
Yuna Indira Pratomo Blair berjalan melewati para pria-pria yang sedang duduk di meja bundar besar lalu menghampiri Edward dan memberikan ciuman di bibir suaminya, mencium pipi Duncan dan menyalami Mike yang tersenyum smirk. Harum parfum feminin khas Yuna menyerbak di ruangan itu.
"Selamat sore gentlemen. Apakah sudah pada makan siang? George, tolong siapkan acara minum teh dan kopi, jangan lupa camilannya" pinta Yuna ke George.
"Baik nyonya." George pun undur diri dan menutup pintu besar itu.
"Gentlemen. Mr O'Grady, Mr Bianchi, Mr Chen, Mr Diazo" sapa Yuna kepada para pemimpin klan. "Maaf jika saya sebagai wanita ikut campur urusan kalian karena ini menyangkut dengan kelangsungan bisnis kalian."
Yuna duduk di antara Edward dan Duncan menatap ke semua pria disana.
"Mr O'Grady, selamat atas kelahiran cucu keempat anda. Perempuan ya?" senyum Yuna kepada Patrick O'Grady.
"Terimakasih Mrs Blair. Saya barusan hendak menjodohkan cucu anda dengan cucu saya" kekeh Patrick O'Grady.
Yuna tertawa manis. "Jika memang cucu saya Kaia jodoh cucu anda, tidak akan lari kemana, Mr O'Grady."
"Semoga mereka berjodoh, Mrs Blair" senyum Patrick O'Grady. Yuna hanya mengangguk sopan.
"Mr Chen. Lukisan yang saya kurator kemarin berhasil anda jual tiga kali lipat kan?" tatap Yuna kepada kepala Triad, Chen.
"Benar kata anda, lukisan Van Gogh itu benar-benar asli!" ucap Mr Chen puas.
"Saya tidak berani mempertaruhkan reputasi saya dong Mr Chen" senyum Yuna yang menular ke semua pria disana. Edward dan Duncan hanya terbengong melihat cara Yuna menegosiasi sedangkan Mike dan Elang menikmati pertunjukan singa betina Blair.
Yuna masih menyapa Mr Bianchi dari Italia dan Mr Diazo tentang keadaan ibu Mr Bianchi yang sempat Yuna kirimkan lukisan pada saat beliau ulang tahun, dan kelahiran cucu kembar Mr Diazo.
Edward mengirimkan pesan ke ponsel Duncan.
Dari mana mommymu tahu tentang keluarga mereka?
Duncan menatap Daddynya dan menjawab dengan gelengan.
"Baik gentlemen. Kita kembali ke topik utama. Anda keberatan di sisi mana? Kita selesaikan bersama." Yuna menangkupkan kedua tangannya diatas meja.
Edward dan Duncan lalu melirik ke arah Mike Cahill yang sedari tadi tenang-tenang saja.
Biang keroknya di sebelah rupanya!
***
Pertemuan para mafia akhirnya selesai dengan baik dan masing-masing melepaskan ego demi keselamatan para anggota klan yang bisa dijadikan target demi perluasan kekuasaan klan Martinez.
Sebelumnya keempat klan besar merasa tidak saling membutuhkan ketika Edward membuka strategi yang harus dilakukan hingga sempat membuat keributan. Mike yang tahu bahwa masing-masing klan pasti akan menonjolkan ego nya terpaksa menarik Yuna untuk ikut campur. Siapa yang tidak mengenal istri Edward Blair yang dikenal gunung es.
Semalam Mike mengirimkan pesan kepada Yuna untuk datang ke New York pagi ini agar segera menyelesaikan gegeran para pria. Mike tahu bahwa para pemimpin klan juga memiliki hubungan baik dengan Yuna. Lagipula Yuna sempat menodongkan pistol Glock pink nya kepada salah seorang anggota klan yang berusaha kurang ajar kepadanya di suatu pertemuan di London, membuat para pemimpin klan segan dengan menantu kesayangan Duncan McGregor selain Nabila Cahill.
Beruntung saat itu Edward tidak menembak mati orang yang berusaha mengganggu istrinya karena Yuna sudah membuatnya mati kutu.
Berkat negosiasi Yuna, kelima klan pun bersedia bekerjasama dengan koordinasi masing-masing pemimpin klan. Yuna juga menjanjikan usai menyelesaikan masalah Martinez, mereka tidak akan mencampuri bisnis masing-masing.
