Tahajjud

Tahajjud
Bertemu Jeny



Argi yang kini sudah berhadapan dengan sang calon istripun, mulai bercerita tentang masalalu nya bersama sang mantan kekasih nya.


Mendengar itu Alfi pun tersenyum dan berkata.


" Temui saja diri nya, Dan selesaikan semua nya dengan baik" Agar tidak ada yang merasa tersakiti setelah ini...


" Tapi !!! Aku tidak ingin menemuinya sendiri jika tanpa dirimu bersama dengan ku, jawab nya yang sekan mengajak sang calon istri agar ikut bersama dengan nya..


Haaammm,,, terdengar tarikan napas Alfi ...


" Ya'udah aku minta izin sama mama dulu, semoga aku di izinkan nya untuk keluar bersamamu.


Setelah meminta izin dan di berikan izin, keduanya pun menuju tempat yang pernah menjadi favorit sang calon suami bersama sang mantan..


🦋🦋🦋


Di sebuah caffe, duduklah seorang wanita yang di temani dengan segelas minuman yang ia pesankan untuk dirinya, sambil sesekali menatap layar ponsel yang ada di genggaman nya.


Senyuman penantian seakan menjadi penghias bagi kecantikan nya.


Tanpa ia sadari, Orang yang ia tunggu sudah melihat nya dari jauh..


Argi yang mengenakan kaos biasa nampak tersenyum, dan melirik kepada sang calon istri dan memberitahu bahwa wanita yang duduk sendiri itu adalah mantan kekasih nya..



Alfi yang di beri kodepun menengok ke arah yang di maksud.


" Yang itu ya, tunjuk Alfi..


" Ia,, yuk, ajak Alrgi kepada Alfi.. Untuk menghampiri sang mantan yang sudah menunggu nya..


Lalu keduanya pun berjalan beriringan mendekati meja di mana jeny sedang berada...


***


Dia yang merasa di sapapun menoleh,m dengan perasa'an kerinduanpun lalu melingkarkan tangan nya di pundak Argi tanpa memperhatikan wanita yang sa'at ini berdiri tepat di samping lelaki yang ia peluk.


Menyadari lelaki yang ia rindukan tidak datang sendirian dia pun memasang raut muka yang penuh tanda tanya..


" Sayang,, Aku sangat merindukanmu, Ma'afkan aku yang dulu, yang pernah pergi meninggalkanmu, ucap nya dengan nada menahan tangisan.


" Sudah lah, lupakan itu semua, Toh sebentar lagi akupun akan menikah, sambil melihat kearah Alfi yang sedari tadi duduk di samping nya.


Tidak Mungkin, Teriak nya seakan tak memperdulikan kepada semua mata yang sa'at ini melihat ke arah nya..


" Apa yang tidak mungkin,, Asal kamu tau, Wanita yang sa'at ini bersamaku adalah calon istriku, Jadi aku mohon lupakan aku, Lupakan aku sewaktu engkau pergi bersa Niko.


" Tidak, ini tidak mungkin, Bukankan kau sudah berjanji, Bahwa kau hanya menikah denganku, teriak Jeny semakin menjadi"..


" Ia, itu dulu,, Sewaktu kamu tidak meninggalkanku, tapi sekarang, bagi aku kamu bukan siapa", Jadi aku minta tolong jangan ganggu kehidupanku, apalagi pernihkanku.


Setelah mengatakan demikian, Argi pun mengajak Alfi untuk meninggalkan Jeny yang sa'at ini sedang histeris..


***


" Ar,, kok Aku jadi kasihan melihat si Jeny, ucap nya dengan hati"


" Orang seperti dia tidak pantas untuk di kasihanin. Jawab nya dengan santai.


Dia pun tersenyum, dan kembali bertanya.


" Mau kemana sekarang??


" Kita makan siang aja dulu, setelah itu aku antarin kamu pulang. Makasih ya udah mau temanin aku, sambil menggenggam tangan sang kekasih


Ia pun tak menjawab, hanya melemparkan senyum, sekan memberi kode bahwa dia pun berterimakasih, Karena Sang calon suami sudah mau berkata jujur tentang hubungan nya bersama sang mantan..