Tahajjud

Tahajjud
Rasa Bersalah



🦋🦋


aku yang merasa ini adalah waktu yang tepat segera mengganti baju khas negara tersebut di lengkapi dengan tarha nyapun segera membukakan pintu.


!! Kreeek suara pintu berbunyi,,, bola mataku berputar tak beraturan melihat kanan dan kiri untuk memastikan jika ada yang melihatku, lagi lagi dan lagi keberuntungan berpihak padaku, ternyata semuanya berada dalam satu ruangan yang masih tertutup pintunya yang terdengar hanyalah suara yang riuh karena asik dengan suatu permainan.


Tinggal 1 pintu lagi yang harus aku lewati yaitu, pintu pagar yang terbuat dari besi yang bisa saja menimbulkan suara jika ada seseorang yang membukanya, tapi tidak dengan kali ini, pintu pagar yang masih sedikit terbuka mungkin tadi ketika majikanku keluar lupa menutup nya atau apalah yang penting kali ini keberuntungan berada di pihakku..


***


Ketikaku membuka pintu pagar besi tersebut kulihat mobil putih yang kukenal sudah memasuki tempat parkiran depan rumah majikanku, jantungku berdegup dengan cepat karena takut ketauan.


* ya Allah, lindungi hambamu dari penglihatan tuan dan nyonyaku *


Segera ku bersembunyi di balik mobil tetangga yang sedang di parkir di depan jalan dekat pintu pagar rumah majikanku.


ternyata benar, mobil putih itu milik majikanku, kulihah tuanku membukakan pintu untuk nyonyaku, dan begitu juga pintu pagar..


Kulihat banyak barang belanjaan yang di tenteng di tangan majikanku, aku tak perduli mereka mencariku yang penting aku harus pergi dari rumah mereka.


Bukanku tak mampu menerima pekerjaan yang di berikan tapi yang kutakutkan jangan sampai aku khilaf, karena yang kutau hukum di negara tersebut sangatlah kejam,,dimana nyawa harus di bayar nyawa..


**


dengan masuknya majikanku kedalm rumah aku pun dengan cepat keluar dari persembunyian dan secepat mungkin melanhkahkan kakiku menuju tempat yang sudah di janjikan untuk orang yang menjemputku.


Benar saja tiba tiba sebuah mobil berhenti di depanku dan menyuruhku masuk..


*Alhamdulillah ya Allah, engkau telah mengabulkan do'aku.


Tak menunggulama aku pun segera menumpangi sebuah mobil yang akan membawaku menuju kota ( J ) dimana di situ aku akan mencari pekerjaan tanpa harus ada tekanan..


🦋🦋


Di kota ( J )....


dari minggu ke minggu, hingga sebulan sudah dirinya bekerja pada sang majikan dan sudah mendapatkan gaji pertama nya, dia berniat membelikan hp yang baru, dan tak lupa menghubungi sang ibu yang sudah lama tak di beri kabar..


**


Alfi yang sudah membeli pulsa pun langsung menekan nomor yang di tuju, rasa rindu kepada sang ibunya pun sudah tak terbendung lagi..


* Ratna


📞 hallo,, siapa di sana??


* Alfi


📞 ini aku, alfi..


* Ratna


📞 ya'Allah alfi,, kamu kemana aja, ibu kamu sangat menghawatirkanmu sampe sampe beliau sakit karena memikirkanmu..


aku yang mendengar pemberitahuan Ratna pun menumpahkan rasa sesak di dadaku, aku menangis sejadinya..


Ratna yang mendengar diriku menangis langsung menenangkanku, kamu tunggu bentar saya akan panggil ibumu dulu, kebetan malam ini, ibumu tidur di rumahku, karena dia baru saja keluar dari rumah sakit..


Tak menunggu lama, ibuku pun memanggil namaku lewat telpon genggam milik Ratna.


📞 Alfi, anakku, kenapa kamu tidak memberi tahu kabarmu kepada ibu nak,


apq kamu tau ibu, sangat menghawatirkan dirimu, sambil terdengar suara tangisanya..


Aku yang merasa berdosa pun hanya diam sambil menahan tangisan..


📞 alfi tidak memberi kabar kepada mama karena Alfi tidak mau mama hawatir dengan keadaan ku yang tidak baik baik saja di rumah majikanku, terangku kepada sang mama..


Panjang lebar kami berbicara hingga akhirnya suara pulsaku berbunyi tanda pulsanya akan segera habis, lalu aku berpamitan pada ibuku, dan berjanji bahwa aku tidak akan pernah lupa memberikabar walau sehari saja ,lalu aku menutup teleponku..