
AJ Russell terkejut ketika Ghani dan Raymond menunjukkan bukti-bukti bahwa yang meninggal dimutilasi adalah Tammy Young.
"Bagaimana mungkin Giandra? Tammy masih ada di tahanan rumah. Ada kok buktinya!" AJ Russell menunjukkan video dimana Tammy sedang di rumah milik FBI dan diawasi oleh dua orang agen.
Ghani dan Raymond melotot melihat Tammy Young memasak disana. Apakah Tammy Young memiliki saudara kembar?
"Bro, kok bisa ada dua Tammy Young?" bisik Raymond.
"Aku sendiri tak paham Ray" balas Ghani. "Bagaimana jika kita semua kesana untuk membuktikan apakah wanita itu Tammy Young atau kembarannya meskipun aku tidak memiliki data dia kembar."
"Kita berangkat sekarang!" ajak AJ Russell.
***
Ghani, Raymond dan AJ Russell datang ke sebuah rumah di daerah pinggiran Queens yang dari luar tampak seperti rumah biasa namun Ghani bisa melihat beberapa CCTV disana.
AJ menunjukkan badge diikuti oleh Raymond dan Ghani. Oleh agen disana, ketiganya pun masuk. Tampak dua agen FBI disana sedang asyik nonton pertandingan football, sedangkan di halaman belakang masih ada dua agen lagi yang menyamar.
Ghani menyapa Tammy Young yang sedang memasak.
"Hai Tammy!" sapanya.
"Halo Giandra. Ruiz" balas Tammy.
"Bagaimana bahumu yang kena tembak?" tanya Raymond.
"Sudah membaik kok!" Tammy menunjukkan bekas luka tembakan karena pada saat itu dia memakai jaket dan tank top.
Sial! Dia ada luka tembakan!
Ghani dan Raymond saling berpandangan. Ganti taktik lain nih!
"Young, kamu ingat nggak kasus Troy?" tanya Ghani.
"Kasus dokter yang dibunuh di apartemen One Manhattan itu?" tanya Tammy Young balik bertanya.
"Hu um."
"Kenapa memangnya Giandra?"
Raymond membatin. Bahkan suaranya pun sama.
"Apa kamu ingat kejadian itu di lantai berapa ya?"
Tammy menatap Ghani dengan tatapan tidak percaya. "Yakin seorang Ghani Giandra tidak ingat kasusnya?"
"Itu kan kasusmu Young" ucap Ghani sambil nyengir.
"Kejadian itu di lantai enam, Giandra."
Ghani tersenyum smirk. "Apa kamu yakin?"
"Yakin lah Giandra, kasus itu di lantai enam."
Ghani langsung memborgol Tammy Young yang membuat AJ Russell, Raymond dan para agen FBI melongo.
"Orang ini bukanlah Tammy Young!" ucap Ghani yakin.
***
Gadis yang bernama asli Ciarra Young adalah saudara kembar Tammy Young. Keduanya saling bertukar informasi karena Ciarra aslinya seorang pencuri kecil dan pelac*ur. Tammy bisa mendapatkan tersangka berkat bantuan Ciarra. Tammy memang sengaja tidak mencantumkan nama Ciarra sebagai saudara kembarnya.
"Bagaimana kamu tahu kalau aku bukan Tammy?" tanya Ciarra ke Ghani.
"Kasus Alicia Troy bukan di lantai enam tapi di lantai empat!" ucap Ghani dingin.
Ciarra hanya tersenyum tipis.
"Lagipula, aku menemukan mayat saudara kembarmu tewas dimutilasi di sebuah rumah kosong" sambung Ghani dengan wajah serius.
Ghani dan Raymond mengangguk. Ciarra terdiam dan setelahnya gadis itu menangis histeris. AJ Russell dan agen FBI disana terkejut bagaimana mereka bisa kecolongan.
"Apa kalian pernah pergi keluar, ke tempat umum?" tanya AJ Russell kepada para agen-agennya.
"Kami pernah pergi ke market dekat sini untuk membeli perlengkapan wanita karena kami tidak paham" ucap salah satu agen.
"Kapan itu?" tanya AJ Russell tajam.
"Dua Minggu lalu" jawabnya.
"Ceritakan padaku bagaimana kamu bisa bertukar dengan detail!" AJ Russell benar-benar tidak habis pikir. Kenapa nggak beli online?
