
Kurang seminggu lagi hari pertunangan, akan di laksanakan, Dan wanita yang akan di jodohkan dengan nya sudah ia ketahui, Dia mengetahui itu dari kedua orang tuang nya..
Pov Argi..
Ketika diri nya bersandar pada sebuah kursi sofa yang berada di kamar nya dan menahan rasa kesel di dalam hatinya, Tiba tiba ia di kejutkan dengan sebuah ketukan yang di sertai dengan panggilan..
Menyadari sang ibu yang memanggil dirinya, dia pun segera berdiri dan berjalan menuju pintu yang di ketuk, Di tarik nya handel pintu yang sengaja ia kunci dari dalam.
greeek,, suara pintu di buka dari dalam.
Melihat sang mama yang berdiri di balik pintu, Dia pun, berbalik badan untuk kembali ke kasur nya dengan gerakan yang tak bersemangat..
Melihat itu sang ibu tak langsung berkata jujur, Tetapi malah mengekori sang putra dari belakang dan sudah siap menghempakan badan nya di kasur..
" Sayang, Kok gak semangat gitu sih,?? Sambil duduk di tepi ranjang.
" Gak kok mah, Aku biasa aja, ucap nya yang seakan menutupi kekecewa'an nya kepada kedua orang tua nya.
Sang ibu yang melihat sikap sang putrapun hanya melempar senyum dan kembali berkata.
" Kamu tau wanita yang akan papah jodoh kan?? Dia wanita sholehah, dan yang pasti dia cantik, bahkan sangat cantik, papa sama mama yakin, kamu pasti bakalan jatuh cinta dan akan menerima nya sebagai istrimu..
" sudah lah ma, gak usah bahas itu lagi, Aku malas bahas masalah itu lagi.
" kalau kamu malas, ayo temui papa sekarang, ada sesuatu yang papa akan sampaikan, ini mengenai wanita yang akan kamu nikahi, ucap sang mama yang sudah berdiri dan melangkah meninggalkan kamar sang putra.
" Tuuung____ gu, dia tak melanjutkan kata" nya karena sang ibu sudah keluar dan menghilang.
Dan akhirnya dia pun terpaksa melangkah mengikuti sang ibu dari belakang dan menuju ke tempat di mana sang papa berada..
" Besok temui calon istrimu dan ajak dia ke butik, Karena dalam minggu ini kalian Akan Menikah.
" Apa??? Secepat ini kah pa?? Kenapa papa mengambil keputusan secara sepihak?? Tanya nya dengan nada suara yang meninggi.
" Pokok nya kamu pasti akan berterima kasih kepada papa, karena tidak salah memilih jodoh untuk dirimu, Ucap nya sambil tersenyum tanpa menanggapi nada kasar sang putra..
" Aku tidak mau pa, ucap nya sambil mengacak rambut nya sendiri.
" ikuti dan turuti apa kemauan papa, papa jamin kamu bakalan bahagia karena dia juga wanita yang sa__ma___ kamu, sang papa memilih menjedah ucapa nya..
" Apa maksud papa?? Dengan wanita yang sama?? Tanya nya dengan nada tanda tanya..
" kamu harus setuju dulu, baru papa katakan, ucap sang papa dengan wajah yang menggoda..
" Mah, Ayo dong mah, Apa sih maksud nya papah, Dia pun berusaha untuk bertanya kepada sang mama dan berharap sang mama mau menjelaskan nya.
" Mamah juga gak tau tu, apa maksud nya papah, jawab sang mama dengan melemparkan senyum.
" ini gimana sih maksunya, apa jangan" papa sama mama mau ngerjain Argi?? Dia berusaha untuk menebak.
" Kamu mau apa gak besok ngajak calon istrimu kebutik?? Tanya sang papa lagi.
" Ok, Argi mau, tapi papa harus katakan kebenaran nya..
" Gitu dong dari tadi, kalau dari tadi setuju nya, pasti papa udah dari tadi juga terus terang nya, ucap sang papa sambil tertawa dengan terbahak"...