
Setelah mengirim pesan kepada wanita yang membuatnya jatuh cinta Argipun berpamitan kepada sang ibu, dan menuju tempat yang sudah ia janjikan.
Di tempat Alfi..
Alfi yang sudah meminta izin kepada sang mamapun, segera memacu si hitam yang selalu menemani kemanapun ia pergi, menuju tempat yang di mana Argi sudah tentukan.
Dia yang baru saja melewati ibu" yang sedang duduk pun membungkukan kepalanya sebagai tanda hormatnya kepada yang lebih tua.
Sang tante yang selama in, membenci dirinyapun tampak melemparkan sebuah sindiran yang tidak di dengar jelas oleh Alfi, Meski hanya samar samar tapi bagi Alfi Biarkan anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.
Meskipun menggunakan pakaian shar'i sambil mengendarai motor, bukanlah hal yang sulit bagi Alfi untuk cepat sampai ke tempat tujuan nya.
Sedangkan Argi yang sudah menunggunyapun tampak tak tenang, Detak jantungnya seperti pacuan kuda berdetak dengan sangat cepatnya sambil sesekali menatap layar ponselnya..
Dari kejauhan Alfi yang sudah turun dari motornyapun berjalan menuju tempat di mana Argi berada, karena hatinya juga sedang berperang dia pun memilih bersandar di sebuah ruko yang keseluruhanya terbuat dari kaca.
Sedangkan Argi sendiri yang sedari tadi duduk menghadap keluarpun melihat orang yang dia tunggupun sedang berdiri bersandar.
Lalu akhirnya dia mempunyai ini siatif untuk menghampiri Alfi yang masih berdiri.
Dari kejauhan, dia memandang Alfi dengan perasa'an tak menentu
Tapi pada akhirnya dia pun mengalah dengan perasa'an nya, lalu ia pun mendekati Alfi dan mengajaknya masuk..
🦋🦋
Keduanya kini berada dalam satu ruangan, meskipun di antara mereka masih ada pengunjung yang lain nya..
Argi sengaja memilih meja paling ujung dekat dinding, aga apa yang mereka bicarakan tidak di dengar oleh orang lain.
Tiba tiba seorang pelayan mendekati mereka dan bertanya.
" Mau pesan apa Tuan?? Tanya sang pelayan dengan ramah sambil menyodorkan buku menu yang berada di restoran mereka.
" Kamu mau pesan apa, tanya Argi kepada Alfi.
" Aku minum Aja, jawabnya sambil menahan detak jantungnya yang berdetak agar tak di dengar Argi.
" Strawberry Milkshake 2, sambil menyerahkan buku menu kepada pelayan.
Setelah sang pelayan berlalu keduanyapun kembali terdiam, sepertinya bingung dengan apa yang mereka bicarakan.
Argi yang secara tiba" memandang kelopak mata Alfi tanpa sengaja, mulai bermain dengan halusinasi nya sendiri, padahal wanita yang ia inginkan berada di depan matanya..
" Ini tuan minum nya, silakan di nikmati.
Tiba" suara pelayan yang membawakan minuman mengagetkan mereka dari lamunan nya...
" Terima kasih ya udah mau datang. Argi akhirnya membuka pembicara'anya.
Alfi yang sedari tadi hanya diam akhirnya menjawab perkata'an Argi.
" Ia, entar kalau aku gak datang kamunya bakalan bilang, sombong bangat jadi orang, ucapknya sambil tersenyum di balik niqob nya.
" he he he, Gak juga, tapi selamanya aku akan penasaran dengan dirimu.
" aah, bisa aja.. Jawab Alfi dengan perasa'an tak tentu.
" Entar aku antar pulang ya? Ucap Argi yang sebenarnya ingin mengetahui rumah Alfi.
" Motor Aku gimana???
" Entar aku nyuruh Orang untuk membawanya.
" Emang kamu gak apa" kalau mau ngantarin aku?? Alfi kembali bertanya.
" Aku sih gak pa'apa, kamu nya aja, jangan sampe ada yang marah ngeliat aku ngantarin kamu.
" inshaa Allah gak akan ada yang marah, palingan juga cuman ada yang nanya.
" siapa emang nya yang nanya?? Argi mulai penasaran.
" Mama aku lah, jawab Alfi dengan lembut..
Asik dengan berbicara tanpa mereka sadari minuman yang di bawa pelayan sudah habis di teguk, dan langit sore sudah mulai memerah, Alfi pun bekata.
" Antarin aku pulang ya sekarang, soalnya gak enak kalau pulang malam.
" ok, Argi lalu menyambar kunci mobil yang tergeletak di meja, kamu Tunggu bentar ya, Aku mau ke kasir minta tolong untuk antarin motor kamu ke rumah.
Alfi tanpa jawaban hanya mengangguk.