The Detective And The Doctor

The Detective And The Doctor
Red Velvet - Psycho



Ghani dan Raymond sampai di penjara Sing Sing dan sepanjang perjalanan tadi, keduanya terdiam setelah mendengar laporan Alexandra bahwa seseorang mengirimkan potongan kepala Tammy Young yang sudah hilang kornea matanya.


Kini di ruang pertemuan penjara, Ghani dan Raymond bertemu dengan salah seorang Capitan Martinez bernama Luis yang bersedia berbicara demi keringanan hukuman.


Luis tampak gugup melihat wajah dingin Ghani dan Raymond yang memandangnya seperti mengeluarkan laser dari matanya seperti Superman.


"Luis. Ceritakan pada kami, siapa dokter yang bertugas untuk mengurus semua organ-organ tubuh yang kalian ambil." Ghani menatap tajam pria berumur itu.


"Jika aku ceritakan, apakah kalian bisa membantuku?" Luis menatap Ghani dan Raymond yang melihat sorot mata ketakutan disana. Ini aneh!


"Apa ada yang mengancammu?" tanya Raymond.


Luis menjilati bibirnya yang kering.


"Dimana keluarga mu?" tanya Raymond lagi.


"Mereka ada di Bronx."


"Apakah mereka disandera?" tanya Ghani.


Luis hanya mengangguk pelan. Kedua detektif itu menghela nafas panjang.


"Beritahu padaku. Siapa dokter yang bertugas melakukan pekerjaan itu dan kami akan membebaskan keluargamu." Raymond memutuskan.


"Namanya dokter Tan Liu dan dia bagian dari Triad yang mencari tambahan uang dari Sénor Martinez."


Ghani dan Raymond melongo. Triad? Berarti ada pengkhianat di klan Mr Chen!


Tiba-tiba kepala Ghani merasa pening.



Aku harus laporan ke Duncan dan Oom Edward.


"Apakah keterangan mu valid?" tanya Ghani.


"Valid Sir karena dia yang menyandera istri dan anakku. Jika aku tidak memberitahukan passcode lemari rahasia séñor Martinez, mereka akan dimutilasi."


"Jadi istrinya dan anakmu sekarang disandera oleh dokter psycho itu? Bersama Triad atau bagian dari sisa-sisa anak buah Martinez?" tanya Raymond.


"Sisa-sisa anak buah Sénor Martinez."


Pengacara Luis pun datang dan bertanya bagaimana penawaran NYPD.


"Kami akan membebaskan keluargamu, Luis jika keterangan mu benar. Berikan alamat rumah mu. Soal perlindungan, aku akan menghubungi AJ Russell agar berunding dengan mu dan pengacara mu." Ghani segera menelpon AJ Russell yang akan datang siang ini ke Sing Sing.


***


Setelahnya Ghani dan Raymond pulang ke markas NYPD dan mulai penyamaran lalu menuju rumah Luis. Keduanya menyamar dengan topi baseball dan berjalan mengitari blok perumahan pria itu.



Kapten Briscoe sudah memberikan petugas tambahan yang menyamar untuk mengawal dua detektif andalannya.


Ghani turun dari mobil sambil diawasi oleh Raymond. Detektif tampan itu bergaya seperti anak pulang kuliah. Wajah Asia Ghani membuat para anak buah Martinez tidak terlalu peduli karena Ghani menuju ke area Pecinan di Bronx yang berdekatan dengan apartemen yang ditempati keluarga Luis.


Setelah memutar satu blok, Ghani masuk ke dalam mobil Mustang lama milik Raymond.


"Bagaimana G?" tanya Raymond.


"Aku melihat ada empat sampai lima orang anak buah Martinez tapi aku tidak melihat dokter Tan Liu."


Suara notifikasi masuk ke ponsel Ghani dan menunjukkan wajah dokter jagal Tan Liu disana yang didapat dari Mac Tyler.


"Kita pergi dari sini, jangan sampai membuat mereka curiga" perintah Ghani yang kemudian membuat Raymond menstater mobilnya dan pergi dari apartemen Luis.


Kedua detektif yang ikut mengawal Ghani pun pergi setelah sebelumnya memasang penyadap ketika para anak buah Martinez melihat ke arah Ghani, mereka menyusup pelan-pelan.


***


Ghani dan Raymond beserta kapten Briscoe mencoba mendengarkan hasil pemasangan penyadap disana. Sayup-sayup terdengar suara.


