Tahajjud

Tahajjud
Bisa Jadi Traktir Terakhir



Kak Surahman tampak menepikan mobilnya kepinggir sebuah Warung makan indo, setelah mobil benar benar terparkir, mereka semuanya turun dan berjalan masuk ke warung makan indo.


Mereka memilih sebuah meja yang belum terisi.


" Mau pesan apa kak?? Biar nanti Alfi pesanin...


" Apa aja deh, Ucap kak Nur..


" Gimana kita pesannya Nasi goreng aja, tawar Kak Surahman.


" Boleh itu Kak, ucap safira yang memang doyan Nasi goreng..


" Ok,, semuanya sepakat ya, ucap Alfi sambil melangkahkan kakinya menuju pemilik warung.


Pemilik warungpun tersenyum melihat Alfi yang berjalan mendekatinya..


" mbak,, Nasi goreng pake telur mata sapi nya 6 ya, 4 nya pedis 2 nya biasa aja mbak..


" iya, tunggu bentar ya, ucao sang empunya warung..


Dan diapun kembali ke kursi yang mereka duduki..


tak menunggu lama sesui yang di kayakan pemilik warung, Nasi goreng pun di hidangkan, dan merekapun melahap Nasi goreng yang mereka inginkan..


****


Kini merekapun kembali kerumah, Alfi yang sudah telat melaksanakan sholat Magribpun, langsung berlari menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu..


Setelah sajadah di bentangkan, diapun memulai Takbiratul ihram..


sedangkan Diruang tamu, Alawi, Obet dan Safira asik bercanda.


Dia yang sudah selesai menunaikan sholatnyapun segera bergabung untuk menggoda Alawi dan Obet...


" Al,, semoga Traktiran yang tadi belom menjadi traktiran yang terakhir ya???


" Hehehhe, Kok kamu bilang nya Gitu sih Saf??


" Iya, kan entar tangga 20 kamunya udah di antarkan ke Tarhil??


Mendengar Itu diapun menjadi sedih, untung saja Alawi dengan sekilas membuat tingkah aneh, yang membuat dirinya melupakan hal kesedihan dengan kata kata safira...


Sepanjang malam sebelum Alawi dan Obet memasuki tempat tidur, canda dan tawa selalu terdengar..


Tok,,, tok,, tok..!!!!


sura pintu di ketuk dari luar, merekapun saling menebak siapa yang mengetuk pintu..


Keduanya pun berhamburan menuju pintu.


" so' tau ledek safirah.


" iya, benalan Papa, ucap Alawi yang sudah menarik handel pintu..


Kak Surahman tampak tersenyum mendengar kata" Alawi.


Kak Nur yang tadi berada di kamarnya pun segera menemui sang suami yang baru saja pulang, dan ikut duduk bersama kami.


" Kamu udah siapkan barang" kamu Fi?? Tanya kak surahman tiba"


" iya, kak,


" Kalau udah 2 hari lagi kamu kakak antarin kamu ke pengurus kepulangan.


" kok mendadak sih, mas?? Ini kan baru tanggal 10 jawab kak Nur yang menimpali pembicara'an sang suami.


" iya, tadi rencananya tanggal 20 baru di antarkan ke tarhil, eeh gak taunya di batalkan tanggal 20 jadinya tanggal 12 harus di antarkan ke tarhil jelas kak surahman..


" Oooh ,gitu,,,


Alfi pun hanya terdiam dan tersenyum, bayangan sang ibupun menari di pelupuk matanya..


🦋🦋🦋


Malam semakin larut,, Alfi ternyata masih terjaga begitu begitu juga dengan Safira..


" Al, lo benaran mau pulang,??


" iya Saf, aku gak tega ninggalin ibuku terlalu lama.


" ya' aku bakalan merindukan kamu Al, ucap safira di iringi dengan Air mata.


" Aku juga Saf,,


Keduanya berpelukan dan larut dalam kesedihan..


" Tidur Gie, aku dah ngantuk, ajak Alfi kepada safira.


" Duluan aja Al, aku belom ngantuk..


Alfi yang sudah tak bisa menahan kantuk pun lalu menarik selimut miliknya dan terlelap terbawa mimpi, sedangkan Safira mentap sang sahabat yang sebentar lagi akan meninggakannya untuk pulang ke Indonesia larut dalam kesedihan..