
Tepat pukul 12 siang, kak Nur menemui diriku, yang masih asik dengan layar ponselku, kedatanganya kali ini ingin mengajakku untuk ikut bersamanya, karena dirinya akan berbelanja untuk menyambut bulan Ramdhan yang sebentar subuh sudah mulai sahur..
" Alfi, kamu mau ikut gak ke mini market ???
" sama siapa perginya??
" sama anak" dan kak Surahman.
" emang yang lain gak ada yang mau ikut ?? Tanyaku yang ingin memastikan bahwa safira ikut atau tidak.
" gak tau tu, soalnyq belum di tanya..
" kakak nur, coba nanya yang lain kali aja ada yang mau ikut.
" ok, tapi kamunya ikut apa gak?? Tanya kak Nur lagi.
" aku ikut lah kak, soalnya aku mau beli sesuatu..
" ya' udah habis asar kita perginya..
Setelah bertanya padaku, kak nur pun menuju kamar safira berada.
🦋🦋
udah pada siap belum ?? Tanya kak Nur yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Aku yang baru saja selesai sholat asar pun bergegas mengganti pakaian Hitam yang biasa di kenakan untuk berada di luar rumah..
kulihat safira sudah rapi dengan pakain hitamnya, rupanya dia akan ikut pergi bersama kak Nur.
* kalau dia nya ikut, lebih baik aku gak usah pergi, malas mau ngelihat tampangnya *
" kak Nur, aku gak jadi perginya, aku memberitahu kak Nur.
"loh, emang kenapa??
" lagi gak Mood kak.
Seakan mengerti dengan maksudku kak Nur pun tersenyum dan berkata
" ya' udah kamu mau nitip apa, nanti biar kakak yang beli'in..
" cuman mau nitip beliin aku Mirinda sama yogurt aja kak, sekalian jajan buat anak anak, sambil menyodorkan uang seratus kepada kak Nur dan kak Nur pun menerimanya..
**
Kak Nur pun menyerahkan barang titipanku dan uang kembalianya.
" kakak ambil aja uang kembalinya, ucapku kepada kak nur yang sudah menyodorkan uang kepadaku.
" gak usah Alfi.
" jangan kak, cuman itu doang, makasih ya kak, ucapku sambil berlalu.
Rupanya si safira melihat aku yang menolak mengambil uang kembalian yang di berikan kak Nur.
Safira..
" ya' elah lagak ke banyak uang.
gak taunya babu.
Aku yang mendengar hanya bisa diam, karena aku tidak ingin so'udzon kepadanya.
Tapi lagi dan lagi dia menyindirku, seakan menguji kesabaranku.
Dan akupun kembali berpikir, percuma ngeladenin orang seperti itu, yang ada hanya merusak moral dan iman..
***
semua penghuni kamar sudah merangkai mimpi, sedangkan aku masih terjaga, entah apa yang membuat mata ini susah terpejam, rasa buang air kecil seketika membuat aku harus berajak dari tempat tidurku dan berjalan menuju kamar mandi yang terletak tepat di samping dapur, samar samar ku dengar ada seseorang sedang berbicara, entah siapa aku tak tau, kebetulan juga rasa ingin buang airku sudah sampai di ujung.
Shiiiìiih,, lega rasa nya....!!!!
Aku pun kembali kekamarku dan kulihat jarum jam sudah menunjukan pukul 3 subuh, aku pun kembali melangkah menuju kamar kak Nur, untuk membangunkan dirinya untuk makan sahur..
**
Tok took took !!!
Suara ketokan pintu yang membuat kak Nur tersadar.
" siapa??
" alfi kak, udah jam sahur.
" oh, iya makasih ya Alfi, teriak kak Nur dari dalam kamarnya..
Tak menunggu lama kak Nur pun sudah berada di dapur menyiapkan makan sahur untuk semuanya..