
Semenjak Alfi tiba di tanah air, dirinya belum sama sekali mengabari mantan majikanya, Entah mengapa malam ini ketika dirinya sedang asik berselancar di dunia maya tiba" dia teringat dengan kata" sang majikan yang memintanya untuk mengabarinya jika sudah tiba di kampung halamnya..
* kira" di sana sudah pukul berapa ya? Takutnya entar kalau aku nelpon mengganggu waktu istirahat lagi*
Tapi rasa ingin mengabari sang majikan lebih besar akhirnya dia memutuskan untuk tetap menghubungi sang majikan.
***
Di rumah sang majikan...
Setelah selesai makan malam, sang madam sedang bersantai sambil memainkan gawainya, sedangkan anak" sang majikan sibuk dengan aktifitas masing".
Disa'at lagi bersantai ria tiba" ponsel yang berada di genggamanya bergetar.
Sengaja ia tak membesarkan volume benda ajaib tersebut karena tidak ingin menggangi sang suami yang sudah tertidur setelah makan malam tadi..
Di negri gurun pasir sa'at ini sudah pukul 1 malam, sedangkan di kampung Alfi jarum jam baru menunjukan pukul 8 malam, Perbeda'an waktu antara negri gurun pasir dengan tanah air cukup jauh kurang lebih 5 jam..
Sangmajikan yang melihat nomor asing menghubunginya dia pun menghampiri Hanan yang lagi asik bermain dengan layar ponselnya.
" ya' Bint, hazi ragam mekkan wen??
Hanan yang mendengar pertanya'an sang mamapun langsung melihatnya..
" Hazi ragam indonesia, jelas Hanan kepada sang ibu.
sang madam langsung saja mnyebut nama Alfi, dan menerima panggilan.
" Assalamu'alikum madam. Ucap nya ketika sang majikan menerima panggilan nya..
sedangkan sang majikan yang mengenal suara Alfipun langsung menjawab salamnya.
"Wa'alaikum salam, ya'bint ta'ali indi.
Alfi yang mendengar suara sang majikanpun langsung tertawa dan berkata.
" inshaa Allah madam.
Banyak sekali perbincangan antara Alfi dan sang majikan, mulai dari bertanya kabar sampai dengan masalah jodoh.
Hingga Akhirnya Alfipun pamit pada sang majikan karen matanya sudah sangat ngantuk...
Setelah menutup teleponya Alfipun menarik selimutnya dan merangkai mimpi indah..
🦋🦋
Seperti biasa Alfi yang sudah bangun sedari subuh langsung menyiapkan sarapan pagi untuk sang ibu, dan membereskan halaman depan.
Rencananya hari ini dia akan ke kota, untuk membelikan kebutuhan dapur yang sudah habis, setelah selesai membereskan semuanya diapun segera menuju kamar mandi.
Sang ibu yang baru saja keluar kamarpun melihat ke'ada'an rumah yang sudah dalam keada'an rapipun tersenyum dan berbicara sendiri..
* Anaku sudah pantas untuk berumah tangga, ya'allah dekatkan jodohnya, *
Lalu sang ibupun mengusap kedua tanganya seperti habis berdo'a.
Dia yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat tingkah sang ibupun lalu bertanya.
" Mama kenapa?? Kok ngusap kedua telapak tanganya.
He he he sang ibu yang mendengar sanputri bertanya hanya tertawa.
" apa sih ma, Alfi nanya malah tertawa doang.
" Mama baru saja berdo'a semoga jodohmu mendekat.
Mendengar itu Alfi langsung membulatkan matanya dan tesenyum.
" mama bisa aja, terus terang ma, Alfi belum memikirkan itu, Alfi hanya memikirkan bagaimana cara membahagiakan mama.
Kerika menjawab demikian dia pun berlalu masuk ke dalam kamarnya..
* Ada " saja mama, Jodoh mulu yang di pikirkan*
tapi benar juga sih kata mama, tapi siapa?? Toh akukan tak punya cowok. Dia berkata pada dirinya sendiri..