
Seorang gadis berhijab yang sedang melihat" dan Menyiram tanaman bunganya sambil sesekali bernyanyi kecil, Dan dia terlihat sangat ceria dirinya di pagi ini..
Di sisi lain, Tampak mobil hitam masuki halaman rumah nya, Dia yang melihat sebuah mobil berhenti tepat di halaman rumanya, Langsung saja membulatkan matanya guna untuk memastikan siapa yang berada di balik mobil tersebut.
Sekian detik dia memperhatikan tiba" turunlah dua orang bapak", yang salah satu nya dia mengenal nya..
" Assalamualaikum Neng Alfi, ucap bapak yang memakai sarung di lehernya..
" Eeeh , Pak Adur, mari masuk. Ujar Alfi yang mempersilahkan keduanya untuk masuk.
" Gak usah Neng, bapak langsung balik aja, Ni Bapak dari kota mau ketemu sama ibu mu, ucap pak Adur sebelum berpamitan pulang.
" makasih ya pak, ucap Alfi dengan suaranya yang lemah lembut..
🦋🦋
" Mari masuk dan silahkan duduk pak, Aku pangilkan ibu dulu, ucap Alfi kepada Pria yang berada di depan nya..
Lalu Alfi pun berjalan menuju kamar sang ibu berada.
" Mah, Ada tamu, ucap nya sambil mengetuk pintu kamar sang ibu berada.
kreeek,, bunyi pintu di buka sang mama.
" Siapa, tamu nya? Tanya sang mama.
" Alfi juga gak kenal mah, kata nya dari kota.
Sang Ibu, yang benar" tak merasa punya saudara yang tinggal di kota pun tampak nya mencoba mengingat siapa sebenarnya sang tamu tersebut.
" Ayok ma, kasian si bapak nya udaj nunggu..
Keduanya lalu bersama" melangkah menuju arah yang berbeda, Alfi ke dapur untuk membuatkan minuman, sedangkan Sang mama menemui tamunya.
"
" Perkenalkan saya Dirgantara teman nya Ihwan suami ibu.
" Ya'Allah,, Akhirnya kita ketemu juga, ucap Bu Ayu..
" Kemana Ihwan?? Tanya nya yang ingin memastikan kebenaran dari ucapan orang" yang berada di warung kopi tadi.
" Ihwan, sudah lama meninggal dunia, ucap nya dengan nada yang sedikit serak.
Bagai mana tidak, bagi nya kehilangan suami seakan" dirinya kehilangan separuh nyawanya, tapi dia berusaha tegar karena ada Anak yang harus dia bahagiakan Meskipun berbagai macam cacian dan hina'an yang dia terima dari keluarga suami nya..
" Jadi, apa yang di katakan bapak yang tado benar, kalau ihwan sudah meninggal.
" Ia, dia meninggal waktu itu putri nya masih kecil, tapi kini putrinya sudah dewasa, ucap sang mama dengan linangan air mata.
Alfi yang baru saja dari dapur sambil membawa secangkir kopi yang akan ia suguhkan kepada tamu nya, menangkap mata sembab dari sang tamu, tapi dia berusaha untuk biasa" saja meskipun dalam hatinya bertanya" kenapa sang tamu terlihat sangat sedih, dan apa yang terjadi, begitulah pertanya'an yang ia tanyakan pada hatinya..
" Kedatangan saya kesini, untuk menyatukan kembali tali persahabatan antara aku dan almarhum ucap Dirgantara.
" Haaam,, Bu Ayu tampak menarik napasnya.. Aku sudah mengetahuinya semenjak mas ihwan sakit sakitan, dia sudah memberitahukan aku semuanya, tetang perjodohan Antara putra dan putri kita..
Alfi yang duduk di samping sang ibu tampak terkejut mendengar ucapan sang mama, Tapi dia berusaha untuk biasa" saja.
" Alhamdulillah, Akhirnya, apa yang aku dan ihwan cita" kan tercapai juga, ucap nya dengan mata yang berbinar" tanda kebahagia'an..
" Alfi, kita ajak tuan Dirga sarapan bersama kita ya, kemungkinan bapaknya belum sarapan, soalnya pagi" sekali bapaknya nyampe di rumah kita.
Diapun tanpa berkata" langsung berdiri dan menuju meja makan dan menyiapkan semuanya..