The Detective And The Doctor

The Detective And The Doctor
Mr Edward It is



Ghani terbangun akibat bunyi air matang dari ceret dapur. Matanya masih ingin terpejam namun teringat bahwa hari ini Steve akan menjemput mereka pukul dua siang. Dua hari ini dirinya dan Alexandra nyaris tidak jalan-jalan di sekeliling pondok karena keduanya masih menikmati menjadi pengantin baru.


Ghani dan Alexandra benar-benar saling memberi satu dengan lainnya ditambah keduanya sama-sama mengangumi tubuh masing-masing. Dan Ghani bersyukur bisa menahan diri selama ini karena bercin*ta setelah menikah itu jauh lebih nikmat karena melakukan dengan pasangan halal lebih berarti.


"Mas Daniswara? Sudah bangun belum?" suara Alexandra membuyarkan lamunan Ghani tentang kejadian semalam dimana dia dan Alexandra mencoba berbagai gaya. Wajah Ghani tiba-tiba merona memikirkan apa yang mereka lakukan semalam. Aku benar-benar jadi Ryo Saeba ini!


"Mas?" suara Alexandra terdengar dekat dan Ghani baru melihat istrinya sudah berada di lantai dua padahal tadi masih di dapur lantai satu. Ya ampun aku kelamaan melamun.


"Mas Daniswara mau kopi atau hot choco?" tanya Alexandra sambil menunjukkan dua cangkir yang isinya berbeda.



"Mau kamu!" ucap Ghani asal.


"Ish! Mas Daniswara, hari ini pulang lho ya. Kan kita seumur hidup bareng nantinya" senyum Alexandra yang pagi ini memakai baju model Sabrina warna putih.


"Haaaahhhh rasanya nggak pengen pulaaanngg" keluh Ghani sambil mengambil cangkir kopi di tangan istrinya.


"Kalau kita ada waktu libur bareng, bisa minta ijin sama Tante Yuna pinjam pondok nya lagi. Dibolehin pasti yaa?" gumam Alexandra


"Boleh lah!" ucap Ghani yakin.


"Sudah, mas mandi dulu, aku beresin dulu ini tempat tidurnya. Mau aku ganti seprainya" Alexandra berdiri dan menghabiskan hot choconya.


"Sayang" panggil Ghani yang turun ke lantai satu karena kamar mandi di bawah.


"Apa?"


"Mandiin!" pinta Ghani.


Alexandra yang sedang membuka lemari mengambil seprai bersih hanya tersenyum. "Kamu itu Kaia?"


***


Ghani dan Alexandra sampai di mansion Duncan yang sudah mulai sepi dan mereka masuk dengan santainya tanpa tahu Abi sudah menunggu anak sulungnya pulang.


"Bagus ya! Kalian enak-enak honeymoon dan unboxing, kita-kita disini kelimpungan cari kalian! Tahu nggak?" bentak Abi sok galak.


"Ish, kayak Daddy nggak pernah jadi pengantin baru saja" sahut Ghani cuek sedangkan Alexandra hanya menunduk dengan wajah memerah.


"Ghaaanniiii" desis Abi kesal.


"Mas Abi, sudah ah. Ingat tensi" senyum Dara sambil mengusap bahu suaminya. "Senang kabur dari acara?" tanya Dara dengan nada dan tatapan intimidasi yang membuat Ghani melongo betapa cepatnya sang mommy berubah ekspresi nya.


"Senang ... lah" suara Ghani melemah tidak sanggup menatap mata Dara.


"Siapa yang kasih ijin pergi?" tanya Dara lagi. Abi hanya tersenyum melihat putra kesayangannya tidak berkutik di depan mommy nya. Ghani boleh berdebat, berantem dengan dirinya tapi Ghani tidak boleh melawan Dara. Itu yang selalu Abi tekankan.


"Aku yang kasih ijin" sahut Yuna dengan wajah datar. "Senang G?"


"Alhamdulillah senang" senyum Ghani ke arah besan sang mommy.


"Yunaaaa" desis Abi.


"Lho kan benar aku kirim mereka berdua ke planet Namec?" kekeh Yuna santai.


"Sudah sudah, yang penting mas Ghani dah pulang" potong Rhea. "Ayo minum teh dulu."


