
Siang itu Alfi sedang berada di sebuah pusat perbelanja'an, Hijab yang ia kenakan menambah keangguan nya sebagai wanita muslimah.
Sudah Hampir Sejam dirinya berada di pusat perbelanja'an tersebut, Dia pun berniat untuk segera pulang, Rasa lelah yang menjalar di kakinya sudah sangat di rasakan, Diapun kini tampak menuruni anak tangga Eskalator sambil menenteng barang belaja'anya.
Ketika kaki nya melangkah menuju tempat parkiran diapun melihat ke arah ponsel yang berada di genggamanya, karena asik melihat ponselnya tanpa sengaja dia menabrak seseorang
Dia adalah seorang Pria yang sangat tampan, Sang pria tersebutpun melakukan hal yang sama seperti Alfi lakukan, sama sama melihat ke arah ponsel.
Bruuuk,,,
Auuuww,,,
Alfi bersuara ketika menyadari bahwa dirinya sedang menabrak seseorang..
Barang belanja'an yang dia bawapun jatuh begitu saja dari tanganya,
Sang pria yang merasa bersalahpun menunduj ingin mengambil barang belanja'an Alfi yang jatuh, secara bersama'an Alfipun ternyata melakukan hal yang sama,
Buukh...
Kepala keduanya terbentur,, Alfi yang merasakan sakit di area kepala nyapun mengangkat wajahnya, pandangan matanya tertuju tepat di hahadapan pria tersebut..
" Ma'afkan Aku nona, ucap sang pria tersebut..
" Gak apa" ini juga salahku, jawab Alfi singkat dan kembali menundukan wajahnya ke arah barang belaja'anya yang masih tergeletak, Diapun memungutnya dan hendak berlalu.
Sreeek,,,,
Lagi lagi hijab yang di kenakanya tersangkut pada salah satu gelang yang di kenakan pria tersebut..
Diapun berhenti melangkah lalu menengok ke arah sang pria.
Sang pria yang menyadarinya pun tersenyum kearahnya..
😁😁 kira " beginilah tampang sang prianya..
" Maaf, Bukan sengaja, ucap pria tersebut Kenalkan Namaku Argi, sang pria memperkenalkan namanya setelah melepaskan hijabnya Alfi yang tadi tersangkut pada gelangnya..
Alfi yang merasa sang pria memperkenal dirinyapun langsumg mengatupkan kedua tanganya dan berkata..
" Alfiani, panggil saja Alfi, mohon ma'af aku duluan, ucap alfi berpamitan..
Sang pria yang melihat Alfi berjalan menuju keluar pusat perbelaja'anpun kembali melanjutkan ke tujuan awalnya sebelum bertabrakan dengan Alfi tadi..
🦋🦋
Alfi yang sudah kembali kerumahpun segera di sambut oleh sang mama.
" Iya nie ma, kebetulan Mantan majikan aku berbagi rejeki ma,
" Ya'Allah baik sekali majikanmu.
" ia ma, jawab Alfi kepada sang mama..
Alfi mengeluarkan barang belaja'an di hadapan sang mama, ada beberapa lembar baju untuk sang mama dan juga dirinya.
" Ini mama punya, sambil menyerahkan mikik sang mama.
" Terima kasih ya nak.. Ucap sang mama yang merasa sangat di sayangi sang putri.
Setelah memberikan kepada sang mama diapun masuk ke kamarnya.
Di letakan Barang belanja'anya di tepi ranjangnya dia pun ikut berbaring di atas kasur miliknya..
* Astaghfirullahhul Aziim, kenapa aku harus memikirkan cowok yang tadi, toh diakan bukan siapa" nya saya *
Alfi berbicara pada hati nuraninya sendiri..
**
Azan Asar pun terdengar Alfi yang sedari tadi tertidur pun akhirnya tersadar, Diapun segera menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu dan menunaikan sholat Asarnya.
Sang mama yang merasa semenjak ke hadiran Alfi, dirinya tidak pernah menyentuh dapurpun, berniat ingin memasak makan malam untuk dirinya dan juga Sang putri..
Dia yang sudah selesai menunaikan sholat Asarpun segera menuju ke dapur.setah berada di pintu dapur dia melihat sang ibu sudah berada di dapur juga, dengan ramah diapun memeluk sang mama dan berkata.
" Ma, biar kan aku yang menyiakan makan malam nya ya, ucapanya kepada sang mama..
" Sekali" mama yang siapin ya, toh lagian selama ini, kamu terus yang memasak, jawab sang mama.
" Sudah kewajibanku sebagai anak, ma, jawabnya yang tidak ingin berdebat dengan sang mama.
karena Alfi berkata demikian, Akhirnya sang ibupun memilih mengalah.
Kali ini dirinya akan memasak nasi khas ala negeri gurun pasir, biar sang mama tak pernah kesana Aku harus bisa membuat mama meraskan makanan ala" di sana, ucapnya sambil meracik masakanya..
Tak menunggu lama hanya membutuhkan setengah jam saja nasi buatanya sudah jadi
tereeenggg,,, Akhirnya jadi juga Gumamnya yang sudah meletakan masakan buatanya di atas meja dapur
Sang Mama yang penasaran dengan masakan sang putripun segera menuju dapur.
" Masya Allah, sepertinya enak sekali, dari aromanya saja sudah sangat mengguggah selera saja.
" Inshaa Allah, mama pasti ketagihan, ucapnya di sertai tertawa yang renyah.