
Hari berlalu dan pagi ini Alexandra terbangun dengan rasa mual di perutnya. Bergegas dirinya segera ke kamar mandi dan memuntahkan isinya.
Ghani yang baru saja pulang setelah semalam mendapat panggilan karena ada kasus, terkejut melihat istri cantiknya muntah-muntah.
"Lexa? Kamu kenapa?" susul Ghani ke kamar mandi.
"Well..." Alexandra memberikan sebuah benda pipih ke Ghani dan mata pria cool itu langsung membola.
"Garis...dua. Kamu hamil?" teriak Ghani sumringah. "Tahu sejak kapan?"
"Sebenarnya sudah kemarin sih cuma kita kan ada kasus jadi ... " Alexandra terpekik ketika Ghani menggendongnya bahagia.
"Alhamdulillah. Kita harus laporan sama Ogan julid itu!" kekeh Ghani setelah menurunkan istrinya di atas tempat tidur.
"Astagaaaaa mas! Itu Daddy kamu!" gelak Alexandra.
Ghani hanya Melu*mat bibir Alexandra. "So?"
Alexandra melongo. "Mas, aku tuh tadi habis muntah lho!"
"Masalah?" tanya Ghani acuh. Alexandra hanya menggelengkan kepalanya.
***
Ghani sangat berbahagia mengetahui Alexandra hamil setelah hampir delapan bulan mereka menikah. Ghani dan Alexandra sendiri tidak mempermasalahkan jika belum langsung hamil seperti Rhea atau Rain karena mereka sendiri masih menikmati menjadi pasangan suami istri.
Kini mengetahui Alexandra hamil, Ghani langsung menelpon mommnya, Dara.
"Assalamualaikum mom" sapa Ghani dengan suara bahagia.
"Wa'alaikum salam mas. Ada apa ini malam-malam telpon mommy?" tanya Dara.
Ghani melirik jam dinding. New York pukul sepuluh pagi, berarti Jakarta jam sepuluh malam.
"G mau menyampaikan kabar. Lexa hamil, mom."
Dara terdiam sejenak. "Alhamdulillah, sayang! Sudah berapa Minggu?"
"Belum tahu karena kami baru mau periksa nanti sore ke rumah sakit Bellevue. Lexa sudah pesan kok."
"Apa yang Alhamdulillah?" tanya Abi.
"Ini lho mas. Menantu mu hamil" jawab Dara.
"Hah? Alhamdulillah!" ucap Abi. "Udah jalan berapa G?"
"Baru nanti sore periksanya Dad" jawab Ghani.
"Semoga sehat semua sampai acara lahiran nanti. Mommy khawatir kejadian Rain sayang" ucap Dara.
"Insyaallah Lexa nggak papa mom."
***
Nabila dan Mike langsung berlagak sebagai opa dan Oma siaga ketika mengetahui Alexandra hamil bahkan mereka dengan cueknya membawa ke dokter obgyn sahabat mereka untuk main masuk saja tanpa mengantri.
"Gimana cucuku Jas?" tanya Nabila ke dokter Jasmine salah satu koleganya.
"Budhe, bukannya suaminya Alexandra itu aku ya? Kenapa budhe dan Pakdhe yang heboh?" gerutu Ghani bingung.
"Anggap saja kita-kita menggantikan Abi dan Dara yang ngga bisa kemari" kekeh Mike.
Ghani hanya memutar matanya malas. Terserah tetua klan Pratomo daaahhh.
"Cucumu sehat kok Nab. Ini sudah jalan dua belas Minggu lho. Kok dokter Alexandra nggak aware kalau hamil?" goda dokter Jasmine.
"Saya sibuk pekerjaan di koroner jadi nggak memperhatikan siklus" cengir Alexandra.
"Baru kali ini ada dokter nggak aware sama perubahan fisiknya" kekeh Jasmine.
"Eh ada kok!" sahut Nabila. "Tuh suamiku yang lagi duduk manis. Sudah tahu umur segini masih saja pengen tengkleng!"
"Kan nggak tiap hari Nab!" protes Mike.
"Iya tapi kolesterol sama tensi mas!" balas Nabila. Mike hanya manyun.
"Tunggu ya Mr Giandra tapi kok feeling saya, laki-laki deh anaknya" senyum dokter Jasmine.
