
Rhea dan Dara sudah sibuk di ruang rias tempat Alexandra berdandan. Seperti yang sudah-sudah, semua cucu Pratomo tidak ada yang mau menikah ribet seperti harus memakai adat Jawa.
Dara sendiri sebenarnya sayang jika pada tidak mau pakai adat Jawa tapi yang penting sah nya kan. Akhirnya Dara mengalah lah apalagi punya menantu dua-duanya bule juga dikenal cari praktisnya.
Yuna dan Shanum yang melihat Alexandra langsung terkesima.
"Pantas Ghani mengejarnya sampai pakai acara..." suara Shanum terhenti ketika mendapatkan kode dari Yuna.
"Dara ne sait pas que Ghani a été abattu ( Dara nggak tahu soal Ghani tertembak mbak )" ucap Yuna dengan bahasa Perancis karena Yuna tahu Dara fasih berbahasa Jepang dan Korea.
"Oh." Shanum mengerti.
"Ghani mengejarnya sampai pakai acara apa mbak Shanum?" tanya Dara.
"Pakai acara ribut tiap hari kata Joshua" ucap Shanum.
"Daniswara malah memanggil saya dokter Jalapeno" cebik Alexandra manyun.
Semua wanita disana tertawa.
"Yuk siap-siap. Acara sudah akan dimulai" suara Rani Pratomo terdengar di pintu kamar Alexandra.
***
Kini di meja penghulu sudah duduk Imam Shafi Ali, seorang imam mesjid Al Hikmah asal Indonesia yang berada di Queens New York tempat Duncan biasa melakukan shalat Jum'at. Karena kedekatan Duncan dengan Imam Shafi, beliau pun bersedia menjadi penghulu.
Imam Shafi sempat terkejut mendengar semua keluarganya adalah muslim meskipun fisik bule dan campuran.
"Mas Duncan itu berapa bersaudara? Kok keluarga nya banyak banget!" tanya Imam Shafi.
"Saya anak tunggal Pak Imam tapi sepupu saya yang se RW" kekeh Duncan.
"Ini yang menikah kakak iparnya mas Duncan?" tanya Imam lagi sambil mengecek semua berkas.
"Betul pak" jawab Duncan.
Imam Shafi mengerutkan keningnya. "Ghani Giandra? Bukannya ini polisi NYPD yang memecahkan kasus human trafficking itu ya mas?"
Duncan tersenyum sambil mengangguk.
"Wah, kehormatan bagi saya mas bisa penghulu buat mas Ghani. Jujur ada jemaat kami yang menjadi korban beberapa waktu lalu sebelum mas Ghani bisa menangkapnya meskipun akhirnya tewas di baku tembak ya" gumam Imam Shafi.
Duncan hanya nyengir sembari menggaruk tengkuknya. Bapak nggak tahu saja kalau istrinya Ghani itulah yang bunuh si Martinez. Kalau tahu, bisa bubar nih ijab Kabul nya gara-gara penghulu nya pingsan.
"Pak Imam, Monggo sudah bisa dimulai acaranya" ucap Gozali sopan.
"Mas nya siapa ya? Duh, saya sampai bingung soalnya keluarga nya banyak dan ganteng-ganteng, cantik-cantik. Memang keluarga sultan itu beda" kekeh Imam Shafi.
"Saya Gozali, kakaknya Ghani" jawab Gozali.
"Oh baik mas Gozali."
Tak lama datang Abimanyu, Edward, Dr Robbins dan kapten Briscoe sebagai saksi. Sudah menjadi kesepakatan bahwa yang akan menjadi wali nikah Alexandra adalah Edward Blair.
Kemudian datang Ghani duduk di hadapan Imam Shafi dan dari dalam rumah keluarlah Alexandra diapit Dara dan Yuna. Ghani hanya melirik melihat calon istrinya duduk di sebelahnya. Setelahnya Imam Shafi memberikan wejangan bagi kedua pengantin itu.
"Mr Robbins, silahkan dibacakan kalimat mewakilkan wali nikah."
Dr Robbins pun membacakan bacaan yang ditulis di atas kertas. "
Saudara Edward Blair, saya mewakilkan kepada Anda untuk menikahkan cucu saya Alexandra Georgina Cabbot dengan saudara Daniswara Ghani Giandra dengan mas kawin uang seperangkat alat sholat, perhiasan senilai $25,000 dan sebuah Vespa seri LX 50 bewarna pink dibayar tunai.”
"Saya terima perwakilan anda, Dr Robbins."
Edward lalu menatap Ghani dan mengulurkan tangannya.
