Rasa dicintai setulus hati hanya memandang diriku sebagai subyek tanpa membawa nama keluarga, adalah keinginan sederhanaku.


Danisha bertekad untuk melakukan sholat istikharah agar mendapatkan jawaban.


***


Di tempat lain, tepat jam dua malam, Iwan terbangun dan bersiap melakukan sholat tahajud. Usai melaksanakan sholat, Iwan pun berdoa agar diberikan ketetapan hati untuk Danisha.


"Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat."


Kusebut namamu selalu dalam setiap doaku, Danisha Gayatri Giandra.


Setelahnya Iwan mengaji seperti kebiasaannya setiap malam. Hatinya sangat bahagia bisa mendapatkan kesempatan berdua dengan Danisha setelah sekian lama dia selalu berharap.


Sambil menunggu waktu sholat, Iwan membuka laptop nya dan melihat balasan email dari Danisha.


Terimakasih, I really love that song.


Iwan tersenyum. Setidaknya aku tidak dihajar secara tulisan karena berani merayu bossnya sendiri.


***


Danisha sendiri sudah melakukan sholat di sepertiga malam meskipun tidak setiap malam dia lakukan tapi kali ini dia memantapkan hati untuk melakukan sholat istikharah usai melaksanakan sholat tahajud.


"Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat."


Danisha berdoa dengan khusyuk dan berharap mendapatkan jawaban yang terbaik dari Sang Pencipta.


Suara ponselnya berbunyi dan Danisha tahu bahwa itu pasti sang mama Alexandra yang selalu menelponnya jam-jam segini.


"Assalamualaikum mama" sapa Danisha.


"Wa'alaikum salam sayang. Nisha, ini mama habis sholat asar tapi entah kenapa kok mama seperti ada yang membisikkan ke mama."


"Bisikan apa ma? Mama hari ini gadha kasus?" kekeh Danisha.


"Bukan sayang, kalau kasus mah tiap hari anak cantik mama" gelak Alexandra. "Ini mama kok dapat bisikan nama seseorang tapi mama ragu-ragu apakah ini orang yang sama yang kamu ceritakan."


"Siapa ma? Aku kan banyak cerita sama mama" jawab Danisha bingung.


"Namanya Iwan. Apakah dia manager di AJ Corp yang kamu ceritakan dulu? Memang dia kenapa sayang?"


Danisha melongo.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️