
Sedangkan Di luar kota, Tuan Erlangga akan segera pulang, Kerena urusannya dengan kantor cabang sudah selesai.
Dia tampak masih berada di sebuah hotel, Sambil menikmati secangkir kopi panas, lalu diapun segera menghubungi sang istri, yang sa'at ini masih bersama Alfi..
Sedangkan sang putra sendiri hanya menjadi pendengar dan sesekali ikut tertawa bersama..
Tiba" ponsel sang istripun berbunyi.
Driiing.
Driig.
Sang istri yang melihat ponselnya dan mengetahui sang suami yang menelponpun lalu segera mengangkatnya.
" Tunggu bentar ya Al, tante mau angkat telepon dari papanya Argi.
Lalu berjalan menjauh meningglkan sang putra dan Alfi.
Lalu keduanya pun saling menatap, sambil menahan debaran jantung masing".
🦋🦋
Hari sudah semakin sore, Alfi yang tidak biasa pulang kemalamanpun lalu meminta izin untuk pulang,.
" Tan, Alfi pamit ya.
"iya, sayang, kapan" kemari ya, ucapnya dengan nada yang lembut. Sekalian kenalan sama papanya Argi.
" inshaa Allah tan, jika Allah masih meberikan kenimatan sehat.
"Ar, antarin Alfi ya, hati" di jalan. Ucapnya memperingati sang putra.
" ok, mam,
Lalu Argi melerai kunci mobil yang sedari tadi tergeletak di meja..
**
Setelah mengantarkan Alfi kembali kerumah, Di tengah jalan, Argi menerima telepon dari sang mama, yang menyuruhnya untuk segera ke bandra untuk menjemput sang papa,
Biasanya urusan menjemput tuan Erlangga adalah pak Usman, tapi karena pak Usman punya urusan lain, dan kebetulan Argi berada di jalan jadi kali ini, Urusan menjemput sang papa menjadi urusanya..
Dia yag mendapat perintah dari sang mamapun langsung memutar balik roda empatnya menuju bandara.
Setelah dia memarkirkan kendra'anya dan masuk untuk menemui sang papa di ruang tunggu, terlihat sang papa sedang melemparkan senyum kepada sang putra.
" Apa kabar pa,
" papa baik" saja, ayo kita pulang, ajak sang papa.
Di sepanjang perjalanan, kedua anak dan papa hanya diam, sesekali di selangi pertanya'an dari sang papa, yang kemudian di jawab dengan sesingkat"nya.
🤣
**
Seperti biasa Alfi yang sudah menyiapkan sarapan untuk sang mama, sengaja hari pagi ini dia membuat sarapan Ala" negri gurin pasir lagi yaitu nasi Khabsa
Teksturnya seperti ini ya, pokoknya mantul 🤤
Sang Mama yang sudah tau akan masakan sang putri sudah tak meragukan lagi..
Berbeda dengan Maskan nyonya sasmitha, Pagi ini sang nyonya menyiapkan sarapan pagi dengan seperti biasa, sarapan ala" orang kaya pada umum nya.
Sang Suami yang sudah rapi dengan mengenakan jas sudah menduduki meja makan.
" Argi mana mam, kok belum kelihatan?? Tanya sang suami.
" Biasa pah, masih di kamar nya. Jawab sang istri.
" Kapan tu anak, mau berubah, kalau seperti ini kelakuan nya.
" udalah pa, gak usah bahas si Argi, entar mama bakalan nasehatin dia.
Lalu keduanya pun menikmati sarapan yang sudah di hidangkan.
Di sa'at kedua orang tuanya menikmati sarapan paginya, Argi pun sudah keluar dan menghapiri meja makan.
" pagi pa, pagi mam.
sang papapun melihat ke arahnya.
Rupanya Dia sudah rapi menggunkan kameja, dan sepatu.
sang papa yang melihat dirinya lalu bertanya.
" Mau kemana kamu pagi ini? Udah rapi aja.
" Mau ikut papa ke kantor.
rupanya jawabnya membuat sang papa terkejut dan membulatakan matanya, seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
" weleh weleeeh, rupanya anak mama sudah mau bekerja sekarang. Ucap sang mama.
" iya, ma, pah, lagian sekarang ini Argi sadar, toh suatu sa'at nanti Argi akan berumah tangga dan akan menanggung hidup keluargaku sendiri, ucapknya sekan memberi kode bahwa dia sudah siap menikah dan berumah tangga.
Mendengar itu, sang papa yang tadinya kecewa dengan kelakuan sang putra akhirnya merasa bahagia..a