
Dengan kecepatan sedang, Argi mengendarai roda empat milik nya, menuju kediaman sang wanita puja'an hati nya.
Sedangkan Alfi yang sudah tau bahwa Argi akan menjemput nya, sudah tampak Anggun dengan balutan Niqob yang warna senada dengan gamis nya, tampak duduk di depan rumah menunggu sang kekasih yang akan menjemputnya
Sambil sesekali memainkan gawainya..
🦋🦋
Sang papa yang berada di kantorpun, rupanya sudah tak sabar ingin melihat sang putra menikah dan menggendong cucupun tampak tersenyum dan menekan nomor sang istri yang sa'at ini sedang berada di rumah.
📱 Hallo Mah, Apa Argi sudah menjemput Alfi?? Tanya sang suami ketika panggilan nya di terima sang istri.
📱 Baru aja dia nya keluar pah, palingan ngejemput Alfi, jawab sang istri yang merasa heran dengan perhatian sang suami yang akhir" ini terlihat sangat bersemangat.
📱 Ooh, Entar papa nelpon Argi untuk ngajak Alfi ke rumah, soal nya papa pengen liat calon mantu mah ujar nya dengan semangat.
📱 loh, emang papa mau pulang cepat hari ini??tanya sang istri.
📱 ia dong, jawab sang suami dengan singkat..
📱 ia deh, sekalian ngajak Alfi makan malam nya di sini, jawab sang istri yang di setujui sang suami.
Lalu merekapun mengakhiri panggilan nya..
🦋🦋
Alfi yang menunggu ke datangan Argi sudah nampak gelisah, karena jam yang di janjikan sudah lewat dua puluh lima menit.
* kok, belum keliatan juga si Argi, gak tau apa kalau pekerja'an yang paling membosankan adalah menunggu*
Ujarnya sambil berdiri dari duduk nya dan menarik napas dengan kasar.
ketika sedang asik merutuki kedatangan Argi, tiba tiba dia di kejutkan dengan sebuah klakson mobil yang memasuki halaman rumah nya, Diapun menoleh ke arah bunyi tersebut
Gumam nya sambil berjalan menghampiri Argi yang sudah turun dari mobil.
" hey, Ma'af ya agak lama, so'alnya agak macet di jalan. Argi mencoba menjelaskan tentang keterlambatan nya.
" Gak apa" kok, ujar nya dengan singkat.
"Ayo masuk dulu temuin ibu, sekalian mau minta izin.
Argi pun melangkah mengekori Alfi yang sudah mendahului nya.
Setelah menemui sang calon mertua dan meminta izin merekapun berpamitan untuk mendatangi Butik yang sudah mereka sepakati.
**
Sang tante yang mendengar kalau Alfi sudah di jodoh kan dengan orang kaya, mulai merasa tak terima, Karena kebencian nya kepada Alfi dan sang mama, membuat diri nya semakin membenci mereka.
* kok bisa sih dia di jodohkan dengan anak orang kaya, lagian orang kaya mana sih yang mau dengan si Alfi yang miskin itu, naluri jahat nya mulai berbicara..*
Sedang asik" nya dia membatin tiba" di di kejutkan dengan sebuah tepukan dari bu Rt yang kebetulan bertamu di rumah nya.
buuukh,,, Bu Rt menepuk pundak nya.
" Aah bu Rt, ngagetin aja, ngoceh nya kepada bu Rt.
" Lagian kamu, aku kasih salam gak di jawab, malah ngayal gak jelas, jawab bu Rt.
" Apa sih yang kamu ngayalin, gak baik loh kalau ngayal mulu, entar di sambar setan loh.
" Gak Ko Bu Rt, Aku cuman kepikiran aja, kok bisa ya, Si Alfi di jodohkan dengan anak orang kaya. Ujar nya yang ingin mberitahui bu Rt.
" Lah, seharus nya kamu tu senang karena ponakan Almarhum suamimu mendapatkan orang kaya, Dan bila perlu kamu mendo'a kan nya, Agar pernikahan nya langgeng sampe maut memisahkan, bukan malah mikir yang aneh" jawab bu Rt yang agak tak suka dengan ucapan sang tante.