
Semua yang di butuhkan sudah di masukan kedalam Koper,Argi dengan sigap segera memasukan koper milik mereka ke dalam bagasi mobil.
Kali ini perjalanan menuju bandara akan di antarkan pak Yanto, Sang supir yang baru beberapa hari ini bekerja di kediaman tuan Dirgantara..
Keduanya pun meminta izin kepada orang tua mereka, Untuk segera berangkat.
Alfi yang tampak menuruni anak tangga tampak tersenyum ketika di goda sang suami..
" Masya Allah bidadari nya aku, sambil mencolek pinggang sang istri.
" Iiikh, Malu ah, sama pak Yanto, ujar Alfi ketika menyadari pak yanto yang kini sedang melihat ke arah mereka.
" Gak pa apa nyonya, Anggap saja saya tak melihat nya ujar Pak yanto yang tidak ingin sang nyonya menjadi malu...
Sedangkan Argi pun, ikut tertawa mendengar celoteh nya pak Yanto..
🦋🦋
Entah dari mana Jeny mengetahui bahwa hari ini, Argi dan Alfi akan berangkat ke Bali, Dia dengan sigap nya telah memboking tiket pesawat yang sama yang akan di tumpangi sepasang suami istri tersebut..
" Kali ini, Aku harus bisa mendapatkan Argi kembali, ujarnya seakan menyemangati diri nya sendiri.
Dengan menggunakan jaket hoodi dan kaca mata hitam, membuat penampilan nya susah untuk di kenal.
Dia tampak menduduki sebuah kursi di bandara, sedangkan di tangan nya ia menggenggam ponsel milik nya, Sambil sesekali ia melihat ke arah pintu masuk bandara.
Mobil yang di kemudi pak Yanto kini sudah tiba di bandara, Tampak Argi dan Alfi pun sudah bersiap" untuk turun.
Pak Yanto yang sudah memparkirkan mobil pun lalu berkata.
Tanpa jawaban sepasang pengantin baru pun hanya memberikan senyuman yang begitu manis kepada pak supir yang baru seminggu bekerja di rumah nya..
" Sayang, sebelum pesawat nya terbang aku mau ketoilet bentar ya, ujar Alfi yang ingin membuang air kecil.
" Ya'udah, Aku tunggu di sini aja ya, biar sekalian cari cemilan buat kamu. Dan entar ketemu lagi di sini ya, ujar sang suami.
Keduanya pun berpisah dan berjalan ke tempat tujuan masing"..
🦋🦋
Jeny yang sedari tadi menunggu kedatangan keduanya pun, tampak gusar.Karena yang di tunggu tak kunjung juga menunjukan batang hidung, Dengan perasa'an kesal, dia pun menarik napas nya dengan kasar, sambil menarik penutup kepala yang sedari tadi ia kenakan untuk menutup identitas diri nya..
" Sialan, kalau gini cara nya bisa" gagal rencana gue untuk mendapatkan Argi lagi ucap nya dengan gusar sambil melangkah kan kaki nya menuju kearah toilet..
Alfi yang sudah selesai dengan hajat nya, dia pun sesegera mungkin menghampiri sang suami yang mungkin saja sudah menunggu dirinya.
Buuukh,,,
Auuww,, maa'aaaff. ucap Alfi ketika menyadari dia menabrak seseorang.
" Tidak apa" Mungkin aku sedang tergesa" ucap seorang wanita yang ia tabrak tadi.
Lalu keduanya pun melanjutkan langkah mereka.
Jeny yang menyadari bahwa yang ia tabrak adalah Alfi meskipun dia menutup sebagian wajah nya dengan Niqob namun dari tatapan matanya Jeny bisa mengenalinya.
" Aku tidak mungkin salah dengan penglihatanku, Aku harus mengikuti nya, Mungkin sa'at ini Argi menunggu nya di suatu tempat.
Lalu dia pun bergegas mengikuti langkah Alfi dari belakang..