***
Ciarra bercerita ketika Tammy tertembak dan dibawa ke rumah sakit, dia sedang berada di rumah sakit yang sama untuk perawatan akibat dipukul oleh pelanggannya.
"Orang-orang tidak mengenali wajah kami sama karena saat itu wajahku benar-benar mengerikan. Aku melihat Tammy tergeletak di tempat tidur dan ketika kalian lengah, aku menghampirinya."
Ciarra meminum teh panasnya dengan borgol masih terpasang namun sekarang sudah dipindah ke depan, bukan di belakang tubuhnya.
"Tammy menceritakan padaku bahwa dia ditembak oleh Guillermo Martinez ketika polisi berhasil menggrebek markasnya. Aku mengatakan bahwa Guillermo sudah mati ditembak polisi dan dia menangis karena posisinya dia sedang hamil anak bajing*an itu tiga Minggu!" wajah Ciarra itu mengeras.
"Ketika kalian memindahkan Tammy, diam-diam aku mengikuti kalian hingga aku mengetahui lokasi ini. Tammy merasakan bahwa aku dekat dengannya karena kami kembar, kami memiliki ikatan batin sendiri. Aku bahkan menyewa sebuah rumah di depan kalian itu agar aku bisa memantau kalian."
"Dari mana kamu memiliki uang Ciarra? Menyewa rumah itu tidak murah sedangkan semua tabungan Tammy, kami blokir" ucap AJ Russell.
"Itu kan yang kalian tahu. Tammy memiliki dua rekening yang satunya atas namaku. Jadi uang yang kalian lihat di laporan keuangan Tammy hanya separo yang dia miliki. Separo nya diberikan padaku."
Semua orang disana melongo.
"Dua Minggu lalu, aku melihat kalian keluar dan aku ikuti. Ternyata kalian turun di sebuah supermarket dekat sini. Aku menyelinap dan melihat Tammy ingin membeli baju dan menuju ruang ganti. Aku dan Tammy bertemu disana dan dia memintaku untuk menggantikan posisinya."
Ghani tampak berpikir. Timeline yang dibuat Alexandra sampai saat ini cocok.
"Kami saling berganti pakaian dan aku mengikuti kalian, sedangkan Tammy pergi menggunakan mobilku dan aku tak tahu kemana" ucap Ciarra.
"Bagaimana kamu tahu soal kasus Troy?" tanya Ghani.
"Tammy dan aku sering bertukar informasi karena pekerjaanku yang berada di jalan jadi membuat Tammy tahu calon korban mana yang cocok untuk bisnis Guillermo. Ya, aku tahu bisnis sadis pria brengsek itu!" Ciarra menghela nafas panjang.
"Entah kenapa saudaraku bisa terlibat dengan orang-orang seperti itu dan sekarang dia mati dengan mengenaskan. Bagian tubuh mana yang hilang?" tanya Ciarra.
"So far laporan dari dokter forensik, yang hilang adalah kepala dan bagian perut" ucap Raymond.
Ciarra menangis keras. "Ya Tuhan. Sudah aku bilang jangan terlibat dengan Guillermo tapi dia tetap nekad!"
AJ Russell memutuskan untuk tetap menahan Ciarra di tahanan rumah FBI. "Sangat berbahaya jika dia keluar karena orang sudah tahu, maksudku si pembunuh sudah berhasil membunuh Tammy. Bukan tidak mungkin jika Ciarra kita lepas, dia akan bernasib sama dengan Tammy."
"Benar! Lagipula dia melakukan kejahatan federal menipu kalian menjadi Tammy Young di rumah tahanan FBI" ucap Ghani.
"Jika kalian menemukan sesuatu siapa pembunuh Tammy Young, kabari aku. Tenang, aku tidak akan intervensi urusan NYPD karena ini adalah kasus milik kalian. Aku akan mengurus Ciarra." AJ Russell menatap Ciarra yang melamun sedari tadi.
"Ciarra, apakah saat terakhir kalian bertemu, Tammy berkata sesuatu?" tanya Ghani.
Ciarra menoleh ke arah Ghani. "Dia hanya bilang 'aku akan mengambil apa yang menjadi hak anakku' tetapi aku tidak tahu apa itu."
Ghani dan Raymond saling berpandangan. Kembali ke markas Martinez! We're missing something in here.
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Maaf ya agak sadis dan creepy ceritanya.