"Saudara Daniswara Ghani Giandra bin Abimanyu Giandra, Saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan Alexandra Georgina Cabbot yang walinya telah mewakilkan kepada saya untuk menikahkannya dengan Anda dengan mas kawin seperangkat alat sholat, perhiasan senilai $25,000 dan sebuah Vespa seri LX 50 berwarna pink dibayar tunai.”
"Saya terima nikah dan kawinnya Alexandra Georgina Cabbot dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." jawab Ghani tegas.
"Bagaimana para saksi?"
"SAH!" seru semua orang disana.
"Alhamdulillah."
***
"Vespa? Vespa? Pink pula warnanya?" seru Eiji sambil ketawa geli. "Serius kamu mau naik Vespa warna pink?"
"Bukan buat gue lah! Buat Lexa!" cengir Ghani. "Soalnya kemarin dia cemberut nggak boleh beli Vespa pink, ya sudah buat mas kawin sajalah!"
"Rasanya makin kesini, mas kawin keluarga kita makin antik" kekeh Yuki.
"Tapi nggak ada yang bisa ngalahin mas kawin mu Jeremy. Gila! Kastil dan kuda Arab chuy!" ucap Javier.
"Rain gimana tinggal di kastil? Nggak takut tuh bocah?" tanya Ryoma karena setahunya Rain paling takut film horor.
"Alhamdulillah nggak sih. Malah senang banget apalagi sekarang kalau masak ditemani Satan, Grey dan T-rex" ucap Elang santai.
"Siapa itu Jeremy?" tanya Kenzo.
"Dua ekor Husky ku dan anjing Beagle peliharaan ku" gelak Elang.
"Nama kok nggak ada yang bener sih!" omel Eiji.
"Kalian belum lihat huskynya sih!" Elang mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto dua anjing huskynya.
"Yang item memang pantas dikasih nama Satan" gumam Joshua.
"Kenapa memang?" tanya Eiji.
"Wajah julidnya sama ma elu!" sahut Yuki.
"Bangkeeee lu pada!" umpat Eiji kesal yang disambut tawa semua pria paripurna.
***
Alexandra kini bersama Rhea, Ajeng, Rain dan Sabina. Valora sendiri sudah istirahat di kamar karena semenjak hamil anak kembar, dirinya gampang lelah.
"Bajunya cantik, Lex" puji Ajeng.
"Terimakasih mbak Ajeng" ucap Alexandra.
"Tapi aku kaget lho sama mas kawin yang disiapkan mas Ghani. Masa Vespa pink?" kekeh Rhea.
"Jangan-jangan kemarin waktu Alexandra minta Vespa pink nggak dikasih malah dijadikan mas kawin" gumam Rain.
"Bisa jadi tuh!" sahut Sabina.
"Kalian ada yang mau ikut ke Broadway nggak? Aku punya tiket banyak nih!" ajak Rhea. "Mumpung kalian di New York."
"Nonton apa Rhea?" tanya Ajeng yang paling suka acara musikal.
"Phantom of the Opera."
"Wah bagus tuh! Mau dong! Eh tapi aku tanya mas Kenzo dulu" ucap Ajeng.
"Siapa lagi yang ikut?" tanya Sabina.
"Ada Oom Sean dan Oom Brandon, lalu Tante Vivienne dan Oom Jammie, mom dan Dad katanya juga mau ikut sama aku dan bang Duncan" ucap Rhea.
"Alexandra!" panggil Yuna.
"Ya Tante?"
"Kesini sebentar." Alexandra berpamitan kepada semua sepupunya.
"Tante Yuna ada apa ya manggil Alexandra?" tanya Rain.
"Paling mengungsikan mas Ghani dan mbak Alexandra seperti dirimu Rain" kekeh Rhea.
"Eh iyaa, kamu kemarin malam pertama diungsikan kemana?" goda Ajeng.
Wajah Rain memerah. "Rahasia!" cicitnya.
"Aaaahhhh Rain nggak asyik!" keluh Sabina.
Rain tersenyum namun sejurus kemudia tiba-tiba dia jatuh pingsan.
"Raaiiinnn!" teriak semua orang disana.
Elang yang mendengar teriakan nama istrinya bergegas masuk ke dalam rumah. Tampak di kamar Rhea dan Ajeng berusaha membangunkan Rain.
"Rain kenapa mbak? Rhea?" tanya Elang panik yang langsung menggendong istrinya untuk diletakkan ke kasur.
"Jangan-jangan hamil" ucap Sabina yang datang membawakan teh panas.
"Hamil?" seru Elang panik.
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Oh ceritanya di Ghani, Rain udah nikah dua bulan Yaaaa