Tahajjud

Tahajjud
Ingin Pulang.



Kerinduan kepada sosok wanita yang melahirkanku sudah tak terbendung lagi, mengingat diriku yang sudah lama di perantauan membuat aku semakin rindu kepada ibuku, perlahan ku ingat janjiku sebelum keberangkatanku, bahwa aku hanya 2 tahun saja, tapi kini keberada'anku sudah lebih dari 2 tahun, anak mana yang tak merindukan orang tuanya??? Begitulah pertanyaan yang ku berikan kepada diriku sendiri.


Memang benar setiap bulan ku kirimkan uang dari hasil kerjaku, tapi bukankah semua orang tua tidak membutuhkan itu semua, kehadiran seorang anaklah yang sangat dia rindukan, meski tidak semua anak memikirkan itu semua, tapi berbeda dengan diriku yang selalu merindukan sosok ibuku..


Tanpa terasa air mataku jatuh tak tertahankan,dan ku sapu air mataku ketika Azan subuh sudah berkumandang dan segera ku tunaikan sholatku sebagai seorang hamba...


🦋🦋


Segera kuraih benda pipih yang sedari tadi tergeletak di tepi kasur miliku, niat hatiku ingin menghubungi ibuku dan ingin ku ucapkan kata Maafku jika selama ini mungkin ku menyakiti hatinya..


ketika panggilanku di terima, ku dengar suara orang yang tak ku kenal yang menerima panggilanku..


"Seseorang.


📞 Assalamualaikum Alfi, suara seseorang yang mungkin mengenaliku tapi tidak dengan diriku..


"Aku.


📞 Wa'alaikum salam.. Jawabku yang sedikit terkejut karena bukan ibuku yang menerima panggilanku..


ini siapa ya?? Tanyaku lagi, di mana Mama?? kembali ku bertanya seakan tak kuberi kesempatan kepada yang menerima panggilanku.


Seseorang..


📞 ini aku bu RT. Nak Alfi ibu mu saat ini berada di rumah sakit. Jelas bu RT.


Aku..


📞 Apa bu, ya'Allah, Mama sakit apa?? Suaraku serak dan hp yang berada di gengamanku rasanya ingin terlepas dari tanganku, aku jatuh seketika di kasurku mendengar pemberitahuan Bu Rt..


📞 Belum tau kepastiannya sakit mamamu, karena dokter masih menangani ibumu..


Hatiku hancur seketika, Mungkin akulah anak yang tidak beruntung dindunia ini, Karena di saat sakitnya aku tidak berada di sampingnya..tanpa ku sadari panggilan pun terputus


Mamaa,, Teriakanku yang membuat seisi rumah terkejut, Mereka pun berlarian menemuiku..


" Alfi, Kamu kenapa??? Tanya Mba Mila.


yang langusng memelukku.


" Ibu ku Mba Mila, Ibuku masuk Rumah Sakit dan belum sadarkan diri..


" Emang Ibu mu sakit apa?? Tanya Kak Nur yang sudah ada di samping Mba Mila..


" Belom tau sakit nya apa kak Nur, Aku tidak ingin sesutau terjadi kepada ibuku, jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan mungkin aku lah yang paling bersalah..


" Udah udah, tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri, yakin kan hatimu, bahwa ibumu akan baik baik saja, bujuk kak nur yang menenangkanku..


Bujukan dan Dukungan dari penghunirumahpun membuat aku sedikit tenang, Meski dalam hati meronta ingin berada di samping ibuku..


**


Sedari pagi ku dapatkan informasi tentang ibuku, aku pun terus menghubungi Bu Rt dan meminta tolong kepadanya untuk terus berada di samping ibuku, dan untungnya Bu Rt adalah orang yanh baik, dan diapun bersedia untuk menjaga ibuku selama berada di Rumah Sakit..


Do'a terus aku panjatkan untuk kesembuhan ibuku, Karena selain ibuku aku sudah tidak punya siapa siapa lagi, Meskipun ada sanak saudara tapi mereka tidak bisa ku andalkan kerena mereka tidak pernah akur dengan diriku dan juga ibuku, Hanya karena berbeda derajat...