Tahajjud

Tahajjud
Sepatu Tanpa Tali



Berada di bandara membuat hati kecilku bahagia, karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan malaikat tak bersayapku.


Sungguh kebahagian yang tiada taranya bagiku di sa'at ini, aku ingin memeluk ibuku, hayalan demi hayalan telah ku rangkai jika bertemu ibuku.


" ya' Bint, ta'ali,,,


seorang pria keturunan timor tengah memanggil diriku, aku yang merasa di panggilpun segera mendekat.


"Ya'llaaah, dakhili Juwa.


Perintahnya yang menyuruhku untuk masuk ke salah satu ruangan, yang di dalam nya sudah berada seorang wanita turunan timor tengah juga, rupanya dia adalah salah seorang polisi wanita yang di tugaskan untuk memeriksa WNI yang akan di pulangkan..


Aku yang sudah berada dihadapan nya segera di periksanya, setelah aku di periksanya lalu aku di persihlakan untuk meninggalkan ruangan tersebut..


Merasa urusanku sudah selesai aku pun segera kembali berkumpul bersama temanku yang lainya, baru saja ku langkahkan kakiku menuju teman"ku tiba" pria yang tadi kembali memanggilku.


" Ta'ali.


" Min??? Tanyaku yang merasa sudah di periksa.


" ai wa, anti, sambil menunjuk ke arahku.


* kenapasih dia manggil aku terus, emang apa yang salah sama aku??


Tanyaku yang penuh dengan rasa penasaran.


Kembali aku menghampirinya, dan beryanya apa yang sebenarnya terjadi sampe dia memanggilku kembali.


" buka tali sepatunya, perintahnya kepadaku


" emang ada apa dengan tali sepatuku?? Tanyaku kepadanya menggunakan bahasa negara tersebut.


" peraturan nya sudah seperti itu, jelasnya kepadaku.


Meski merasa apa yang di katakanya sungguh tidak masuk di akal terpaksa aku lakukan juga perintahnya, karena bagiku, percuma berdebat dengannya, karena akan panjang perso'alanya..


🦋🦋


* Gimana aku bisa pake sepatu tanpa tali, sedangkan saat ini diriku masih di bandara, lagian ada" saja tu peraturan, nyuruh buka tali sepatu segala kenapa gak suruh buka sekalian dengan sepatunya, aneh *


Umpatku sendiri, karena merasa kesel dengan pria yang tadi.


Aku yang merasa itu adalah nomor pesawatkupun segera mempercepatkan langkahku mengikuti yang lainyanya yang sudah berada di depanku..


Dan kini aku menikmati perjalanan dengan rasa yang nano nano..


**


Ku raih ponselku dan kuhubungi ibuku, bahwa saat ini diriku sudah berada di Ibu kota.


📞 Kriiing,, kriiing !!!!


Tak ada jawaban, kembali ku ulangi panggilan di ponsel ibuku, yang mungkin saat ini dirinya tidak mendengar suara ponselnya..


📞 Kriiing,,, kriiingg !!!


📞 Hallo,, Nak, maaf nak tadi gak di angkat karen di tinggal ke dapur..


📞 oooh, kirain Mama kemana, ucap Alfi di sebrang sana.


ma, Alfi sudah ada di ibu kota ma, ucap alfi sambil menahan tangisanya.


📞 ya'Allah nak, kenapa baru bilang sekarang, jawab sang ibu dengan nada bicara yang terdengar bahagia.


📞 Alfi minta ma'af, soalnya Alfi sibuk di periksa sama polisi di sana, jadi alfi lupa kabarin mama, jelasnya kepada sang ibu..


📞 ooh,, gak apa"nak, kapan kamu nyampenya di rumah?? tanya sang mama.


📞 kurang tau ma, soalnya Alfi mau cari bis dulu yang bisa mengantarkan Alfi kekampung.


📞 ya' udah kamu hati" di jalan, mama mau siapkan makanan untuk menyambut kepulanganmu, jawab sang ibu yang begitu menyayangi putri satu"nya,,


**


Setelah mematikan ponselnya Alfi tampak mulai gusar, karena sa'at ini dirinya tidak mengenakan tali sepatu.


* Apa di sekitar bandara ada penjual sepatu ya?? Mending aku beli baru aja, dari pada aku harus mengenakan sepatu tanpa tali, lagian jalan menju kampung masih jauh,*


Alfi berbicara dengan hatinya..