***


Ghani dan Alexandra sekarang berada di apartemen milik Ghani. Sementara mereka berada disini karena jarak ke kantor Ghani dan Alexandra memang lebih dekat.


Tadi Alexandra mengambil banyak barang-barang yang memang penting dan harus dibawa untuk kerja besok Senin.


Ketika acara minum teh sore di rumah Duncan, semuanya pada heboh ketika Ghani dipanggil 'mas' oleh Alexandra yang membuat gadis itu bingung.


"Lho memang ada yang salah?" tanya Alexandra.


"Nggak sih tapi kamu memang bule kedua yang memanggil suaminya 'mas' setelah Ingrid istrinya Mamoru" kekeh Rhea.


"Masih mending daripada istriku sejak awal hingga menikah lebih suka memanggil aku 'Mr Edward' dan jarang panggil sayang" keluh Edward dramatis.


"No. Mr Blair seperti aku di perusahaan saja!" bisik Edward yang nafasnya langsung berantakan ketika bibir Yuna hampir mendekati bibirnya.


Tiba-tiba Yuna segera menjauh dari wajah Edward. "Ya sudah terima saja kalau kamu aku panggil Mr Edward." meninggalkan wajah merah padam suaminya.


Abi dan Dara terbahak melihat besannya kacau balau digoda istrinya sedangkan Duncan dan Rhea seolah tidak melihat apa-apa. Ghani dan Alexandra hanya menunduk tidak berani melihat keuwuan pasangan Blair senior itu.


Semua keluarga keturunan Pratomo sudah pulang ke negara masing-masing dan hanya keluarga inti Blair dan Giandra.


***


"Mas. Ponselmu bergetar terus tuh" bisik Alexandra yang masih dalam pelukan Ghani dari belakang. Mereka baru saja selesai ber*cinta dan sekarang tertidur.


"Hhhmmm" gumamnya di punggung Alexandra yang mulus.


"Tuh mas, berbunyi lagi."


Dengan malas, Ghani memutar tubuhnya untuk mengambil ponselnya.


"Ha..Lo" jawab Ghani dengan suara serak khas orang ngantuk.


"Mas Ghani? Tolong Rhea. Bang Duncan kecelakaan."


Ghani langsung terbangun. "Kecelakaan dimana dik?"


"Dekat apaartmennya mbak Alexandra. Ini Oom John dan George sudah kesana."


"Oke mas kesana!" Ghani langsung mematikan ponselnya dan menuju kamar mandi.


Alexandra yang bingung melihat suaminya panik ikut terbangun. Setelah dari kamar mandi, Ghani segera memakai sweater dan jeans nya.


"Mau kemana mas?"


"Duncan kecelakaan dekat apartemen kamu!" ucap Ghani sambil mengambil dompet, kunci mobil dan pistolnya. "Kamu di apartemen saja. Nanti aku kabari." Ghani mengecup bibir Alexandra sekilas dan meraih ponselnya yang berada di nakas lalu pergi keluar.


***


Sesampainya di TKP, ternyata sudah ada John, George dan Edward disana. Tampak Duncan berada di mobil ambulans sedang diperban kepalanya. Ghani pun masuk melewati garis kuning polisi dan memeriksa mobil Range Rover hitam milik Duncan yang remuk kena tabrak dari belakang.


Ghani mengusap wajahnya kasar ketika tahu yang menabrak mobil Duncan sebuah truk milik Armored Bank Vehicle yang sedang membawa uang untuk dikirimkan ke berbagai bank di Manhattan.



Mobil itu ternyata mengalami rem blong sedangkan mobil Duncan berada di depannya sedang berjalan pelan dan langsung ditabrak dari belakang.


Duncan dan Steve sendiri baru saja kembali dari kantor MB Enterprise untuk mengambil berkas yang tertinggal.


"Bagaimana sopir mobil Armored?" tanya Ghanie ke rekannya yang di divisi lalulintas James Park.


"Lumayan benjol G" kekehnya. "Heran aku, mau berangkat kok nggak ngecek kondisi mobilnya dulu sih!" omel James Park.


"Yang penting selamat semua" ucap Ghani.


"Tapi mobil iparmu jadi korban" cengir James Park.


"Dia masih ada stok di rumah banyak" gelak Ghani.


James Park terbahak. "Aku lupa mereka dari planet luxurious."


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Entah apa yang aku pikir ini... wkwkwkwkwk


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️