Tahajjud

Tahajjud
Mana Yang Terbaik



Dengan langkah terburu" Alfi menuju Mobil yang di parkir, lalu masuk dan berlalu dari halaman rumah sang majikan.


Tak butuh lama, Akhirnya Alfi, Kak Nur dan sang suami pun sampailah di kediaman mereka, Tampak rumah dalam kedaan sepi, Karena penghuninya sudah kembali kerumah majikan masing masing..


Alfi, memilih masuk kedalam kamarnya ketika sudah berada di rumah, Direbahkan badanya di kasur miliknya, Matanya tertuju pada langit" kamar, dan pada akhirnya dia pun terlelap meski sebentar lagi sudah masuk waktu magrib.


Setelah sholat Magrib, Alfi pun bersantai di depan Tv menunggu Azan Isya, sambil menikmati sisa" kue lebaran.


Kak Nur yang sudah berjanji akan berbicara tetang info kepulangan pun mendekati Alfi.


" Fi, Kamu benaran mau balik ke indo?? Tanya kak Nur yang sekan tak percaya dengan kepulanganya..


" Iya kak, Aku kasihan sama Mama ku kak,Gak ada yang jagain..


" Emang mamamu tinggal sendirian??


" Iya kak, Cuman Alfi sendri anaknya mama..


" Ooooh,,, Terus keluarga pada gak ngelihatin mama mu gitu??


" iya kak, Pada gak cocok, mungkin mama nya Alfi orang miskin Kak jadi pada gak anggap saudara..


" oooh,, oh iya, Kalau masalah kepulangan sih gampang, cuman musti tunggu beberapa orang yang mau pulang juga, soalnya entar yang ngurusnya bakalan antar kalian ke tarhil dulu, di sana kalian bakalan di periksa, Kalau gak bermasalah sama majikan waktu pertama kabur, Kamu bakalan di pulangkan dengan cepat, Begitupun dengan sebaliknya, Terang kak Nur..


" Ooh begitu ya kak tanyaku..


" Coba kamu tunggu beberapa hari lagi di sini, Kali aja ada info setelah ini..


" Iya kak, kebetulan tadi akunya udah pamit ke majikan bahwa mungkin saja saya sudah tidak kembali ke rumahnya..


Setelah membertahukan info tersebut kepada Alfi, si Nur pun berlalu sedangkan Alfi masih asik menikmati sisa" kue lebaran yang masih ada di toples kaca milik kak Nur..


Waktu isya pun berlalu dan Makan malampun berlalu, Keada'an tumah pun bertambah sepi, Karena jarum jam pun sudah menunjukkan pukul 11 malam.


Aku yang sendrian di kamarpun masih Asik bermain dengan layar ponselku, ingatanku seketika berarah kepad si Agus yang memintaku untuk bertemu kepadanya.


*Apa aku harus menemuinya?? Apa entar gak di bilangnya aku ini wanita yang gak konsisten, aaaah Mumet,Bodoh amat lah, persetan dengan pikiranya..


Hoaaaamm,,, Kantuku kini menghampiri dan akhirnya aku tertelap meskipun dalam batinku bergejolak dengan ke bingungan..


Dan Pada akhirnya aku menyerah dan mengalah pada rasa kantukku yang ingin membawaku ke alam mimpi..


**


Bangun di waktu subuh sudah menjadi rutinitasku, begitu juga di pagi ini.


Aku yang sudah lebih dulu bangun pun segera mengambil sapu, Karena pagi ini aku harus membantu pekerja'an kak Nur meskipun hanya menyapu lantai..


Baru sekali dua kali ku gerakan sapu menyentuh lantai ku di kejutkan dengan sebuah panggilan dari Nomor yang tidak kukenal, tapi ku tau pasti bahwa pemilik nomor tersebut adalah si Agus..


* ini orang gak bosan bosa nelpon aku, entat di blokir nomornya yang ini, dia bakalan nelpon lagi pake nomor lama, Lama" aku bisa gila di buatnya..*


Segera ku mengampil benda pipih milikku dan ku jawab panggilan darinya.


📞 Kamu kenapa sih masiiiiiih aja nelpon sama aku, Padahal aku udah bilang berkali kali untuk tidak lagi menghubungiku,, lama" aku kesel sama kamu...


Huuuh,, Alfi menarik Napasnya dengan kasar..


Tapi tidak dengan Agus yang masih bisa berbahasa kalem karena ingin meluluhkan hati sorang Alfi..