Tahajjud

Tahajjud
kesalah pahaman.



Setelah Alfi selesai dengan pekerjaanya, dia pun mengotak atik Hp miliknya, lalu menekan nomor nya Safira, dan yang di telpon lalu mangangkatnya..


📞 iya Alfi, ada apa??


📞 mas Agus minta nomor Hp lo.


📞 Agus siapa?? Tanya Safira.


📞 itu loh, mas yang waktu di KBRI itu.


📞 oohh, kamu kasih aja deh, jawab safira di sebrang sana.


setelah safira menyetujuinya lalu aku pun mematikan panggilan denganya dan lalu aku men share nomor miliknya ke pada Mas agus..


**


sudah 2 bulan aku berada di rumah majikanku, safira lalu menelpon diriku bahwa hari ini dia minta ijin pada majikanya untuk pulang ke rumah, dia mengajak aku untuk bertemu, tapi karena aku bersabat dengan nya lalu aku meminta izin pulang sama majikanku, dan majikanku mengizinkannya.


Setelah do beri izin sama majikanku, lalu safira dan kak Nurpun datang menjemputku, lalu aku pamit sama sang majikan, dan majikanku berkata.


" Alfi, kam Yaum inti Ruh ijazah?? Tanya majikanku ( Alfi, berapa hari kamu minta izin nya??


" inshaa Allah 3 yaum Madam, ( 3 hari nyonya )


setelah menjawab majikanku lalu aku pun melangkah menuju mobil yang dimana kak nur dan safira sudah menungguku..


🦋🦋


Di kamar Safira menceritakan Tentang Mas agus, yang mengatakan cinta kepadanya, aku yang mendengarnya hanya memberikan dukungan, sebagai sahabat memang sepantasnya harus mendukung sahabatnya..


Entah kenapa ke esokan harinya, setelah safira bercerita kepadaku tentang mas Agus tiba tiba hp ku berdering, dan setelah kulihat mas agus menelponku, lalu aku menjawabnya.


safira yang melihat aku sedang menelpon lalu bertanya kepadaku siapa yang menelpon, lalu aku menjawab bahwa Mas agus yang menelpon..


Dia yang mendengar dari jawabanku lalu pergi meninggalkanku, aku yang merasa bahwa dia tidak suka kalau mas agus menghubungikupun lalu aku mengakhiri panggilan dari mas Agus.


** sudah 3 hari aku izin dari majikanku, dan hari ini juga aku harus kembali ke rumah majikanku, dan kak nur pun kembali mengantarkanku ke rumah majikanku, dan safira pun tidak lagi ikut mengantarkanku, melihat itu kak nur pun bertanya setelah aku masuk ke mobil milik kak nur..


" aku gak tau kak.


" tumben dia gak mengantarkanmu.


" gak tau kak, mungkin dia tersinggung sama aku.


Kak nur yang pun kaget mendengar kata kataku..


" loh, emang kenapa??


Aku pun menjelaskan semuanya kepada kak nur, tampak kak nur pun mengerti dengan penjelaskanku..


" biarin aja, toh bukan kamu yang menelpon si Agusnya, tapi agus yang menelpon dirimu, jadi biarkan saja..


"iya kak, dan aku pun turun ketika mobil suami kak nur sudah berhenti di halaman rumah majikanku..


Setelah aku turun kak nur dan suaminya pun pergi meninggalkanku dan aku pun menekan bel pintu rumah majikanku..


**


malam itu di rumah majikanku, aku yang sudah selesai bekerja dan makan malam aku, pun menelpon ibu ku, bahwa uang yang saya kirim kan kemarin sudah masuk apa belum, dan aku pun meminta tolong Ratna untuk membelikan hp untuk ibu ku, dan juga meminta tolong padanya untuk mengurus buku tabungan atas nama ibuku...


Setelah lama berbincang dengan ibuku, lalu aku pun berpamitan kepada ibuku untuk beristirahat, dan mematikan panggilan ku..


Setelah mengakhiri telepon dengan ibuku hp ku kembali berbunyi, kulihat mas agus menelponku, tapi aku tak memperdulikannya..kerena panggilannya terus terusan lalu aku menerima panggilannya..


📞 iya mas,


📞 boleh minta tolong nyambungin aku sama safira gak, aku mau bicara denganya, soalnya tadi aku nelpon tiba tiba pulsannya habis..


📞 ooh, tunggu bentar ya mas, aku nyambungin dulu, lalu pangilan safirapun tersambung, dan aku pun berkata, kalian bicara aja, hp nya aku taruh jauh, soalnya aku mau istirahat..


Dan merekapun mengucapkan terimaksih padaku, dan aku pun merangkai mimpi tanpa tau jam berapa mereka berhenti berbicara...