Tahajjud

Tahajjud
Bingung Dengan Perasaanku..



Ya'Allah,, salah kah diriku yang menolak si Agus,, perasa'an yang tak menentu berkecamuk di dalam dada..


Kak Nur yang melihatku pun bertanya kepadaku..


" hey,,, ada apa??


Aku mengangkat wajahku dan menatap kak Nur dengan dalam, Apa aku bersalah jika menolak seorang lelaki kak?? Tanya ku kepada kak Nur..


" Kok kamu bisa nanya itu sama Kakak??emang apa yang Agus bicarakan??


" Dia bilang dia tidak mencintai Safirah, padahal kan kakak tau, kalau selama ini, safira sangat mencintainya dan bahkan rela bertengkar dengan diriku, dan menuduh diriku yang bukan bukan, karena dia cint sama Agus..


tapi di sisi lain Agus bilang dia menghubungi Safira hanya karena dia susah menghubungiku karena aku jarang menerima telepon darinya..


" Apa dia sudah pernah berkata jujur kepada Safira kalau dia tidak mencintai Safira??? Tanya Kak nur yang ingin tau kepastianya..


" Sudah kata si Agus, tapi Safira tidak menerima kejujuran darinya..


" ya'udah kalau gitu, ya salah Safirah sendiri siapa suruh gak mau percaya.


* aku yang bingung dengan semua ini hanya berdiam diri dan duduk yang manis ketika Kak nur mengatakan kalau semua ini adalah salah Safira yang terlalu berharap lebih dari Agus..


🦋🦋


Mobil Kak surahman pun sudah terparkir di samping jalan, dan aku bersama Kak Nur pun turun dan menaiki anak tangga sedangkan Kak Nur mengikutiku.


Aku yang berada di depan sengaja tak memencet bahkan mengetuk pintu, biar kan Kak Nur yang melakukannya, sengaka tak aku lakukan karena takut Safira yang membukakan pintunya..


Setelah pintu di ketuk Oleh Kak nur terdengar seseorang yang membukakan pintu..


kreeeekk,,!!! Pintu di buka seseorang, benar saja ternyata pintu di buka oleh Safira.


" Dari ngantarin Alfi bertemu dengan Agus, kak nur berkata jujur kepadanya..


" apa??? Dia membulatkan matanya seakan tidak percaya dengan kata kata Kak Nur..Kok bisa,,


Aku yang mendengar pertanya'anya kepada kak Nur berjalakan melewatinya, aku tidak mau ambil pusing dengan urusan yang mengenai Agus atau pun Safirah.


Segera ku Gantikan bajuku dan berbaring di kasur miliku sambil memainkan gawaiku, sambil sesekali ku tajamkan telingaku untuk mendengar pembicaraan kak Nur dengan Safira...


***


10 menit lagi akan berbuka, Aku pun segera mengambil wudhu di awal dan memakai Mukenahku, agar setelah berbuka aku pun akan segera menunaikan sholat magrib..


Tampak semua penghuni kamar pun, sudah berada di semua sudut ruangan dangan aktifitas masing masing, sambil menunggu waktu berbuka seperti diriku..


Sesekali ku lirik keberadaan Safira yang duduk di sudut ruangan dengan raut wajah yang tak bergairah, dalam hatiku bertanya, kenapa mukanya kusut?? Apa karena kak Nur mengatakan sesuatu kepadanya tentang pertemuanku dengan Agus tadi?? Atau jangan" Agus sendiri yang mengatakan nya ???


aku yang menerka" sendri dengan pertanya'an yang ku buat sendiri..


Kalau benar duga'anku, semoga saja dia tidak menyalahkanku lagi, bahwa aku adalah perusak hubungannya dengan Si Agus...


**


Allahuma Laaka sumtu waabiikaa'amantu waa'alaa rizkika aftartuum biraahmatika yaa'arhamaarrahhiimin...


Alhamdulilillah, akhirnya waktu berbuka puasapun tiba, semuanya pun menikmati hidangan berbuka puasa dengan perasaan gembira karena sehari penuh menahan lapar dan haus..


Lalu aku pun lebih dahulu berdiri karena suara azan sudah berkumandang di masjid di dekat tempat tinggalku..