
Pov Argi:
Setelah menghubungi Alfi, dia pun tersenyum. Dalam sekejap, bayangan wajah cantik Alfi yang mengenakan niqab muncul di hadapannya. Seolah-olah wanita itu benar-benar ada di hadapannya. Kemudian, dia membuka layar ponselnya yang menampilkan foto gadis berpakaian syar'i di tepi pantai. Dia menatap dan mengaguminya.
"Cantik sekali dirimu, Alfi. Apakah aku berhak mencintaimu dan menjadikanmu pendamping hidupku?" meskipun pertanyaan itu hanya sebuah harapan yang mungkin saja menjadi kenyataan, tetapi Ardi tahu bahwa campur tangan Tuhanlah yang utama, karena jodoh, rizki, dan maut sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.
Dia bersandar di atas tempat tidurnya dan menuju tidurnya, merenung dalam buaian mimpi indah.
🦋🦋
Alfi yang sudah siap dengan ponselnya memberi kabar pada Argi bahwa dia ingin bertemu hari ini dan bertanya di mana mereka akan bertemu. Dengan senyum manis, Ardi mengirim pesan balasan.
📲 "Assalamu Alaikum, mengenai semalam, ok deh aku mau ketemu. Bagaimana jika kamu tulis lokasi pertemuan dan jamnya setelah kamu tentukan?"
Argi yang masih meringkuk di tempat tidurnya terkejut ketika merasa ponselnya bergetar. Dengan ciri khas orang yang baru bangun tidur, Dia mengucek matanya dan melihat ke arah ponselnya. Nama gadis yang dia hubungi semalam tertulis jelas, "Alfi". Dia membaca pesan yang dikirim Alfi kepadanya. "Yes, yes, hoo, Alhamdulillah akhirnya dia mau bertemu juga." Teriakan bahagia yang keluar dari mulutnya terdengar oleh sang ibu yang kebetulan lewat di depan kamarnya dan membuat sang ibu langsung mengetuk pintu kamarnya.
Tok, tok, tok...
Dia segera membuka pintunya. "Kamu kenapa?" tanya sang ibu yang penasaran dengan teriakan putranya.
Sambil menggaruk kepala yang tidak gatal, dia menjawab, "Gak apa-apa, Ma, cuman bahagia aja."
"Jangan bilang bahagia karena cewek ya," sang ibu menebak seperti seakan-akan dia tahu bahwa putranya sedang jatuh cinta.
"Hahaha, Ibu tahu aja." jawabnya sambil menahan malu karena tebakannya telah terbukti benar.
"Ok, Bu," jawabnya sambil kembali ke dalam kamarnya dan menatap kembali pesan dari Alfi dengan mataberbinar.
**
Ardi yang telah membalas pesan Alfi segera menuju lemari yang menyimpan pakaiannya. Dia kelihatan bingung dan menggaruk belakang kepala yang tidak gatal.
Setelah memilih salah satu pakaian yang akan dikenakan, ia pun masuk ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya dan segera menemui wanita yang saat ini membuatnya jatuh cinta. Sang ibu yang sudah kembali dari pasar tampak sibuk di dapur menyiapkan makan siang. Setelah semuanya sudah dihidangkan, dia pun memanggil sang putra yang sejak pagi masih berada di kamarnya. "Argi, ayo makan dulu!" teriak sang ibu yang malas beranjak dari dapur. Sedangkan sang ayah sendiri saat ini berada di kota karena mengunjungi salah satu perusahaan cabang yang saat ini menghadapi masalah.
Dia pun menghampiri sang ibu yang sudah menunggunya di meja makan. Sang ibu yang melihat dirinya sudah sangat rapi bertanya,
"Mau kemana udah rapi gini?"
"Mau ketemu seseorang, bu," jawabnya singkat.
"Cewek ya??" Goda sang ibu.
Dengan senyum simpul dan menutup sebagian wajahnya tanpa jawaban membuat sang ibu pun mengerti bahwa saat ini sang putra sudah mulai membuka hati.
Sang ibu yang merasa sang putra yang sa'at ini sedang jatuh cintapun tersenyum bahagia, sambil menikmati makanan yang sudah ia hidangkan..