Tahajjud

Tahajjud
Jalan keluar.



Setelah dari acara kumpul keluarga sang nyonyapun berkata,seminggu lagi kita sudah pergi ke rumah ibuku, aku hanya mengakkukan kepala.


dan malam itu setelah mengantongi Hp di tangan ku coba menghubungi nomor mba Rania, untuk memintanya mengirimkan ku pulsa, setelah pulsa yang ku mintapun masuk lalu ku menekan no Ratna untuk ku berbicara dengan ibuku, tapi sayang tak di jawab oleh ratna, entah perbedaan waktu yang membuat ratna tak menjawab panggilanku, karena saat itu ku menelpon dirinya sudah pukul 1 malam.


Dan di malam itu juga tiba tiba benda pipih yang ku gengan bergetar,kulihat no yang tak ku kenal sedang menunggu jawaban dariku, ya tentu saja nomor tak kukenal menelponku karena sim card yang ku gunakan adalah sim card milik mba Rania, hanya ingin memastikan siapa yang menelpon terpaksa ku jawab panggilan tersebut, ternyata seorang wanita yang bertanya tentang mba Rania, bawa sim card nya sekarang sudah aku beli, dan akhirnya panjang lebar bertanya kabar lalu pada akhirnya aku bercerita bahwa diriku ingin pergi dari rumah majikanku, mba yang menelpon diriku mengatakan dia akan menolongku asalkan aku harus membayar nya, dan aku pun menyanggupinya meskipun di tanganku tidak ada sepeserpun, aku berjanji akan membayarnya jika aku sudah pergi dari rumah majikan dan tentunya jika aku sudah kembali bekerja, dan alhamdulillahnya si mba nya mengerti dengan keadaanku..


Dan malam itu juga hari dan jam aku keluar dari rumah majikan di tentukan..


dan akhirnya aku pun terlelap dan kembali sadar ketika akan melakukan sholat Tahajjud, hal itu tak pernah aku lupakan, karena ku tau jika kita berdo'a dengan hati yang tulus dan benar benar mengharap pertolongan dan perlindungannya maka Allah takan meninggalkan hambanya dalam kedaan apapun.


* kembali ku gelarkan sajadahku, dengan linangan air mata, aku benar benar meminta perlindungan tak lupa aku ikhlas jika apa yang aku lakukan bukanlah yang terbaik, aku siap menerima konsekuensinya yang akan terjadi..


Ternyata Allah benar benar mengabulkan doa tulus seorang hambanya yang teraniaya.


Sore itu sang nyonya memanggilku dan berakata..


*Nyonya.


" Alfi, Bukroh Kullu Ruh, ( besok kita semua berangkata.


Aku yang mendengar hanya mengangguk, karena begitulah yang ku lakukan jika sang nyonya memberiku titah, tanpa harus berkata apa apa..


Bersamaan dengan itu juga sang majikanku berkata aku harus menyiapkan semuanya dan harus membereskan pekerjaan yang belum selesai agar besok tidak telat berangkatnya, dan sore hari ini dia akan berbelanja..


Alfi yang sore itu sendirian di rumah sedang membersihkan dapur terkejut tiba tiba hp yang berada di balik celana bergetar, sengaja aku beri getaran supaya tidak di ketahui majikanku bahwa aku sebenarnya mempunya benda ajaib itu, setelah ku lihat nama di balik layar ternyata si mba yang semalam menelponku..


* Alfi


📞 tidak bisa mba kalau saat ini, lagian di halaman depan banyak keluarga majikanku aku takut, jika tidak bisa entar malam, aku ikhlas mba mungkin jalan yang terbaik aku harus tetap berada di sini di rumah majikanku sampai aku genap 2 tahun tanpa harus di gaji ucapku..


📞 ya, udah, entar aku coba bicara sama orang yang mau mengantarkanmu..


*Alfi.


📞 iya mba, terimakasih, dan lalu menutup teleponya..


Setelah ku menutup telepon bersamaan juga majikan kutiba.


" Alfi, entar malam saya mau ke luar lagi ya, sang nyonya memberitahuku.


Perasaanku berubah saat itu juga, sujud syukur ku panjatkan kepada Allah bahwa do'aku sudah di dengarkan..


🦋


Azan magrib sudah berkumandang di masjid, aku segera menunaikan sholat magrib di kamarku, dan setelah selesai dari sholatku ku lihat majikanku sudah pergi, entah kemana tujuan nya aku tak perduli yang penging malam ini aku harus pergi dari sini..


Lagi" dewi keberuntungan berpihak kepadaku, tiba tiba hp ku bergetar aku dengan cepat cepat menjawabya, ternyata dari si mbanya untuk menyuruhku keluar dari rumah majikanku..