
Sudah genap seminggu kedatangan tuan Dirgantara ke rumah Bu Ayu, Istri dari Ihwan sang sahabat, Dan dia pun sudah mengatakan kepada sang istri dan juga sang putra, bahwa keluarga Almarhum sang sahabat sudah ia temui, dan Sang sahabat mempunyai sorang putri yang solehah, Sang istri yang mendengar penjelasanya mengucapkan syukur, Karen apa bila sang putra tidak berhasil menikah dengan Alfi, tapi setidaknya sang putra juga mendapatkan wanita yang sama solehah nya seperti Alfi.
Berbeda dengan Argi, yang tampak menahan rasa kesalnya, Karena ke inginan dan cinta nya kepada wanita puja'an hati yang ia harapkan akan menemaninya sampai tutup usia hanyalah kesia"an belaka, ketika sang papa menjelaskan ciri" wanita pilihan nya..
" Tidak pa, Argi tidak mencintainya, sampai kapanpun Argi tidak akan menganggap dia istri nya Argi, jika papa masih dengan keputusan papa,ucap nya dengan nada kecewa.
" Terserah, yang pasti papa akan tetap menikahkan kamu dengan dia, tegas sang papa yang tidak ingin di ganggu gugat lagi keputusan nya..
" Pokoknya Minggu ini kita akan mememui Dira dan ibunya, dan Papa akan melamar Dira untuk dirimu..
" Terserah apa yang ingin papa lakukan, tapi jangn paksa Argi untuk menerima apa lagi menganggapkanya istri, ucapnya yang tak kalah dengan kata" sang papa..
🦋🦋
Sang mama yang menjadi pendengar, ketika anak dan sang papa beradu mulut, hanya bisa bediam diri, dan menghampiri sang putra, Dia ingin membujuk sang putra untuk menerima keputusan sang papa.
Sambil membelai rambut sang putra yang tertidur di atas tempat tidurnya diq pun berkata.
" Mama minta ma'af ya nak, karena tidak bisa membelamu, Bukan mama setuju dengan keputusan sang papa, tapi apa salah nya, kamu mencoba mengikhlas kan semuanya, Anggap saja Alfi bukan jodohmu,dan jika memang dia di takdirkan untuk menjadi jodohmu, pasti suatu sa'at kalian akan bersama, Ucap sang mama yang masih membelai ramputnya.
Argi yang terjaga dari tidurnya tanpa sengaja mendengar kata" sang mama pun lalu berkata.
" Apa aku harus melupakan Alfi ma?? Tanya nya kepada sang mama.
" Temui dia, dan katakan yang sebenarnya, bahwa antara kalian hanya di takdirkan sebagai sahabat.
" Mama yakin Alfi pasti akan mengerti, toh dia wanita yang baik.
setelah mengatakan demikian dia pun berlalu dari kamar sang putra, dengan perasa'an serba salah, karena mencoba membujuk sang putra untuk melupakan cintanya..
**
Sedangkan di kediaman Alfi, Bu ayu mempertanyakan kejelasan hubungan sang putri dengan Argi.
" Al, bagai mana kabar Argi, Kapan diq menemui ibu??
" Entah lah ma, toh dia tidak mengabari Alfi lagi.
" Haaaam,,
Sang ibu tampak menarik napasnya dan menghebuskan nya.
" Apa kamu menerima perjodohanmu dengan putra Dirgantara?? Tanyanya kepada sang putri.
" Demi melihat mama bahagia, Alfi akan menerimanya bukankah,Jika akhirnya kamu tidak bersama dengan orang yang sering kamu sebut dalam doamu, mungkin kamu akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam sering menyebut namamu dalam doanya."ucap nya yang membuat sang mama seketika menitikan air mata..
Jika memang Allah takdirkan Alfi untuk bersama dengan nya maka semoga disegerakan, untuk dimampukan nya, agar dia datang dan meminangku..
Sang mama lagi" di buatnya menangis karena sang putri nya sudah menjadi wanita yang penuh dengan kesabaran..