*Mereka masih di dalam?


Yes Dokter Tan. Apa anda sudah mendapatkan emas batangan itu?


Polisi kemarin datang ke markas dan aku tidak bisa masuk. Tampaknya mereka juga tidak menemukan emas itu.


Sayang si Tammy tidak tahu passcode nya.


Bodohnya Tammy masih berharap Martinez.


Ya! Dua Minggu lalu dia datang kepadaku mengatakan dia tahu passcodenya tapi tetap saja salah. Aku bunuh saja dia! Merepotkan!


Whoah dokter Tan. Anda benar-benar psycho!


Hahahaha. Aku bukan psycho tapi mencari keuntungan dimana-mana.


Mr Chen tidak mengetahuinya dok?


Chen terlalu naif! Dia sangat percaya padaku. Soal anak buahnya yang jadi korban? Sengaja kubuat seperti perbuatan Martinez karena dia tahu perbuatanku. Ku habisi saja*!


Ghani, Raymond dan Kapten Briscoe merasa mual mendengarkan percakapan orang-orang disana. Nyawa orang tidak pernah mereka hargai.


"Beruntung emas batangan itu disimpan oleh Mac lewat kotak es yang memang selalu dibawanya kemana-mana" ucap Kapten Briscoe.


"Sekarang masih di lab CSI, Sir" sahut Raymond. Kapten Briscoe mengangguk.


Ghani memutuskan ke atap gedung kemudian menelpon Edward. Dirinya benar-benar lelah mendengar percakapan psycho.


"Assalamualaikum G" sapa Edward.


"Wa'alaikum salam Oom."


"Ada apa G?"


"Oom pasti tidak percaya dengan apa yang akan aku berikan pada Oom" jawab Ghani.


"Try me!" sahut Edward tenang.


***


Alexandra sedang bersiap-siap untuk pulang tapi dia lupa tadi pagi berangkat bersama Ghani dan pasti pria itu akan marah jika dia memutuskan untuk pulang sendiri.


Dr Robbins sendiri sudah pulang dengan dikawal oleh seorang anggota kepolisian. Gadis itu lalu mengunci ruangannya dan naik ke lantai tempat markas CSI.



Keluar dari lift, gadis itu melihat Mac Tyler masih memeriksa emas batangan yang ditemukan di markas Martinez.


"Whoah! Mac! Itu emas beneran? Asli?" tanya Alexandra takjub.


"Yup. Pacarmu yang menemukan" sahut Mac Tyler. "Kamu nggak pulang?"


"Menunggu Ghani menjemput jadi aku menunggu saja disini daripada bengong di koroner." Alexandra duduk di sebuah kursi yang terdapat disana.


"Lex sebaiknya kamu pakai..." Mac Tyler menghentikan ucapannya ketika Alexandra menunjukkan tangannya memakai sarung tangan kulit.


Mac Tyler tersenyum. "Aku lupa kamu pacarnya siapa" kekehnya.


Suara ponsel Alexandra membuat gadis itu sumringah karena mengira adalah Ghani yang menelpon tapi ternyata bagian koroner. Mereka melaporkan bahwa ada kiriman lagi yang mirip dengan paket isi kepala Tammy Young.


Alexandra menatap Mac Tyler yang segera sigap membawa peralatannya dan mengajak anak buahnya.


"Don't worry Lex, aku akan lindungi kamu selama Ghani belum datang." Mac tersenyum menenangkan.


Alexandra sendiri bukan takut tapi lebih ke arah cemas mendapatkan kejutan apa lagi di dalamnya walaupun dia yakin pasti itu berisi potongan perut Tammy.


Sesampainya di ruang koroner, Mac segera melakukan scanner bersama Alexandra dan keduanya terkejut melihat potongan perut yang sudah tidak berbentuk. Anak buah Mac langsung masuk ke kamar mandi karena tidak tahan.


Ghani yang baru saja datang untuk menjemput gadisnya langsung merasa lemas melihat hasil scanner.


Alexandra menatap Ghani. "Sekarang puzzle nya semua lengkap tapi pasti minus hati, ginjal dan kornea mata" ucapnya datar.


Ghani hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaa


Maaf kalau horor begini. Influence dari CSI, CSI NY dan Criminal Minds.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift.


Tararengkyu ❤️🙂❤️