Tahajjud

Tahajjud
Ragu Dan Penasaran



Sang papa yang sudah terlebih dahulu selesai dengan sarapanya langsung saja menyambar tas kantor yang berada di meja kerjanya dan melangkah meninggalkan nyonya Sasmitha dan Argi, sebelum benar" meninggalkan meja makan dia pun berkata kepada sang putra.


" Papa menunggumu di kantor, buruan kamu harus bisa disiplin waktu.


" Asiap pak, ucapnya yang masih mengunyah potongan roti yang masuk kedalam mulutnya.


Sang mama yang melihat sang putra yang hari ini akan ikut ke kantorpun lalu bertanya.


" Emang udah mantap mau kerja sama papa??


" ia mam, Aku sebagai anak harus punya kesadaran, toh siapa tau aku menikah dengan Alfi, kan aku harus bertanggung jawab dengan kehidupan Alfi.


Ucapanya membuat sang mama langsung saja tertawa bahagia.


" Emang kamu udah, katakan sama Alfi bahwa kamu mencintainya dan akan menjadikan dia pasangan hidupmu??


Tanya sang mama yang tau kalau hubungan sang putra dengan Alfi hanyalah sekedar kekaguman semata.


" Belum sih mam.


" Buruan, entr di sambar orang loh.


Tanpa menanggapi perkata'an sang mama diapun bermitan menyusul sang papa yang sudah lebih dulu berada di kantor..


🦋🦋


Semua mata memandang kepada sang pemilik mobil mewah yang memasuki parkiran kantor.



Khususnya para karyawan wanita, karena selama ini tidak ada karyawan yang mempunyai mobil sebagus ini.


Merekapun saling berbisik karena mereka melihat seorang pria tampan yang keluar dari mobi tersebut.


Tapi sang pemilik memilih tidak begitu perduli dengan para karyawan wanita yang sibuk mengosip dirinya.


" Selamat pagi tuan, sapa seseorang yang rupanya mengenalinya.


" Pagi juga, Di mana Ruangan tuan Erlangga.


" Mari ikuti aku tuan, dia adalah Arman orang kepercaya'an sang papa di kantor ini.


* Pov Argi *12


Setelah memandang foto Alfi yang sengaja ia pajang di kamarnya, diapun bergumam di dalam dirinya sendiri.


* Aku harus mulai bekerja sa'at ini, tidak mungkin jika aku menikah dengan Alfi tanpa harus bekerja, masa aku harus mengandalkan kekaya'an orang tuaku saja*


Setelah berbicara pada hatinya sendiri diapun menjemput tidurnya agar besok tidak kesiangan, biar bagai manapun, dia harus bisa mena'ati peraturan dan ketentuan yang berlaku di kantor sang papa....


**


_________________€€€_________________


Setelah Mengetuk pintu ruangan sang papa, dan di persihlakan sang papa untuk masuk , pak Armanpun meninggalkannya.


Sang papa yang melihat sang putra yang sudah mau bekerjapun menyambutnya dengan senang hati..


" Selamat bergabung bersama papa di perusaha'an ini, sambil memeluk sang putra,,


Meskipun sang papa senang dengan sang putra yang sudah mau bekerja tapi dia masih ragu dan penasaran, kenapa sampe sang putra sudah mau bekerja, karena selama ini, dia tau sang putra tidak ada bakat untuk bekerja kantoran..


" Argi, panggil sang papa ketika melihat sang putra tampak termenung.


Diapun kembali menatap sang papa yang menyebut namanya.


" Apa papa boleh nanya sesuatu sama kamu?? Ucap sang papa yang takut sang putra akan tersinggung.


" Mau tanya apa pah.


" Kenapa kamu tiba" berubah pikiran dan berniat ingin bekerja di kantor papa.


Dia yang mendengar pertanya'an sang papah hanya tersenyum dan menarik napas.


" Argi, ingin membuat papa bangga, ucap nya yang ingin membuat sang papa percaya bahwa dirinya bisa di banggakan.


Sang papa pun tersenyum dan berkata.


" Sekarang kamu pulang lah, tapi besok kamu harus datang tepat waktu, karena papa sudah menerimamu bekerja di sini..