
Dara dan Abi sekali lagi terbang ke New York bersama dengan Yuna dan Edward untuk mengadakan acara nujuh bulanan Alexandra sebab bumil itu ingin merasakan acara adat Jawa itu. Ghani hanya bisa mengelus dada karena permintaan aneh-aneh istri cantiknya.
Acara sendiri diadakan di mansion Blair karena Duncan menganggap lebih nyaman disana daripada di apartemen. Imam Yahya sekali lagi datang ke mansion Blair untuk memimpin acara pengajian. Pemimpin mesjid di New York yang asli Trenggalek itu terkesima melihat keluarga Sultan konglomerat tetap melakukan proses adat Jawa.
"Mas Duncan, saya kira malah kalian nggak pernah acara seperti ini?" bisik Imam Yahya kepada Duncan.
Duncan hanya tersenyum. "Kami biasa kok melakukan acara adat dan pengajian seperti ini."
"Saya salut dengan keluarga anda, mas. Serius!"
"Terimakasih pak."
Acara pengajian pun dimulai dengan dihadiri oleh beberapa klan yang bisa hadir bahkan rekan-rekan kerja Ghani pun datang ditambah para pegawai MB Enterprise yang di New York. Usai pengajian dimulai acara siraman bumil cantik itu dan Ghani sendiri memakai beskap yang membuatnya semakin ganteng.
Para rekan kerja Ghani yang belum pernah melihat si detektif cool itu memakai baju adat Jawa langsung heboh. Acara siraman yang dilakukan oleh tujuh pasang suami istri yang dituakan pun berjalan lancar apalagi kapten Briscoe dan istrinya pun bersedia menjadi salah satu yang bagian siraman. Kapten yang sudah pensiun pun menjadi bulan-bulanan bekas anak buahnya karena pakai beskap.
Acara dilanjutkan dengan acara brojolan dan Alexandra sudah berganti pakaian mengenakan kebaya dan rambutnya pun disanggul adat Jawa yang membuat para tamu undangan terkesima melihat bumil cantik itu yang berubah menjadi wanita Jawa. Dr Robbins sampai-sampai tidak mengenali cucu perempuannya yang menjadi cantik seperti itu.
Usai acara brojolan dilanjutkan dengan acara mecah kelapa. Para tamu undangan tertawa melihat Ghani kesulitan memecahkan kelapa karena dia memakai jarik meskipun akhirnya bisa juga.
Terakhir adalah acara dodolan ( jualan ) rujak dan dawet untuk para tamu undangan. Rekan-rekan Ghani sangat menikmati acara seperti ini karena mereka baru pertama kali melihat dan mengikuti prosesnya yang tidak ada di Amerika.
Alexandra sangat senang bisa melakukan ritual ini karena sejak menikah dengan Ghani, dia banyak membaca tentang berbagai macam ritual di adat Jawa. Dia menyesal tidak bisa ikut saat Mamoru dan Ingrid melakukan mitoni karena Ghani tidak bisa cuti saat itu makanya saat dia hamil, dia ingin merasakan bagaimana acara ini dilakukan.
"Kamu capek nggak?" tanya Ghani ke Alexandra.
"Nggak. Seneng banget malah!" senyumnya. Sejak acara pengajian dimulai hingga sekarang, senyum Alexandra tidak pernah hilang, tampak sekali dia sangat menikmatinya.
"G, ini minuman apa?" tanya salah seorang rekan Ghani yang membawa segelas dawet.
"Namanya dawet, dibuat dari tepung beras terus dikasih santan dan gula merah" jawab Ghani.
"Enak G! Boleh nambah kan?"
"Boleh! Mana duitnya tadi?" Sebelumnya Duncan dan Rhea memang membagikan duit kreweng atau uang dari tanah liat yang dulu dipakai Miki dan Mamoru sewaktu mitoni.
"Lha kan sudah aku kasih tadi! Aku bayar pakai ini ya?" teman Ghani menyerahkan selembar uang $1 yang membuat Ghani dan Alexandra terbahak.
"Sudah nggak usah. Sini aku ambilkan lagi dawetnya" kekeh Ghani.
Abi dan Edward tampak sudah berganti pakaian menjadi baju santai, keduanya memang tidak betah memakai beskap sementara kedua istri mereka dengan santainya berkebaya jalan kesana kemari menyapa para tamu undangan termasuk para klan sahabat Edward.