"Kenapa?" tanya Ghani.
"Saya melihat bentuk payu*dara dokter Alexandra yang sebelah kanan lebih besar dan jerawat di wajah makin amburadul."
Ghani dan Alexandra hanya melongo. Masa iya sih?
***
Dara yang diceritakan oleh Ghani tentang hasil pemeriksaan hanya tersenyum. Kini mereka sedang melakukan panggilan via video.
"Ada benarnya sih mas Ghani. Mommy waktu hamil kamu juga begitu sampai sedih harus menempel obat jerawat tiap hari. Kalau dandan, concelear juga boros buat nutupin jerawat" kekeh Dara.
"Berarti kemungkinan anak G dan Lexa laki-laki gitu?" tanya Ghani.
"Bisa jadi. Kan kamu lihat wajah Lexa banyak jerawat kecil-kecil tuh. Masih mending daripada mommy dulu, gede-gede jerawat nya" jawab Dara.
"Gimana hasil pemeriksaan?" tanya Abi yang baru saja bergabung.
"Alhamdulillah sehat tapi kata dokter Jasmine kemungkinan cowok sih cuma aku ma Lexa baru bisa tahu sekitar dua bulan lagi."
"Alhamdulillah. Cowok lagi deh cucu Ogan" cengir Abi bahagia. "Kaia jadi cucu paling cantik di keluarga Giandra."
"Ada kabar dari Rain mom?" tanya Ghani karena sekarang hampir sebulan Rain koma.
"Tadi mbak Yuna cerita kalau Moru dan Ingrid terbang dari Amsterdam ke London buat bantu ASI buat Arjuna. Kasihan Juna nggak bisa minum susu formula karena jadi diare. Ayame sih sih sudah dua Minggu di London bersama Eiji, sekarang Ingrid yang datang."
"Lora juga nggak mungkin terbang ke London soalnya dia sendiri sudah repot punya si kembar Kris dan Kristal" gumam Alexandra.
"Yang penting kita doakan Rain segera sadar karena mommy nggak tega melihat Jeremy benar-benar berantakan sampai-sampai dia nggak konsen urus Juna. Untung mbak Yuna dan Giselle disana ditambah Ayame dan Ingrid" ucap Dara yang mendapat pelukan dari Abi.
"Lexa, besok kalau kamu melahirkan dan memang harus operasi, operasi ya!" Abi menatap Alexandra serius. "Papa tidak mau apa yang terjadi pada Rain, terjadi padamu. Papa nggak kebayang bagaimana hancurnya Ghani..."
"Mas, jangan ngomong gitu. Alexandra dan Rain berbeda. Doakan semua selamat, itu yang penting" potong Dara.
Abi langsung beristighfar
***
Ghani memeluk erat Alexandra sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit.
"Bagaimana bisa kita kecolongan hampir 12 Minggu ada si boy disini ya Lexa?" kekeh Ghani.
"Kita kemarin kan banyak urus kasus mas jadi tidak memperhatikan kondisi kita" senyum Alexandra.
Ghani memandang intens istrinya. "Lexa, berjanjilah padaku jika tidak kuat, operasi ya. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan dirimu."
"Mas Daniswara, tidak akan terjadi apapun padaku dan anak kita. Kondisi aku dan Rain berbeda. Mungkin Rain memang memiliki fisik lemah jadi mengalami hal seperti itu. Tapi kalau memang aku tidak kuat, aku akan melakukan operasi."
"Benar ya? Aku tidak sanggup jika melihatmu seperti Rain. Jeremy saja bisa sampai seperti itu, apalagi aku, sayang."
***
Dua hari kemudian Ghani dan Alexandra mendapatkan berita bahwa Rain sudah sadar dari komanya. Keduanya mengucapkan syukur Alhamdulillah atas membaiknya Rain.
"Rain benar-benar mengalami banyak cobaan dan semoga ini yang terakhir dia mengalami kejadian tidak menyenangkan" gumam Ghani.
"Barusan Ingrid mengabari bahwa Rain trauma hamil lagi. Dia benar-benar tidak mau melihat Jeremy seperti kemarin." Alexandra menunjukkan pesan di grup sepupu perempuan.
"Aku sih nggak kaget kalau Rain trauma seperti itu tapi setidaknya mereka sudah memiliki Arjuna."
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️