The Detective And The Doctor

The Detective And The Doctor
Side Story - Persiapan Awal



Danisha dan Iwan menikmati makan siang berdua di ruangan kerja gadis itu. Bu Kinanti memasakkan sambal goreng krecek dan opor ayam yang membuat Danisha sumringah. Gadis bule itu memang suka masakan Jawa.


"Hhhmm Enak! Mirip masakan Necan Dara" ucapnya.


"Nyonya Dara jago masak ya?" tanya Iwan.


Danisha mengangguk. "Gara-gara Necan, mama jadi bisa masak terutama masakan Jawa meskipun beberapa bumbu harus import dari Indonesia sih."


"Kamu bisa masak nggak sayang?" tanya Iwan yang lagi-lagi membuat Danisha tersedak.


"Aduh mas! Bikin kaget!" ucap Danisha sambil meminum air mineralnya.


Iwan tersenyum. "Maaf, maaf."


"Aku bisa masak tapi pasti masih kalah sama Bu Kinanti" senyum Danisha.


"Ohya, aku tadi sudah bertanya soal tanggal lahir dan weton kita masing-masing. Katanya paling bagus itu di tanggal 18 Juni. Gimana?"


"Kalau buat aku sih semua tanggal dan bulan baik tapi karena kita wong Jowo, ada banyak hal yang harus diperhitungkan."


Iwan mengangguk. "Kita cuma ada waktu kurang sebulan buat persiapan. Bagaimana?"


"Nanti malam, mas ke rumah saja laporan sama papa dan mama. Kita bisa membahas bersama."


"Kenapa sih kamu selalu tersedak kalau dipanggil sayang?" goda Iwan.


Danisha merona. "Karena bikin aku deg-degan" jawabnya.


Iwan tertawa. "Memangnya nggak pernah ada yang manggil kamu sayang?"


"Selain keluarga ku, sepupu-sepupuku yang laki-laki juga suka bilang begitu tapi kan beda antara saudara sama pasangan" senyum Danisha.


"Ternyata calon istriku orangnya polos ya" cengir Iwan. "Kalau soal asmara."


Danisha manyun. "Jangan maju-maju bibirnya, bikin gemes tau!"


"Whoah! Pak Iwan Aradhana Yustiono! Ternyata anda tuh ya!" pelotot Danisha.


"Kenapa? Merayu calon istri sendiri kan nggak dilarang." Iwan mendekati Danisha dan sekilas bibir Iwan mencium pipi gadis itu.


"Udah. Kembali kerja lagi pak" ucap Danisha merubah menjadi mode boss lagi.


Iwan tertawa. "Baik Bu Danisha" jawabnya sambil membereskan bekas-bekas makan siang.


***


Jam tuju malam, Iwan pun datang ke rumah Al Jordan menemui Ghani dan Alexandra yang ternyata sedang ada tamu.


"Assalamualaikum" sapa Iwan.


"Wa'alaikum salam. Lho Pak Iwan?" sapa Sabrina Arkanda yang duduk bersama dengan suaminya Sofyan.


"Bu Sabrina, Pak Sofyan" sapa Iwan sambil menyalami bekas bossnya.


"Jadi ini calonnya Danisha?" tanya seorang wanita yang sebaya dengan Sabrina.


"Iya mbak. Ini calonnya Danisha. Iwan, ini Bu Savitri dan itu suaminya Pak Jaehyun. Mereka Oom dan Tante Danisha. Ohya pesanku, sebelum menikah dengan Danisha, ada baiknya kamu menghapal semua anggota keluarga besarnya calonmu itu" kekeh Sabrina.


Iwan pun dengan sopan menyalami Savitri dan Jaehyun.


"Lho Iwan" sapa Ghani. "Sudah kenalan sama saudara sepupuku Oom Jaehyun dan Tante Savitri? Kalau Sabrina, nggak usah ya" kekeh Ghani.


"Dih! Kamu tuh sama saja ma bang Joshua! Sukanya godain, G!" cebik Sabrina manyun.


"Halo! Siapa ini?" sapa cowok tampan khas Korea itu keluar bersama Bara.


"Itu calonnya dik Nisha" jawab Bara.


"Hai, kita baru ketemu sekarang ya meskipun katanya kamu kerja di kantornya tanteku, namaku Nathan, anak Savitri dan Jaehyun." Pria tinggi hampir se Iwan pun mengulurkan tangannya.



Nathan


"Iwan."


"Nathan tuh baru selesai jadi dokter spesialis di Jerman rencananya mau bekerja di rumah sakit Singapura tapi malah liburan kesini" ucap Bara.


"Udah datang nak Iwan?" sapa Alexandra.


