
Sejauh ini, Hubungan nya bersama Alfi hanya biasa" saja alias cuman sebatas TTM [ Teman Tapi Mesra ]
Sekembalinya Argi yang bertemu sang papa di kantor, Dia pun menghubungi Alfi gadis yang ia kagumi secara diam".
Di lihatnya layar pintar di depanya lalu dia memecet sebuah nama yang tertera di ponsel pintarnya.
Karena hari sudah menunjukan pukul 1 siang tepat, diapun memberikan salam dengan menggunakan Bahasa dan kalimat yang ia ketahui.
" Guten Tag, Wie geht es Ihnen??
Sengaja ia menyapa dengan kata" demikian karena dia tau, bahwa Alfi akan menanggapinya dengan kata" yang kocak..
" Maaf, anda salah Alamat, Nomor yang anda tuju sedang berada di lautan Ara fura , jawab Alfi,
Tuuut,, Tuuut,, ucap Alfi yang tau bahwa Argi sengaja menggunakan bahasa tersebut..
" Ha ha ha,, tawa Argi dengan renyah, Ketemu yuk, aku jemput sekarang.
" Haaaaaaa, Sekarang..
" Ia sekarang, masa besok, Entar aku tunggin deh, ucapnya lalu mematikan ponsel nya secara sepihak..
Tuuut!!!
Tuuut!!!
Ikkkh, nyebelin bangat ni orang, main mati'in secara sepihak, awas ya entar kalau ketemu, ucap nya yang mengomel sendiri sambil menyambar handuk dan menuju kamar mandi..
🦋🦋
Setelah mandi dan berganti Alfipun meminta izin kepada sang mama, untuk keluar bersama Argi, sang mama pun memberi izin, karena dia tau Argi Adalah lelaki yang baik, oleh karena itu dia pun meberi izin kepada sang putri dan memintanya untuk tidak pulang sampai malam, berhubungan masih pukul 1 siang..
Dengang menuruni Anak tangga Alfi pun merasa malu karena di perhatikan Oleh Argi dengan penuh kekaguman, Akhirnya diapun menutup wajah nya dengan kedua tangan
" Loh kenapa wajah nya di tutup, Biar di tutup seperti apapun kamu tetap cantik kok, Puji Argi.
" Aah, masa sih, kamu tau gak, kalau aku tu penuh koreng nya loh, jawab Alfi yang sengaja berbicara seperti itu.
" Aah masa bodoh, mau koreng atau gak, lo tetap di hati, Bagi aku kamu tetap segalanya...
Busyeeet dah,, gombalnya sampe aku cungkir balik 🤣...
**
Setelah keduanya masuk ke dalam mobil, lalu Argipun menarik gas menuju sebuah restoran yang berada di pusat kota.
Alfi yang sedari tadi tidak memperhatikan bahwa Argi ternyata mengenakan Setelan jas lalu tersenyum simpul ketika sudah duduk di bangku restoran tersebut..
Menyadari Bahwa Alfi memperhatikan nya dan melemparkan senyum, diapun melihat dirinya sendiri kali aja ada yang aneh dengan penampilanya.
" Lo kenapa sih, senyam senyum gitu.
" He he he , akhirnya Alfi pun mengeluarkan suara tawanya, kamu abis dari mana?? Kok pake jas segala, tanya Alfi.
" Ooh, jadi ini yang kamu tertawain,, aku baru dari kantor nya papa, mau lamar kerja, kali aja, entar kalau aku udah menikah dan punya keluarga sendiri kan aku yang harus bertanggung jawab dengan keluarga kecil aku.
" ya, iya ya,,, musti dong, masa kamu harus ngandalin harta papa kamu, tanpa sengaja Alfipun mendukung kata" Argi...
Argi yang sudah memesan makanan sebelum dia menjemput Alfipun, kini sudah tersedia oleh pelayan restoran.
Lalu merekapun menikmatinya sambil berbincang..
⚘⚘
" Al, panggil Argi..
Ada sesuatu yang aku mau bicarakan. Ucapknya dengan hati"
" Mau bicara Apa?? Bicara aja aku siap mendengarkannya.
" Ha,mm Sebenarnya aku jatuh cinta, ucapnya sambil menarik napasnya yang terasa sesak menahan di tenggorokan.
" Alhamdulillah,, Alhirnya,, lo jatuh cinta juga, ucap Alfi dengan perasa'an tak tentu, apakah dia harus cemburu atau pun senang. Sama Siaopa lo jatuh cintanya??? kenalin ke aku dong, pinta Alfi dengan nada memohon.
" Tapi gue takut dia gak menerima aku, karena mungkin menurut dia aku berbeda dengan nya, ta,,taa,,pii, kalau aku demi Tuhan, aku sangat mencintainya.
" Kok kamu jadi gak semangat gitu.
hibur Alfi yang belum menyadari kalau wanita yang membuat sang pria yang bersama dirinya jatuh cinta adalah dia..
" Lo mau tau wanita yang berhasil membuat aku jatuh cinta??
" iya laah,, masa gak..
" Dia yang sa'at ini berada bersamaku.
Ucapan Argi berhasil membuag mulut Alfi ternganga, ingin rasanya dia berteriak bahagia, tapi dia sembunyikan karena tidak mau Argi mengetahui bahwa selama ini, dirinya juga jatuh cinta dengan nya..
Setelah Argi mengungkapkan isi hatinya dia pun merasa sedikit lega, setidaknya dia sudah mengatakan yang sebenarnya kepada Alfi, terima atau tidak itu adalah haknya..
" Lo serius, dengan apa yang kamu ucapkan.Jujur saja, aku orang tak punya dan aku tak mau, materi menjadi penghalang untuk hubungan kita.
" Aku tak perduli Alfi, yang pentung lo mau terima cinta aku.
" Masalah terima cintamu, aku menerima nya, karena aku juga mencintaimu dalam diamku, jelas Alfi tanpa memikirkan rasa malu,, kalau kamu serius dengan cintamu, datanglah kerumah dan bicaralah sama ibuku..
sekarang antarkan aku pulang ya, ajak Alfi..