Tahajjud

Tahajjud
Nekat



keberadaan alfi di rumah sang majikan sudah setahun, gajian pertama sampe dengan yang ke 6 lancar lancar saja, setelah tiba yang 7 dan selanjutnya tampak sudah tak lancar saja, sedangkan menghubungi sang ibu pun sudah tidak pernah,kerinduan Alfi terhadap sang ibu pun semakin menjadi, di setap malam diri nya selalu menangis menahan kerinduan, sedangkan pekerjaan yang majikannya berikan semakin berat, tapi karena demi membahagikan sang ibupun dirinya terpaksa harus bersabar menjalani semuanya, hari hari yang di lalui di hadapinya dengan senyuman meskipun di dalam hatinya menangis menahan kerinduan.


🦋🦋


Gajian bulan 7 dan seterusnya tak ia dapatkan lalu timbulan pikirannya untuk melarikan diri dari sang majikan, tapi dia bingung hendak kemana sedangkan ini bukanlah negaranya..


* aku jauh jauh kesini meninggalkan ibuku demi mencari uang, tapi ternyata aku kalian tak beri gaji, jangankan gajianku, sedangkan menelpon orang tuaku kalian tak meberi ijin, jadi buat apa aku berada di sini *


Batin alfi berbicara pada dirinya sendiri..


**


seperti malam biasa Alfi akan tidur pukul 1 malam jika pekerjaannya sudah selesai, setelah memasuki kamar tidurnya Alfi pun menangis, dan mulai berbicara sendiri..


Ma, maafkan Alfi, mungkin mama berpikir aku tidak ingin mengetahui keadaan mama, tapi sebenarnya itu bukan keamauanku ma, alfi disini tak bisa berbuat apa apa, aku takut ma, karena saat ini majikanku sudah tidak baik seperti pertama kali aku datang ma, hari hari aku di curigai yang bukan bukan padahal aku hanyalah seorang pembatu.


Tanpa terasa dia pun tertidur dan terbawa mimpi..


Alfi pun terbangun karena merasa kedinginan kebetulan saat ini di negara tersebut memasuki musim dingin, meski rasa dingin menembus pori porinya tapi alfi tak memperdulilanya, di lihatnya jarum jam sudah menunjukan pukul 3 subuh,


*Aku harus melakukan sholat tahajjud, mungkin saja Allah mengabulkan do'aku, karena di saat ini aku sangat membutuhkan pertolongan darinya *


selesai mengambil wudhu dan menggelarkan sejadah lalu menunaikan hajadnya Alfi menadahkan kedua tanganya kepada Allah, dengan linangan Air mata karena di saat ini, di tanah rantauan ini, diri nya harus kuat sendiri dan menghibur dirinya sendiri agar tidak larut dalam kerinduan dan kesedihan..


Alfi yang sudah tau perlakuan keluarga sang nyonyapun merasa tak senang karena di situ dirinya akan melakukan semuanya karena cuman dirinya yang akan membantu semua pekerjaan kakak beradik yang akan datang berlibur selama sebulan penuh..


Setelah di beri tahu sang nyonya, dirinya semakin tak tenang, dia memutar otak agar dirinya mempunyai sebuah telepon gengam, supaya dirinya bisa menghubungi siapapun yang dia kenal untuk menolongnya pergi dari rumah sang majikan..


* rupanya sang dewi keberuntungan berpihak padanya, sang mertua dari sang nyonya pun rupanya memiliki seorang pembantu yang berasal dari negara yang sama, dan hari itu kebiasaan orang di sana, jika sudah memasuki musim liburan mereka akan mengadakan acara kumpul kumpul keluarga dan kebetulan juga hari itu alfi di ajak oleh sang nyonya untuk datang di acara tersebut, sang nyonya kelihatan sudah rapi begitu pula dengan suaminya. Merekapun memanggil diriku untuk segera berangkat.


Tak menunggulama akhirnya tibalah juga di acara tersebut, di sana sudah ada keluarga dari sang tuan, dan juga beberapa pembantu termasuk pembantunya sang mama mertuanya nyonya, kami pun memperkenalkan diri masing masing yang ternyata semuanya berasal dari negara yang sama tapi berbeda suku..


Rania nama PRT mertua dari sang nyonya, ku beranikan diriku untuk bertanya.


"mba Rania punya hp??


" punya, emang kamu mau buat apa??


" aku mau beli satu mba.


" ya, udah ni ambil, 800 aja ucapnya.


Akupun memberikan uang senilai 800 itu dari hasil hadiah dari keluarga majikan yang lain, kepada mba Rania dan aku menerima hp dari tangan mba rania..