
Kini kami semua sudah berada di dalam ruangan yang kebanyakan Pria yang mengenakan seragam serentak, satu persatu dari kami pun di suruh berbaris dengan rapi dan menunjukan identitas seperti Pasport, Banyak dari kami yang tak mempunyainya, karena semua yang berada bersamaku adalah pekerja ilegal alias kaburan, yang tentu saja mempunyai alasan mengapa bisa kabur dari sang majikan masing"...
Sekian Jam berada di dalam ruangan tersebut, lalu kami di arahkan untuk kembali kedalam bis yang tadi kami tumpangi, tampak sang sopirpun mengantarkan kami di sebuah area yang terdapat banyak bangunan, di situlah kami di turunkan dan di suruh masuk.
Aku dan yang lainya hanya mengikuti kemana arah yang di tunjuk. Setelah memasuki sebuah ruangan, diriku terkejut, ternyata di dalam sinilah aku akan di tempatkan untuk beberapa waktu hingga sampai waktunya akan di pulangkan..
***
Sebuah layar besar telah berada tepat di hadapanku, aku yang bingung dengan layar tersebutpun hanya bisa bertanya"
* apa ini??? Mengapa harus ada layar seperti ini?? Apa ini sebuah alat pendeteksi??? **
Aaah,,, sudah lah mau apapun alatnya aku tak perduli, yang penting aku harus bisa melalui ini semua dan bisa berkumpul dengan ibuku, gumam Alfi ..
Baru saja aku bertanya sendiri untuk apa alat ini, tiba" seorang polisi memanggil ku untuk berdiri di depan layar tadi yang kulihat, Lalu aku pun menuruti perintahnya, Baru saja aku berdiri di depannya, Aku di buat terlejut dengan cara kerja alat tersebut..
Mengapa tidak,,, yang muncul dari layar tersebut foto dan identitas mantan majikanku dan tanggal kedatanganku ke negara gurun pasir tersebut.
* kok ada gambar majikanku??? Ini lagi ada namaku, Apa yang akan terjadi setelah ini?? Apa aku benar" akan di pulangkan kembali ke rumah majikanku??
Aku mencoba tegar dan berdo'a semoga apa yang aku pikirkan tidak menjadi kenyata'an..
Sekian detik berada di depa layar yang tak bersuara tapi bisa membuat aku terperangah tersebut, tiba" seorang polisi memanggil dan memberikan selembar kertas yang bertuliskan Namaku dan angka..
" ya' Hurma ta'ali
Aku yang merasa di panggilpun segera mendekatinya.
" Si' ismik??
" Emsiki suwwaiy waraga anti.
Aku pun memeggang nama dan kertas yang di berikan, lalu diapun memotret diriku.
Meskipun banyak pertanya'an tentang semua ini, tapi akupun harus tetap mengikuti semua perosedur yang berlaku.
*Haaam,,,, beginikah proses kepulangan seorang kaburan seperti diriku?? Aku yang tak mempunyai masalah saja sudah serumit seperti ini, apa lagi orang yang mempunyai masalah, apakah akan lebih rumit dari ini ???.
pertanya'an yang tak bisa ku jawab sendiri..
🦋🦋
Waktu makan siang telah tiba, Pengeras suara yang memperingati para penghuninya untuk berantripun telah di perdengarkan, Dan suara hiruk pikuk penghuni yang berantripun mulai terdengar.
" Neng, Ayo antri makanan sana, seorang wanita yang lebih tua dariku memanggil diriku.
" ia , Mbak, aku pun segera bangkit dari duduk dan berantri seperti yang lainya.
Tampak seseorang gadis yang bisa di perkirakan seumuran dengankupun ikut berantri, dia terlihat sangat pucat.
Aku yang melihatnya merasa iba, dan ku putuskan akan mendatanginya setelah makan siang nanti.
**
Alhamdulillah, ucapku setelah menikmati makananku.
Oh iya, tadikan aku mau datangi gadis tadi, tapi di mana tempat tidurnya?? Tanyaku pada diriku sendiri.