Tahajjud

Tahajjud
Membahagiakan Sang Mama



Berbicara soal menikah membuat pikiran Alfi menjadi traveling mengelilingi dunia halusinasi, senyam senyum yang terukir di bibir manisnya seakan membuatnya percaya bahwa diapun akan bahagia, tapi kapan??? Kembali dia bertanya pada dirinya sendiri..


Yang dia tau bahwa sa'at ini dirinya masih sendiri, dan masih ingin membahagiakan sang mama meski dengan cara sederhana..


Sang mama yang sudah tak melakukan aktifitas apapun hanya berdiam diri sambil melakukan pekerja'an ringan saja semenjak kepulangam Alfipun merasa bosan, timbul pikirannya untuk mengajak sang putri untuk jalan" di usianya yang sudah tua.


" Nak, jalan" yuk, mama bosan di rumah mulu.ujarnya ketika melihat Alfi juga hanya berdiam di rumah terus..


" Boleh juga tu ma, tapi mama maunya kemana?? Tanyanya kepada sang mama.


" terserah kamu saja.


" Ya'udah, entar habis Asar kita jalan"nyq ya..


Sang ibupun kembali memasuki kamarnya untuk berbaring sambil menunggu waktu asar tiba..


🦋🦋


Suara azan asar sudah terdengar di masjid terdekat, Alfi dan juga sang mamapun segera menunaikan kewajibanya, sang Mama yang terlebih dahulu menyelesaikan sholatnyapun menghampiri kamar sang putri lalu mengetuk pintunya.


Tok


Tok


Tok,,


Alfipun segera menarik handel pintu lalu membukanya, terlihat sang mama sudah bersiap"


" Tunggu bentar ya, Alfi ganti baju dulu, sambil menyalami sang ibu karena dirinya masih mengenakan mukenah.


" mama tunggu di depan ya, ucap sang mama sambil tersenyum dan berlalu


Sedangkan Alfi sendiri sibuk mengganti mukenanya dengan baju yang akan dia kenakan.


Merasa sudah siap, diapun keluar menemui sang mama yang sudah menunggunya di depan rumah..


" Ayo ma, ajak Alfi ketika sudah berdiri disamping sang mama..


wanita itupun melihat ke arah sang putri lalu berdiri dan melangkah di samping sangputri menuju tempat si hitam sedang di parkir..


Si hitam yang baru Hari ini akan di gunakan rupanya sudah siap di gunakan oleh sang pemilik.


" Ayo ma, naik, pinta nya kepada sang mama.


" iya ,nak, sang ibupun kini sudah berada di belakangnya.


**


Baru saja dia melewati sekelompok ibu"yang entah dari mana, Alfipun memberi salam, rupanya di antara sekelompok tersebut ada tante Naya, dengan rasa kesal yang sudah mendarah daging, padahlan Alfi dan ibunya tidak pernaj melakukan kesalahan apapun, tapi bagi sang tante dia sangat membenci Alfi dan Sang ibu.


Dengan suara yang lantang dia pun berkata.


" Ya'elaaaah,, baru punya itu doang so pamer.


Ibu" yang tadi bersama tante Naya pun secara bersama'an menoleh ke arah Alfi beserta ibunya yang lewat di hadapan mereka.


Bu Rt yang kebetulan juga bersama dengan Nayapun berkata.


" Jangan seperti itu Naya, gak baik, lagian itukan ipar sama keponakanmu juga, ucap bu Rt yang memang tidak suka tante naya berkata seperti itu.


" Ipar??? Keponakan??? Itu dulu bu Rt sebelom saudraku meninggal, tapi kan saudraku sudah gak ada, jadi mereka sudah bukan siapa"nya saya, jawabnya


yang tidak mau mengakui klau Alfi berserta ibunya adalah istri dari saudaranya..


Bu Rt yang mendengar kata" Naya pun hanya terdia, karena tidak ingin memperpanjang masalah ini.


" Aku duluan ya, ucap bu Rt yang lebih memilih meninggalkan ibu" tersebut dari pada harus mendengarkan gosip murahan.


🦋🦋


Alfi dan ibunya yang suda tiba di temoat tujuanpun segera turun dari si hitam.


Ditangan Alfi menggenggam sebuah kamera, sambil menuruni anak tangga untuk memotret sang ibu, dan untuk di jadikan kenangan bahwa di saat ini dia dan sang ibu sedang berbahagia..



" Ma, Ayo bersiap, ucapnya kepada sang mama, ketika kamera sudah siap ia bidikan ke arah sang mama.


Sang mamapun terlihat tersenyum bahagia ketika sang putri memotret dirinya..