Patrick O'Grady hadir bersama seorang anak kecil tampan yang langsung menyapa Edward dan Abi.
"Mr Giandra. Acara yang sangat indah dan penuh makna. Saya sangat menikmatinya. Mr Blair, perkenalkan ini cucu saya, Rhett O'Grady."
Edward melongo karena tahu anak kecil itulah yang hendak dijodohkan ke cucu perempuannya, Kaia.
"Halo Rhett. Nice to see you" sapa Edward lalu menoleh ke arah Abi. "Bi, ini adalah Rhett, cucu Paman Patrick yang akan dijodohkan ke Kaia."
Abi menganga. "Kamu tuh kena karma Ed! Heran aku, kenapa sih denganmu aku tidak pernah jauh-jauh dari perjodohan!"
Patrick O'Grady menatap kedua orang itu bingung. "Memang kenapa Mr Giandra?"
"Pria ini dulunya juga seperti anda main klaim anak saya dan sekarang cucu kami pun tidak jauh-jauh dari acara perjodohan. Jangan-jangan Edward itu memang ada magnet tukang jodoh-jodohan!" omel Abi sebal. Patrick O'Grady tertawa.
Disaat ketiga orang paruh baya itu berdebat, Rhett mengedarkan pandangannya dan melihat seorang gadis cilik berambut pirang memakai baju pink sedang mengambil cookies. Tak lama seorang wanita Asia mengenakan kebaya menggendong gadis cilik itu.
"Bang, Kaia dah makan cookie banyak lho!" ucap wanita cantik berkebaya itu.
Pria yang dipanggil 'Bang' hanya menowel hidung gadis cilik itu. "Sudah ya princess jangan kebanyakan!" Gadis cilik itu tertawa kecil yang membuat Rhett ikut tersenyum. Cantik!
***
Usai acara dan para tamu undangan semua sudah pulang, kini tinggal para keluarga inti klan Pratomo dan Giandra. Semua orang meskipun tampak lelah namun semuanya bersyukur acara mereka berjalan lancar.
Ghani dan Alexandra sudah berganti pakaian yang lebih nyaman, mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan orang tuanya dan adik-adiknya untuk menyukseskan acara mitoni seperti permintaan bumil itu.
"Senang sayang?" tanya Dara lembut.
"Alhamdulillah senang mama. Maturnuwun semuanya" ucap Alexandra kepada keluarga besar suaminya. Sebagai anak yang tidak memiliki keluarga kecuali Dr Robbins, membuat Alexandra merasa beruntung memiliki suami seperti Ghani yang memiliki keluarga besar yang guyub.
"Sama-sama Alex. Aku dan bang Joshua pun selalu suka acara seperti ini" ucap Miki yang datang bersama Joshua, si kembar dan kedua orangtuanya, Shanum dan Hiro.
"Rain sekarang nggak mau hamil lagi padahal aku sudah bilang tidak apa-apa asal dia nanti operasi saja jangan normal lahirannya tapi dia dan Jeremy tetap hanya mau memiliki Arjuna saja" ucap Giselle.
"Wajar kalau Rain agak trauma, Gis. Kita lihat Jeremy seperti apa dan dia tidak mau kehilangan Rain lagi. Anak itu benar-benar punya nyawa sambungan banyak banget" komentar Abi.
"Bener, Rain itu seperti kucing, punya sembilan nyawa" sahut Edward asal yang langsung mendapat pelototan Yuna.
"Nyawa sambungan, Ed! Enak saja bilang ponakan mu kucing!" omel Mike Cahill.
"Lho tapi kan memang benar Thow kalau kucing itu punya sembilan nyawa?" eyel Edward.
"Sekarang aku tahu darimana tukang eyelnya Kaia. Lha wong Opanya tukang ngeyel gitu" ucap Abi.
"Mas Abi ya tukang ngeyel! Wis mas Abi dan mas Edward podho wae!" kekeh Dara.
"Adara, aku tuh bukan tukang ngeyel!" bantah Abi.
"Lha terus apa?"
"Aku tuh orangnya persisten!"
Semua orang disana menatap sebal ke ayah Ghani itu.
"Sama saja bambaaaaannggg!" umpat Mike.
Ghani hanya bisa mengelus-elus perut Alexandra. Semoga ngeyelnya Daddy kagak nurun ke anak gue!
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️