Tahajjud

Tahajjud
Gatot ( Gagal Total )



Di sebuah Ruangan yang sengaja di tata indah, Argi di baringkan, sedangkan Sang wanita tersenyum dengan lebar nya, seakan sang Dewi kemenangan berpihak kepadanya..


** Akhirnya malam ini aku bisa mendapatkanmu, Aku tidak perduli dengan ke gundahan istrimu yang mungkin sa'at ini sedang menunggu kedatanganmu, dan bahkan pengaduan nya kepada ke dua orang tuamu, tentang ke tidak hadiranmu di malam ini untuk menemani tidur malam nya...**


senyum kemenangan kembali menghiasi bibir ranum nya..


Kamu tidur dulu ya, aku mau mandi dulu, soalanya dah gerah aku ini dari tadi menunggu momen yang tepat untuk memasukan obat tidur di minumanmu..


Lalu ia pun menyambar handuk yang sudah berada di kursi kamar nya..


" Di mana kamu melihat suami saya di bawa oleh wanita itu?? Tanya Alfi yang sudah tak sabar ingin mengetahui siapa wanita yang sa'at ini bersama sang suami.


" Mari ikut saya nyonya..


Lalu keduanya pun berjalan menuju tempat di mana sang pelayan melihat sang suami di tuntun ke sebuah kamar..


Lima menit berjalan kini tibalah keduanya di depan sebuah kamar hotel.


" Lah kan kamar ini bersebelahan dengan kamarku?? Ucap nya ketika menyadari kamar nya dan kamar sang suami berada ternyata bersebelahan. Tapi siapa yang sudah berbuat seperti itu, ia mencoba menenangkan hati nya sendiri..


" Nyonya sembunyi saja dulu, supaya kehadiran nyonya tidak di ketahui sang pemilik kamar, ucap sang pelayan yang beranama Anita.. Kalau sang pemilik kamar sudah membukan pintu baru nyonya menghapirinya, usul Anita yang kasihan melihat Alfi..


" Terimakasih ya, kamu sudah membantu aku..


" sama" sekarang saya akan mengetuk pintu nya dulu.. Jika yang di dalam sudah membuka nya silakan nyonya keluar dari persembunyian nya.


Anita pun mengetuk pintu, sedangkan Alfi bersembunyi di sebuah tempat yang tidak jauh dari keberada'an Anita.


Dia pun menekan sebuah bell yang berada di samping pintu,, Jeny yang menyadari akan sese orang di depan kamar nya pun, segera menyudahi ritual mandi nya,,, dengan masih berbalutkan handuk, ia pun segera mendekati pintu..


Anita yang mendengar langkah seseorang menghampiri pintu pun bersiap dengan apa yang akan dia tanyakan agar bisa memberi kesempatan pada Alfi untuk segera menghampiri nya....


Pukk,,, greeeek,,, Jeny yang melihat seorang pelayan pun merasa terkejut, karena setahu diri nya dia tidak membutuhkan jasa sang pelayan..


**


Alfi yang melihat dari kejauhan pun segera menyadari, bahwa perempuan yang berada di depan pintu adalah Jeny..


Belum sempat Anita mau pun Jeny berkata" Alfi sudah menghampiri nya..


"Dasar perempuan tidak tau diri,, Di mana Argi,, sambil mendorong pintu yang sengaja di tahan oleh jeny..


Jeny yang merasa rencana nya gagal pun dengan lantang nya dia bersuara.


" Pergi dari kamar saya atau saya panggil kan satpam..


" Ooh silakan,, jika anda tidak malu dengan kelakuan anda, yang sudah dengan sengaja ingin meniduri suami orang lain, todong Alfi dengan kata" yang tidak enak di dengar..


Mendengar suara keributan, penghuni kamar lain pun segera mendekati keributan itu..


Alfi yang menyadari akan adanya orang lain dengan segera memasuki kamar Jeny dengan sigap nya..


" Astagfirullahhul aziim.. Bangun sayang,, sambil menepuk pipi sang suami yang belum sadar..


Jeny yang malu dan merasa rencana jahat nya gagal segera meninggalkan kamar dengan masih mengenakan handuk..


Tapi belum sempat dia menghindar seorang satpam ternyata sudah menggenggam tangan nya..


" Ibu mau kemana?? Dengan keada'an seperti ini??? Coba lihat penampkan ibu.. Ucap sang satpam yang membuat jeny semakin malu..