
Malam ini berakhir dengar kesedihan, Dimana dirinya, Nur dan juga Safira harus sama" larut dalam kesedihan, tak ada canda dan tawa yang ada hanya suka dan duka..
Tampak Nur yang lebih tua dari merekapun menasehati Alfi yang sebentar lagi akan meninggalkan mereka dan juga Safira yang saat ini akan bersama dirinya...
" Alfi, Dalam perjalanan nanti jika sudah berada di bandara di ibu kota, jangan pernah menerima titipan orang yang tidak di kenal, karena bisa saja itu barang haram..
" Ia kak,, aku akan ingat itu..
" kamu juga Safira, tetap lah di sini karena sifat dan kelakuan kakak kamu udah tau, karena di luar sana kamu belum terlalu mengenal yang lain, bisa saja orang hanya memanfa'atkan kebaikanmu..
" ia kak, safira akan ingat semua pesan kakak..
Merekapun berpelukan dan pada akhirnya rasa kantukpun datang menyerang..
Nur kini sudah kembali ke kamarnya, sedangkan Safira tertidur di samping Alfi yang juga sama " terlelap...
**
Azan subuh telah terdengar, Alfi pun sudah terbangun dari tidur nya dan segera menunaikan sholat subuhnya..
Setelah selesai melaksanakan sholat subuhnya dia pun menuju kedapur, untuk menyiapkan sarapan pagi untuk semuanya..
** *Hari ini aku harus masak yang enak buat mereka semuanya, karena hari ini adalah hari terakhir aku bersama mereka **
Alfi berbicara pada dirinya sendiri, diapun mulai pekerja'anya tanpa ada suara sedikitpun, agar tak membangunkan mereka..
Nasi goreng dengan daging ,dan Sosispun telah selesai ia buat, dan sudah ia siapkan piring dan juga sendok untuk mereka semuanya, tinggal menunggu bangunya mereka.
Sambil menunggu mereka bangun, Alfipun kembali merebahkan tubuhnya di kasur sambik memainkan gawainya..
**
Terdengar langkah kaki seseorang menuju dapur, Alfi sudah menebak siapa sebenarnya yang ada di dapur sa'at ini.
baru saja Alfi menebak tiba" terdengar suara Nur memanggilnya.
" Alfi, kemari sebentar..
Dia yang merasa di panggil pun segera menemuinya..
" Ada apa kak??
" ia kak. Jawabnya singkat..
"Ya'Allah dek, ngapain kamu repot" kenapa gak nunggu kakak aja yang buat sarapan untuk kita..
" sekali" kak, kan selama aku tinggal bersama kakal disini, aku tidak pernah memasak, jadi biarkan aku hari ini yang menyiapkannya, kan sebentar lagi Aku kan sudah pulang..
Mendengar semua itu, Nurpun menjatuhkan air matanya dan langsung memeluknya..
" jujur selama kamu berada disini, kamu lah yang paling mengerti kakak, dan yang paling nurut sama kakak..
" ah ,kakak bisa saja, aku minta maaf ya' kak, jika aku pernah menyakiti perasa'kak dengan sengaja atau pun tidak di sengaja..
***
Rupanya keberada'an mereka di dapur sudah di perhatikan Safira, hanya saja dia tidak langsung menegur mereka berdua, karena dia tau jika dia menegurnya pasti akan mengganggu keterharuan mereka..
🦋🦋🦋
Dia pun kembali kekasurnya dan menghapus air matanya, sebenarnya dia ingin bergabung bersama Alfi dan Nur di dapur, tapi dia tak ingin menambah kesedihan di antara mereka yang sebentar lagi akan di tinggal Alfi...
Alfi dan Nur pun menyiapkan sarapan untuk mereka, piring dan sendok yang sudah di siapkan Alfi pun sudah mereka letakkan di piring masing masing..
" Alfi,, bangun kan safira, perintah kak Nur..
Dan Alfipun menuju kamar untuk membangunkan Safira.
" woy,,, yuk sarapan, ajaknya ketika melihat Safira yang sudah bangun..
" aku, kemar mandi dulu, kamu duluan aja, ucap safira.
" Gak, sama" keluarnya, buruan gie cuci mukanya..
" ia bawel,, ucap safira sambil menghilang ke dalam kamar mandi..
**
Merekapun menikmati sarapan yang di siapkan Alfi, tak lupa memuji masakan Alfi.....