
Sebenarnya Alfi adalah Gadis yang berhati baik, Tapi entah mengapa setelah si safira memfitnah dirinya, Alfi jadi berubah 127 derajat, Hatinya yang lemah lembut jadi berubah garang entah karena tidak ingin di anggap wanita murahan atau apalah terserah orang yang menilainya...
Alfi yang belum tau kepastiannya kapan kepulanganya pun masih ingin betah di rumah kontrakanya, uang belanja yang dia sisihkan dari hasil gajinya masih bisa dia gunakan untuk beberapa bulan meski dirinya harus bertahan di kontarkannya..
** Di rumah sang majikan...
Sang majikan yang belum mendapat kabar kepulangan atau kembali bekerja di rumahnya pun mencoba menghubunginya..
Madam..
📞 kaifa haluk ya Alfi..
Alfi...
📞 Ana Alhamdillah madam.
Madam,..
📞 metta anti safar indonesia?? Tanya sang majikan..
Alfi..
📞 Inshaaa Allah, iza khalas kullu Muskillah fii Maktab.. Jelas Alfi.
Madam.
📞 haaam, toyib toyib ya'llah, ma'assalamah.. Pamit sang majikan.. Setelah meminta Alfi untuk kerumahnya jika Ada waktu..
***
Dua hari dari sang majikan yang menghubunginya untuk kerumah menemuinya, Tampak Alfipun kembali meminta tolong kepada wanita yang selalu mengantarnya kemanapun dia pergi untuk mengantarkannya menemui sang majikan.
Setelah berada di depan rumah sang majikan Alfi langsung saja menekan bell yang terpasang di rumah sang nyonya..
Kreeeek!!!
Bunyi pintu di bukakan seseorang, Hanan yang membukan Pintu untuk Alfi, Hanan yang melihat Alfi pun langsung memeluk laksanakan saudra, tanpa menganggap Alfi adalah seorang pembantu di rumahnya.
" Ayo Alfi masul, kenapa kamu lama sekali kembalinya??
" Aku ada urusan Hanan, solanya mau urus kepulanganku.
" Apa??? Kok kamu gak bilang kalau mau pulang sih??
" Aku udah bilang kok sama nyonya..
Terdengar dari atas suara sang majikan yang bertanya siapa yang datang..
" Alfi ma, jawab Hanan,,,
sang nyonyapun keluar menyambut kedatangan Alfi layaknya seorang tamu dari kerabatnya sendiri..
10 Menit berlalu, Alfipun pamit untuk pulang karena Kak Nur sudah menunggunya di luar.
Tampak sang majikanpun memberikan sesuatu kepada Alfi dan juga beberapa lembar uang, dan ia juga berkata..
" Alfi, jangan sungkan" untuk datang kemari jika kamu butuh sesuatu sebelum kepulanganmu, dan jika kamu belum tau kapan kepulanganmu dan masih butuh kerja, jangan sungkan" datang lah kemari..
Sebelum benar" berpamitan antara nyonya dan sang pembantu tersebut berpelukan sebagai tanda perpisahan..
🦋🦋🦋
Alfi yang baru saja habis mandipun mendatangi kamar Kak Nur yang sudah di anggap seperti kakaknya sendiri.
" Kak boleh antar Alfi ke TOP TEN ??
" Maungapain??
" Belanja kak, untuk di bawa pulang ke indo nanti.
" Boleh, Tapi entar malam aja, soalnya sekarang kak surahmanya masih ada pekerja'an..
" ok kak, besok juga gak pa apa, toh Alfi juga belom tau kepulangan ke indo.
Alfi pun melangkah dengan gontainya menuju kamarnya.
" Eiiit tunggu dulu, Panggil Kak Nur.
Alfipun kembali mendekatinya.
" Gimana sama Si Agus?? Tanya kak Nur tiba"
Dia pun yang tadi sudah beranjak pergi terpaksa harus kembali duduk di tepi ranjang dekat Kak Nur yang mengotak ngatik layar laptonya..
Dia menarik nafasnya, Haaaamm lalu di hembuskanya dengan pelan pelan..
" Entah lah kak, pusing aku dengan apa yang ada di pikiran si Agus.
" Emang kenapa dia, Kakak tadi nanya tetang dia karena kakak kira dia sudah tidak menghubungimu lagi.
" kalau maslah menghubingiku tiap hari dia menghubungiku, tapi takpernah aku gubris. Lagian aku sama dia gak ada hubungan apapun..