"Sampun Bu" jawab Iwan.


"Halo mas" sapa Danisha yang mendapatkan senyuman dari Iwan.


"Karena sudah pada kumpul semua nih, ada acara apa Wan?" tanya Ghani ketika semuanya duduk di ruang tengah.


Semua orang disana menatap Iwan dan Danisha.


"Bulan depan dong!" seru Sabrina.


"Yes! Aku bisa ke Bali!" seru Bara yang langsung mendapat pelototan papanya.


"Aduh, aku nggak bisa meninggalkan New York lama-lama" keluh Alexandra yang memang Senin depan sudah masuk kantor.


"Kalian nggak usah khawatir. Kan ada aku dan Savitri jadi semua keperluan Danisa bisa kami handle lah!" ucap Sabrina.


"Iya Lex, wong ada Tantenya ini kok kamu bingung tho" sahut Savitri.


"Kalian mau konsepnya apa?" tanya Sabrina.


"Ijab biasa kebaya putih dengan jas lalu sekalian resepsi dan aku mau pakai baju simple. Maunya garden party" jawab Danisha.


"Standar keluarga Pratomo" gumam Savitri dan Sabrina berbarengan.


"Kayaknya hanya Eiji, Mamoru, kamu dan Rain yang pakai adat Jawa" sahut Sabrina sambil memandang Alexandra.


"Tapi kayaknya Eiji yang lengkap deh!" sahut Savitri. "Biarpun gitu tetap saja kacau gesreknya."


Ghani dan Sabrina yang tidak bisa datang hanya bisa melongo karena mereka tidak hadir waktu itu.


"Well, kalian tahu Eiji kan? Kebayang acara pernikahan adat Jawa tapi dibikin gesrek ma Eiji. Gitu deh" kekeh Savitri.


"Nggak heran" gumam Ghani yang diikuti tawa Sabrina.


"Oh maaf kalian-kalian belum pada lahir waktu itu" cengir Savitri santai.


"Mama tuh! Sukanya gitu deh!" sungut Nathan.


"Kembali ke topik, jadi aku titip Nisha ya Brina, Savitri, karena aku dan Alexandra tidak bisa lebih lama lagi meninggalkan New York" ucap Ghani.


"Tenang saja G, kita-kita kan di Solo dan pensiunan jadi banyak waktu lowong" gelak Jaehyun.


"Betul! Biar para pensiunan ini punya kesibukan" timpal Sofyan yang merupakan bekas pengawal ayah kandung Joshua Akandra, kakak angkat Sabrina ( You're the Only One season 2 ).


Danisha dan Bara bersyukur memiliki Oom dan Tante di Solo yang bisa membantu mereka menyiapkan pernikahan antara Danisha dan Iwan.


***


"Jadi bulan depan kalian mau nikah?" tanya Arya di panggilan Zoom di ruang kerja Hiro Al Jordan.


Danisha, Bara, Iwan dan Nathan memutuskan untuk menghubungi para saudara mereka.


"Bulan depan? Kayaknya Sekar bisa berangkat kok, kan dah masuk empat bulan kandungannya tapi nanti kita konsultasi dulu sama dokter Obgyn nya" timpal Arjuna sambil menunjukkan Sekar yang sedang tertidur di pangkuannya.


"Kenapa Sekar jadi gitu Jun?" tanya Nathan.


"Maunya bumil begini, pak yang bikin hamil pasrah saja lah!" kekehnya yang mendapat wajah malas saudara yang lain.


"Nishaaaa! Maaf ya, Ezra sekarang sering jalan sama aku" ucap Keia dengan wajah sumringah.


"Alhamdulillah, Ezra bisa move on. Aku ikut senang" sahut Danisha tulus.


"Lho Vi, rambutmu kenapa?" tanya Bara.


"Saingan sama si kembar. Biar Oom kece ini makin cetar dengan rambut blonde" jawab Levi narsis.


"Iisshhhh dasar Levi! Aku bisa datang kayaknya deh" timpal Aidan.


"Catering kamu ya Ai" cengir Bara. "Pro Bono aka gretongan ya?"


"Haaaiissshhhh!" umpat Aidan sebal.


"Danisha dah mau menikah, ini cowok-cowok lainnya gimana? Dik Ai? Bara? Levi? Arya? Kris? Fuji? Nathan?" tanya Kaia yang muncul dengan suaminya Rhett O'Grady.


"Kita mah santai Kai. Jodohku masih disembunyikan Tuhan" cengir Levi.


"Asal jangan belum lahir saja" sahut Rhett.


"Jangan dong cumiiii ! Tar dikira gue pedofil pulak!" umpat Levi sebal.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️