
Aku yang tadi nya ingin berbicara sesuatu dengan Kak Nur pun menjadi lupa untuk menyampaikan, untung saja Kak Nur kembali bertanya kenapa diriku sampe ada di kamar nya saat ini.
" kamu ada perlu apa?? Sampe kamu harus berada saat ini di kamarku?? Tanya kak Nur yang menyadari bahwa diriku menemuinya pasti ada sesuatu yang ingin aku katakan.
" ooh iya, jadi lupa gara gara postingan si Firah, maksud aku kesini tadi mau ngajak kak Nur untuk berbuka di luar.
" aku ikut, teriak Obet yang sedari tadi mendengar pembicaraanku dengan ibu nya..
" huuuu, kalau urusan jalan, kamu rajanya, goda sang mama. Dan Obet pun tersenyum mendengar kata kata sang mama.
" emang kamu maunha berbuka di mana??
" di mana aja Kak, yang penting kita buka puasanya di luar.
" ya' udah, gimana kalau di pante kornes aja. Usul kak Nur.
" boleh tuh, ucapku.
Setelah mengatakan maksud hatiku kepada kak Nur akupun kembali kekamarku untuk beristirahat sejenak mumpung azan Dzuhurnya 2 jam lagi..
🦋🦋
setelah kembali ke kamar akupun merangkai mimpi di siang bolong..
dan tersadar ketika Azan berkumandang,, sedangkan yang lain masih terlelap dengan tidurnya..
setelah sholat Dzhur ku sempatkan diriku untuk membaca Al-quran. Karena selama bukan Ramadhan kita harus memperbanyak amal kebaikan.. Sambil menunggu waktu Asar..
***
Dan waktu asar pun berlalu, aku pun sudah bersedia untuk berbuka di luar bersam kak Nur, tampak yang lainpun juga sibuk berburu tak'jil untuk berbuka..
Kak Nur berserta suami dan anak anaknya pun sudah siap untuk keluar dari rumah, dan sebelum melangkahkan kaki keluar pintunpun, kak Nur bertanya pada yang lainya,
" Aku ikut ucap bu Hayati, kamu mau ikut gak Fir ??tanya bu hayati kepada safira.
" Gak' Ahh lagi malas ngeliat sesuatu, lagian gue orang miskin, buat apa so' jadi orang kaya. maksud kata katanya apa aku tak mengerti.
" maksud lo apa?? Tanya kak Nur, kalau kamu gak mau, tinggal di jawab aja, gak usah panjang lebar, sampe blepotan Gitu, jawab kak nur.
" heheh gak kok kak, cuman bercanda aja, seolah mengelak dengan gaya bicaranya sendiri.
** Bu hayati yang ikut bersama kami pun ikut tersenyum mendengar jawaban kak Nur..
...****************...
Akhirnya sampai juga kami di Kornes, dimana sebuah pantai yang sangat indah, di situlah tempat tervavorite bagi warga setempat untuk berburu ta'jil untuk berbuka puasa, apa lagi bagi kami warga negara Indonesia, karena di sinilah makanan Indonesia di jual..
setelah membentangkan karpet yang sengaja di bawah dari rumah di atas pasir kami pun mulai mencari makanan untuk berbuka..
" kak, biar aku yang bayar, kakak pesan aja apa yang kakak dan suami mau, juga anak anak.. Bu hayati Juga.tawarku kepada bu hayati..
" makasih banyak Alfi, ucap bu hayati..
" sama sama bu..
Setelah memilih menu yang kami mau, kamipun kembali duduk di atas karpet yang kami bentangkan tadi sambil menunggu waktu berbuka sesekali di selangi canda dan tawa yang melihat tingkah laku anak anak kak Nur..
" Alfi, kamu kenapa sama safirah, aku dengar dari mama Obet, kamunya bertengkar, tanya kak surahman..
" gak kenapa" kak. ucapku yang tak ingin memperpanjang masalah, tapi sebenarnya aku tau, kalau kak surahman pasti udah tau dari kak Nur..
" kalau bisa, kamu yang sabar aja, toh aku liat kamu anak yang paling mengerti dan dewasa jika di bandingkan dengan Safira, ini aku bicara jujur di depan kalian semuanya, tidak baik bertengkar hanya karena masalah sepele, ucap kak surahman..