"Saya hanya ingin hubungan baik kita selama ini tetap baik. Bukankah bisnis anda semua terancam oleh klan Martinez? Mr Chen pun kehilangan salah satu anak buahnya, keponakan saya hampir kehilangan nyawanya. Bukan tidak mungkin merembet ke klan anda semua. Martinez yang melakukan tetapi anda diseret FBI. Menyebalkan bukan?" kerling Yuna.
"Saya akan berada di New York sampai masalah ini selesai. Jika anda kesulitan menghubungi suami saya, bisa menghubungi saya atau Duncan. Setuju semuanya tuan-tuan?" Yuna menatap tajam ke semua pemimpin klan disana yang entah mengapa membuat semuanya bergidik.
"Kami setuju Mrs Blair."
Menantu Duncan McGregor sangat menyeramkan.
***
Patrick O'Grady menghampiri Yuna dan Duncan yang sedang mengobrol. Setelah semuanya sepakat, kini mereka semua menikmati acara minum teh dan kopi khas Inggris.
"Mrs Blair" sapa Patrick O'Grady.
"Paman Patrick" sapa Yuna sambil memberikan ciuman pipi ke pria yang merupakan sahabat Duncan McGregor. "Sehat paman?"
"Saya belajar dari guru terbaik" senyum Yuna.
"Bagaimana Junior? Penawaran paman?" goda Patrick O'Grady.
"Soal menjodohkan Kaia dengan Rhett?" tanya Yuna ke arah Duncan.
"Yes mom."
"Saya tidak bisa menjanjikan paman karena namanya jodoh kita tidak ada yang tahu. Apalagi Kaia masih setahun dan Rhett ... Umur berapa?" tanya Yuna.
"Rhett enam tahun jalan tujuh."
"Mereka masih kecil-kecil paman. Biarlah mereka menemukan jalannya. Jika suatu saat mereka bertemu dan salah satu jatuh cinta, semoga yang satu bisa menerima cintanya" ucap Yuna kepada Patrick O'Grady.
"Aku harap cucuku yang jatuh cinta duluan dengan cucumu jadi lebih mudah kan?" gelak Patrick O'Grady.
Yuna dan Duncan melongo.
Astaga! Ada yang lebih gila dari Edward soal jodohin anak! Yuna menggelengkan kepalanya.
***
Ghani, Alexandra dan sekarang Joshua masih asyik mengerjakan kasus dari Nabila. Mengingat ucapan Duncan bahwa Joshua jago cari aib orang, Ghani meminta tolong ayah dua anak itu membongkar kehidupan pribadi kedua suami istri itu.
"Chaz Hicks dan Juanita Hicks menikah hampir 20 tahun. Juanita adalah seorang asisten politisi New York sedangkan Chaz adalah seorang dokter gigi. Kalau melihat pendapatan mereka, harusnya berlimpah mengingat mereka memiliki apartemen di Manhattan." Joshua membaca hasil hack nya. "Kalau Chaz hanya memiliki satu istri."
Ghani dan Alexandra melongo.
"Berapa istri yang dia punya?" tanya Ghani.
"Dia punya dua istri dan satu simpanan."
"Astagaaaaa!" seru Ghani dan Alexandra.
"Ini pendapatannya Chaz saja pertahun $150,000-170,000. Bonus bulanan bisa $5000 tapi kalau harus menghidupi tiga wanita, ya remuk!" gelak Joshua. "Gue aja punya Miki satu ajah nggak habis-habis."
Ghani mendelik ke arah Joshua.
"Berapa asuransi yang dimiliki Juanita?" tanya Alexandra.
"Chaz dan Juanita baru saja membuat asuransi baru sekitar enam bulan lalu dan milik Chaz sekitar $2juta. Juanita $2,5juta." Joshua masih memerhatikan layar laptopnya.
"Tiga bulan lalu Juanita baru saja selesai general check up tahunan sebagai syarat senat dan semuanya bagus" Alexandra membuka berkas yang didapatnya dari Nabila.
"Kurasa motifnya itu, uang asuransi" ucap Joshua.
"Aku harus meninggu hasil dari laboratorium FBI apakah benar Juanita tewas akibat disuntikan succinylcholine atau tetrodotoxin" gumam Ghani.
"Kalau memang ada zat itu di darahnya, kamu harus bisa membuktikan semuanya." Alexandra menatap Ghani.
"Besok kita hubungi perusahaan asuransi yang memegang polis Juaniata" ucap Ghani. "Biasanya pasangannya tidak sabar untuk mendapatkan meskipun jenazah istri atau suaminya masih belum dikuburkan."
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Sorry kebanyakan nonton CSI jadinya sedikit memasukkan unsur istilah aneh-aneh.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️