
Dengan mengantongi Nomor ponsel sang calon mantu,Tuan Dirgantara tampak menghubungi nya.
📱 Assalamualaikum, Nak, Dira..
📱 wa'alaikum salam om, Apa kabar, Alfi berusa untuk lebih akrab, agar suatu sa'at tidak merasa canggung..
📱 Begini, om cuman mau kasih kabar, Minggu depan Om dan tante akan kerumah menemui ibu mu, ucap tuan Dirgantara.
📱 Baiklah om, akan saya sampaikan.
Setah menentukan kedatangan nya, lalu Tuan Dirgantara mematikan ponselnya, begitu juga Alfi yang langsung saja menghampiri sang ibu yang berada di meja makan, Dan menceritakan tetang tuan Dirgantara yang menelpon nya..
🦋🦋
Kini tibalah waktunya untuk mengunjungi calon besan, Nyonya Sasmitha dan sang suami sudah nampak bersiap"
" Ma, Argi sudah siap" tanya sang papa, yang tampak mengenakan baju kemeja yang bermotif,
" Kaya nya sudah, pa.
Soalanya tadi mama samperin dia udah abis mandi.
" Ya' udah, kalau sudah ayo kita berangkat sekarang..
**
Sedangkan di kediaman Bu Ayu, Alfi tampak sudah rapi, dan sibuk menyiapkan makanan dan cemilan yang akan dia suguhkan kepada sang calon mertua.
Untuk cemilan dia sengaja membuat kue basah saja
Sedangkan makanan sengaja dia buat makanan yang pernah di makan sang calon mantu.a
Alhamdulillah Alhirnya kelar juga, Dan semoga mereka menyukainya.
Sang mama yang sudah bergantipun tampak mendekati sang putri dan berkata.
" Kamu bahagia dengan semua ini nak?? Tanya sang mama yang ingin memastikan kalau sang putri sudah menerima perjodohan ini.
Dia yang di tanyapun tersenyum sambil menatap wajah keriput sang mama.
Setelah menyebut nama, pria yang membuatnya jatuh cinta, tiba" ponsel yang sedari tadi tergeletak di atas nakas pun berdering.
Alfi pun segera menyambar benda pipih milik nya.
" Astaghfirullahhul Aziim.
Sang ibu yang mendengar sang putri beristighafarpun mendekatinya.
" Ada apa nak??.
" Tidak apa" ma, cuman kaget aja. Jawab Alfi berbohong, sedangkan sa'at ini juha dia tak tau, apakah menerima panggilan atau tidak, padalah dia sendiri tau kalau sa'at ini dia menunggu telepon dari orang yang sa'at ini menghubungi dirinya, siapa lagi kalau bukan Argi.
Dengan detak jantung yang berpacu dengan kencangnya dia pun menerima panggilan dari Argi.
Sambil menarik napasnya diapun menekan tombol Hijau yang berada di ponselnya.
" 📱 haaam,, Assalamualaikum..
"📱 wa' alaikum salam, jawab yang di sebrang sana, Kamu Apa kabar Al,?? minta ma'af jika tak pernah menghubungimu.
" 📱 Gak pa'apa kok, Aku tau kamu sibuk, ucapnya yang menahan sesak di dada.
" 📱 kamu tau, Mungkin sa'at ini, adalah kali terakhir aku menghubungimu, ucapnya dengan menahan tangisan, bisa di tebak dari nada bicaranya yang terbata".
" 📱 i,,,ii,, iya, gak pa'apa, toh aku juga akan memgatakn hal yang sama. Ucap Alfi.
" 📱 Aku Minta ma'af Al, sebenarnya Aku sudah di jodohkan dengan wanita yang lain, Ma'afkan Aku, Ma'afkan aku yang sudah membuatmu berharap.
📱 udah, gak pa'apa, toh aku juga, udah di jodohkan dengan lelaki pilihan Almarhum bapakku, ucap Alfi yang kemudian memohon pamit karena, sudah tidak sepantasnya berlama" telopon dengan lelaki yang bukan mahrom nya..
**
Pov Argi,,
Dia yang di sangka mengganti pakaian di kamar ternyata hanya berbaring di tempat tidur nya, sang mama yang menghampirinya da mengatakn kalau udah kelar ayo segera berangkatpun terkejut, Kerna melihat dia yang tertidur dengan pulas nya..
Di sa'at di bangunkan oleh sang mama, dia pun berkata.
" Mama sama papa aja lah yang pergi melamar wanita itu, toh Argi kan hanya menikahinya, jadi urusan lamar melamar itu urusan mama sama papa..