Tahajjud

Tahajjud
Berdosakah Diriku.



Setelah hari pertama buka puasa di luar, kulihat Bu Hayati yang biasanya sering duduk bersama dengan Safirapun sudah tak kulihat lagi, Entah apa lagi yang ada di pikiran safirah, Jangankan duduk bareng, bercanda bersamapun sudah tidak kulihat lagi..


**


Aku yang baru saja bangun dari tidurku dan segera ku mainkan gawaiku, ku lihat sebuah panggilan yang tak terjawab dari nomor yang tidak di kenal..


* siapa ya?? Kok nomornya tidak ada di kontakku, ah biarin aja kalau dia ada urusan penting denganku palingan entar dia bakaln nelpon lagi *


Belum sempatku bergerak dari tempatku tiba tiba layar ponselku mati hidup karena sengaja ku tak besarkan volume biar tidak mengganggu tidurku, Setelah ku lihat nomor yang tadi menghubungiku, Lalu segera ku jawab panggilan dari si penelpon..


📞 hallo, dengan siapa di sana??? Tanya ku.


📞 Alfi, ini aku Agus. Jawab sang pemilik suara..


📞 Ya' Allah, sengaja ku besarkan suaraku biar si Safirah mendengarnya dan yang lain, yang percaya dengan omongannya mendengar biar mereka tau kalau sebenarnya bukan diriku yang pertama kali menggoda Agusnya, tetapi Aguslah yang pertama kali menelpon diriku


" kamu kenapa sih masih telepon juga, padahal nomor kamu udah aku blokir loh..


📞 Bisa kita ketemu?? Agus memohonku kepadaku untuk mau bertemu denganya..


Sengaja ku lirikkan mataku ke arah safira yang duduk di sudut ruang tamu dekat pintu kamarku, kulihat tatapan mata yang penuh dengan kebencian sedang mengintaiku, tapi ku pura pura tak melihatnya..


📞 kamu mau bicara apa lagi sih?? Toh aku ini bukan pacarmu atau siapapun, mending sekarang lo matiin hp nya, stoop ganggu hidup aku, aku di sini nyari uang, bukan nyari suami.


Kurasa Safira tau dengan siapa yang saat ini sedang berbicara denganku, karena terlihat jelas di matanya terpancar kebencian..


📞 ya' Udah kali ini aja aku mau ketemu sama kamu, selanjutnya jangan pernah hubungi aku lagi, katakan dimana tempatnya biar kita bisa bertemu...


🦋🦋


Setelah mengetahui tempat dan jam berapa aku akan bertemu dengan si Agus, segera ku meminta tolong kak Nur untuk mengantarkanku bertemu dengan Si Agus, sengaja ku ajak kak Nur yang mengantarkanku, biar kak Nur tau cerita yang sebenarnya dari mulut Agus sendiri dan biar kak Nur yang menjelaskan kepada safirah untuk tidak selalu memojokkan diriku..


**


aku yang mengenali Agus segera berjalan mendekatinya di ikuti kak Nur, sedangkan Agus tampak terkejut melihat diriku bersama kak Nur.


" Langsung saja, kamu mau bicara apa sama aku.


Dia tampak malu karena melihat kak Nur bersama diriku, tapi kak nur yang merasa Agus malu dengan dirinya pun segera berkata,


" kakak, tunggu kamu di mobil aja ya.


"Gak' usah kak, kakak di sini aja, biarkan saja kakak tau kalau selama ini bukan aku yang pertama kali menghubunginya seperti kata safirah di orang orang rumah.


" Kamu gak boleh gitu Alfi, kasian Agusnya, toh cinta tidak bisa di paksakan ucap kak nur sambil berlalu dari hadapan Agus dan aku.


Setelah kak nur meninggalkanku, Agus pun mulai berbicara.


" Alfi, aku minta maaf,karena masih menghubungi dirimu, terus terang aku tidak bisa melanjutkan hubunganku dengan Safira, karena yang sebenarnya orang yang aku sayang dan aku cinta bukan lah dia tapi kamu..


Dagh,, diighh,, duuughh !!!! Jantungku berdetak dengan hebatnya..


" kalau gitu kenapa kamu gak mau jujur sama safira, biar dia gak terus terusan nyalahin aku, terus terang aku tidak bisa menerima kamu, karena kamu tau, selama ini, hubungan aku dengan safira seperti ini karena ketidak terus terangan kamu..


" Aku udah coba jujur sama dia Alfi, tapi dia gak mau menerima dengan kejujuranku..


*** haaaaahhh, sambil membulatkan mataku,, aku bingung harus berkata apa kepada lelaki yang berada di depan mataku saat ini..


" Jujur Alfi, aku sayang sama kamu, kata kata Agus terdengar begitu jelas. Dan aku pun berlalu dari dirinya setelah kukatakan, aku mau pulang dulu, gak enak sama kak Nur dan saminya..